Teknologi Proses Pengolahan/Pengawetan Pangan

PENGOLAHAN PANGAN

Untuk menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, diperlukan produk-produk dengan mutu baik sehingga daya simpan tinggi. Terutama untuk produk-produk industri kecil yang mutunya relatif masih rendah bila dibandingkan dengan produk-produk sejenis dari industri besar atau menengah.
Masih rendahnya mutu produk yang dihasilkan oleh industri kecil diantaranya disebabkan oleh teknologi proses pengolahan yang diterapkan. Pada umumnya teknologi yang digunakan bersifat tradisional, hal ini disebabkan oleh pengusaha industri kecil kurang banyak mengetahui informasi mengenai teknologi produksi atau adanya keterbatasan dalam permodalan untuk pengadaan peralatan.
Meski demikian, bukan berarti para pengusaha industri kecil boleh mengabaikan mutu produk yang dihasilkan tetapi harus tetap diperhatikan atau bahkan ditingkatkan kearah yang lebih baik.
Ada beberapa teknologi proses pengolahan (pengawetan) pangan yang biasa dilakukan oleh industri kecil, yaitu sebagai berikut :

1) Pengeringan

Pengeringan adalah suatu proses pengolahan yang dilakukan dengan cara dijemur atau dioven dengan tujuan untuk mengawetkan makanan dengan jalan menurunkan kadar air/aktivitas air (aw) sampai kadar 15% - 20% karena bakteri tidak dapat tumbuh pada nilai aw dibawah 0,91 dan jamur tidak dapat tumbuh pada aw dibawah 0,70 – 0,75.
Makanan yang dikeringkan mengandung nilai gizi yang rendah karena vitamin-vitamin dan zat warna rusak, akan tetapi kandungan protein, karbohidrat, lemak dan mineralnya tinggi.
Pada umunya bahan pangan yang dikeringkan berubah warnanya menjadi coklat yang disebut reaksi browning (pencoklatan). Reaksi ini dapat dibatasi dengan menambahkan belerang yang bersifat pemucat, juga dapat mengurangi jumlah mikroba dan menonatifkan enzim yang dapat menyebabkan browning. Belerang ini dapat menimbulkan karat pada kaleng, sehingga produk pangan yang diolah dengan belerang sebaiknya dikemas menggunakan kemasan gelas atau plastik.
Contoh produk dari hasil pengeringan :
  • Dendeng ikan (dalam pengolahannya mengalami proses curing/penambahan bumbu yang bertujuan untuk mengawetkan, memperbaiki rasa, warna dan kekerasan daging. Selama proses curing bahan-bahan yang digunakan dapat menarik air keluar sehingga kadar air turun).
  • Pisang sale
  • Ebi

2) Penggaraman
Penggaraman adalah suatu proses pengolahan yang dilakukan dengan cara diberi garam dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan enzim-enzim khususnya yang merusak daging ikan. Selain itu penggaraman mengakibatkan cairan yang ada dalam tubuh ikan mengental serta kadar proteinnya menggumpal dan daging ikan mengkerut.
Prose penggaraman biasanya diikuti oleh proses pengeringan untuk menurunkan lebih lanjut kadar air yang ada dalam daging ikan.
Proses penggaraman dipengaruhi oleh :
  • Ukuran butiran garam (ukuran yang baik 1 – 5 mm).
  • Ukuran ikan (semakin besar ikan semakin banyak garam yang dibutuhkan).
  • Kemurnian garam (garam yang baik adalah garam murni/Nacl)
Contoh produk dari hasil penggaraman :
  • Ikan asin
  • Telur asin

3) Pengasaman

Pengasaman adalah suatu proses pengolahan yang dilakukan dengan cara diberi asam dengan tujuan untuk mengawetan melalui menurunan derajat pH (mengasamkan) produk makanan sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.
Pengasaman makanan dapat dilakukan dengan jalan penambahan asam secara langsung misalnya asam sitrat, asam asetat, asam laktat dll atau penambahan makanan yang bersifat asam seperti tomat.
Contoh produk yang dihasilkan melalui pengasaman :
  • Saus papaya, pickle/acara.

