Selengkapnya.....
Somebody Has Modified Their Rides In Priceless
Diposting oleh Sentot Prasasto di 23:54 0 komentar
Label: Transportation
Crowd Parking Management At The Plaza Balikpapan
Bermula dari kisah malam mingguan bersama keluarga, tadi malam jam 19.00 bersama seluruh keluarga aku pergi berkunjung ke dokter keluarga. Tidak seperti biasanya, asisten dokter alias tukang daftar, belum ada, apalagi dokternya. Acara ke dokter batal.
Akhirnya, diputuskan kami langsung saja ke The Plaza Balikpapan. Window Shopping ceritanya. Karena Lantai Basement dan Lantai I sudah penuh dengan kendaraan. Dapat parkir di Lantai II.
Kelar keliling dalam Plaza, jam 21.30 kami kembali menuju tempat parkir mobil. Disitu suara klakson mobil sudah bersahut-sahutan. Hanya dalam hitungan beberapa menit, saya sudah terjebak dalam antrian kendaraan yang hendak turun dan keluar dari gedung parkir The Plaza Balikpapan.
Hingga Jam 22.30 kami masih dalam antrian di gedung sontoloyo itu.
Sungguh gak habis pikir. Seperti juga sistem parkir di Bandara Sepinggan, Plaza Rapak maupun Hotel Novotel Balikpapan, begitu pula The Plaza Balikpapan, semua dikelola oleh Sun Parking.
Malam itu semua lokasi parkir kendaraan roda empat di The Plaza penuh dengan kendaraan. Dan Sun Parking hanya mengoperasikan 2 loket pembayaran parkir ! itupun palang pintunya macet ! Damn.... Damn Sun Parking !
Way out dari The Palza pun cuma bisa dilalui oleh mobil secara satu-persatu. Saya tidak paham dengan jalan pikiran manajemen Sun Parking disitu. Tapi nampaknya harus ada perubahan.
Jam 23.00 barulah saya sekeluarga bisa keluar dari cengkeraman manajemen parkir Sun Parking di The Plaza Balikpapan.
Ini seperti melengkapi sontoloyonya kapitalisme sistem perparkiran Sun Parking di Balikpapan. Sepertinya tidak cukup dengan model Hotel yang parkirnya diatur oleh mereka, lalu tata cara pengelolaan parkir menginap di Bandara yang terbilang aneh. Dan pengelolaan parkir di Plaza Rapak yang semaunya.
Sungguh menjengkelkan.
Diposting oleh Sentot Prasasto di 00:12 3 komentar
Label: Nasionalisme itu..... , Transportation
Antara Bus, BBG dan Industri Sepeda Motor di Indonesia
Sesungguhnya yang dibutuhkan Indonesia itu adalah regulasi kendaraan bermotor dengan tahap-tahap sebagai berikut :
- Perketat syarat-syarat untuk memperoleh SIM, itu bisa saja dengan cara meningkatkan kualitas ujian SIM. Sanksi pelanggaran yang tegas seperti pembatalan SIM, penundaan pemberian SIM, larangan seumur hidup memperoleh SIM.
- Penyempurnaan standar sistem KIR/uji kendaraan bermotor khususnya kendaraan umum.
- Penyediaan moda transportasi umum dengan standar baku dan tegas.
- Perbaikan jaringan jalan, pelabuhan, stasiun, terminal dan bandara secara menyeluruh dengan pedoman standar pelayanan transportasi publik yang tegas.
- Perketat syarat-syarat kepemilikan kendaraan bermotor, khususnya roda dua. Misalnya harus sudah punya SIM sebelum punya sepeda motor.
Mungkin begini, biar saja BUMN dan industri manufacturing kendaraan bermotor itu berinovasi seluas-luasnya, biar saja kebutuhan Bahan Bakar baik BBM maupun BBG beradu kuat dengan harga, sisanya silahkan pantau daya dukung masyarakat untuk beradaptasi dengannya. Tidak perlu regulasi.
Diposting oleh Sentot Prasasto di 18:53 0 komentar
Label: Transportation
Trans Jogja - New Public Transportation at Jogja
Dengan ongkos Rp.3.000,- Route yang dilalui sebenarnya sangat memudahkan kita untuk mencapai obyek-obyek wisata yang ada di Jogja. Kita bisa transit di halte-haltenya mengikuti route yang tersedia. Sayangnya jarak antar bus masih 15 menit. Agak lumayan bengong nunggu di halte. Jumlah halte di beberapa titik juga masih ada yang dirasa jauh dari tujuan. Tetapi itu gak masalah. Toh, menurut saya semua titik di Jogja adalah obyek wisata itu sendiri.
Diposting oleh Sentot Prasasto di 05:54 0 komentar
Label: Transportation
Aku dan Blue Bird Taxi : Sebuah Pengalaman Yang Tercecer
Jika Anda mendapati pertanyaaan serupa itu setelah Anda duduk membanting pintu Taxi dan membertahukan tujuan Anda, bersiaplah untuk mengeluarkan ongkos taxi lebih mahal dari seharusnya.... atau bayar saja cancelation fee nya. Terkecuali Anda sudah hapal diluar kepala jalur-jalur yang seharusnya ditempuh. Sehingga mampu beradu argumentasi dengan supir taxi Blue Bird itu. Dan itu melelahkan.
Diposting oleh Sentot Prasasto di 14:40 0 komentar
Label: Transportation