4) Penambahan Gula

Penambahan gula adalah suatu proses pengolahan yang dilakukan dengan cara pemberian gula dengan tujuan untuk mengawetan karena air yang ada akan mengental pada akhirnya akan menurunkan kadar air dari bahan pangan tersebut.
Konsentrasi gula yang ditambahkan minimal 40% padatan terlarut sedangkan di bawah itu tidak cukup untuk mencegah kerusakan karena bakteri, apabila produk tersebut disimpan dalam suhu kamar atau normal (tidak dalam suhu rendah).
Contoh produk yang dihasilkan melalui penambahan gula :
  • Manisan buah-buahan
  • Sirup buah-buahan
  • Dodol (selain dengan penambahan gula, produk ini diawetkan dengan jalan menurunkan kadar air sehingga menjadi jenis makanan setengah basah/semi basah).

5) Fermentasi:

Fermentasi yaitu perubahan kimia dalam bahan pangan yang disebabkan oleh enzim atau mikroba pada subtract organik .
Beberapa hasil fermentasi dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang beracun di dalam makanan misalnya Clostridium botulinum.
Makanan-makanan yang mengalami fermentasi biasanya mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi daripada asalnya. Hal ini disebabkan mikroba-mikroba yang ada dapat membentuk beberapa vitamin yang komplek seperti vitamin B12, provitamin A dan riboflavin.
Contoh produk yang dihasilkan melalui fermentasi :
  • Kecap, Tauco, Tape
  • Terasi
  • Petis udang
Pada dasarnya teknologi proses pengolahan pangan ini merupakan suatu cara untuk meningkatkan nilai tambah akan suatu produk, meningkatkan daya tahan/simpan akan suatu produk yang dihasilkan, meningkatkan nilai gizi suatu komoditi, penanganan pasca panen akan suatu komoditas dan meningkatkan pendapatan keluarga.

PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA DALAM INDUSTRI PANGAN

Pengawetan merupakan suatu cara penangan yang dilakukan pada komoditi pangan untuk meningkat daya tahan/simpannya dengan menghambat atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme( bakteri, jamur, patogen) merugikan yang menyebabkan bahan pangan mengalami pembusukan. Pada dasarnya kerusakan bahan pangan berarti kemenangan mikroorganisme, dimana untuk keperluan hidup serta berkembang biaknya mikroorganisme memerlukan zat organik seperti Na, K, Ca, Mg, Fe, Cl, S, P, Mn, Mo. Mikroorganisme juga memerlukan sumber-sumber makanan yang mengandung C, H, O dan N untuk menyusun protoplasma. Bahkan beberapa spesies lain dapat mengambil dalam senyawa organik karbohidrat, protein, lemak dan lainnya. Disamping itu mikroorganisme yang masih memerlukan zat-zat tambahan seperti B komplek, beberapa asam amino, asam lemak, hematin, sel-sel darah merah, purin, prinidin, nukleotida, dan terkadang asam cuka. Zat penggiat (enzim-enzim) mikroorganisme dipengaruhi suhu, pH, konsentrasi, substrat, radiasi, oksigen dan air. Karenanya asam-asam yang dihasilkan bakteri (salah satu jenis mikroorganisme) dan juga merupakan stimulasi timbal balik diantaranya adalah : asam sulfat, asam nitrat, asam susu, asam cuka, asam lemak, toksin, termo genesis dan fatogenesis.Dan akhirnya secara umum pengaruh lingkungan terhadap mikroorganisme cukup besar diantara : suhu, basahan, nilai osmotik media, radiasi (panas, pengion), tingkat kerusakan bahan karena beban mekanik.Maka pengawetan bahan pangan, pada dasarnya dapat dilakukan dengan :
Pengeringan atau penurunan kadar air dari bahan hingga batas tertentu.
  • Didinginkan dari +8°C hingga - 10°C.
  • Diasapi hingga 60°C dari asap pembakaran kayu, serbuk jati, sekam, sabut kelapa, tongkol jagung dll.
  • Digarami hingga 30% kadar garam dalam larutan air (misalnya ikan).
  • Diasami dengan pH antara 6 sampai 8.
  • Diberi larutan gula hingga 60% kadar gulanya.
  • Diberikan radiasi (ultra ungu, sinar X, sinar alpa, sinar betha, sinar gama).
  • Diberikan bahan pengawet.
Bahan kimia yang digunakan dalam industri pangan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel
Zat Pengawet yang Diijinkan bagi Makanan dan Minuman

No.

Nama BTM

Jenis/Bahan Makanan

Maksimal Penggunaan

1

Sakarin

(Garam natrium)

Makanan rendah kalori:


a. Permen karet

50 mg/kg (sakarin)

b. Permen

100 mg/kg (na sakarin)

c. Saus

300 mg/kg (na sakarin)

d. Es krim dan sejenisnya

200 mg/kg (na sakarin)

e. Es lilin

200 mg/kg (na sakarin)

f. Jem dan jeli

200 mg/kg (na sakarin)

g. Minuman ringan

300 mg/kg (na sakarin)

h. minuman yoghurt

300 mg/kg (na sakarin)

i. Minuman ringan fermentasi

50 mg/kg (sakarin)

2

Siklamat

(garam natrium dan garam kalsium)

a. Permen karet

500 mg/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

b. Permen

1 g/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

c. Saus

3 g/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

d. Es krim dan sejenisnya

2 g/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

e. Es lilin

2 g/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

f. Jem dan jeli

3 g/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

g. Minuman ringan

3 g/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

h. minuman yoghurt

3 g/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

i. Minuman ringan fermentasi

500 mg/kg (dihitung sebagai asam siklamat)

3

Sorbitol

Kismis

5 g/kg

Jel dan jeli, roti

300 g/kg

Makanan lain

120 g/kg

Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88.

Selain zat pengawet kimia yang telah disebutkan di atas masih ada zat kimia yang sering digunakan dalam kegiatan pengolahan pangan oleh industri seperti : Natrium Benzoat, Natrium Bisulfit, Kalium Sorbat,Kalium Benzoat, dll.



Selengkapnya.....

Membangun Akses Point untuk RT/RW Net



Selama ini saya sudah pakai 3Com officeConnect ADSL Wireless 54 Mbps 11g Firewall Router yang saya letakkan di dinding luar lantai 2 rumah saya. Radius jangkauan diperiksa dengan mengggunakan Toshiba A-105 hanya bisa mencapai 50-75meter dari Akses Point. Mungkin itu karena saya meletakkan laptopnya dalam mobil tertutup, atau Toshibanya aja yang koneksi WiFinya payah.

Akhirnya setelah dapat kesempatan naik turun lantai di Mall Mangga Dua, saya berhasil ngumpulkan perangkat akses point yang bakal saya pakai untuk membangun jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity) Access point RT/RW Net di lingkungan rumah saya Perumahan PGRI-Graha Indah Balikpapan.

Berikut ini langkah - langkah yang saya lakukan untuk merakit akses point di PGRI-Graha Indah Balikpapan :

1. Siapkan Antenna Omni Directional 2,4GHz 15dBi-OEM. Spesifikasi barang yang saya peroleh adalah sebagai berikut : Radome material : Fiberglass, Radiator Material : ABS.Zine.Casting, Frequency range : 2400-2500 MHz, gain 14,5 +/- 5 dBi, Impedance 50 ohm, Power Handling 50w (cw), Connector N Female, VSWR : 1,8 : 1 max, weight 3 kg, Dimension H1860 x D40 mm

2. Pasang Pigtail, sebenarnya ini adalah kabel adapter dari connector type N-Male dengan connector type RP-SMA yang dihubungkan dengan kabel jenis RG 213 ("big black") loss power 0.6 dB/meter atau Aircom loss power 0.21 dB/meter, Aircell loss power 0.38 dB/meter, LMR-400 loss power 0.22 dB/meter. Ada saran sebaiknya jangan pakai RG58 yang banyak dijual dengan harga murah di Glodok atau toko komputer karena lost powernya berkisar 1-2 dB/meter. Mintalah kabel pigtail yang menggunakan "kabel teflon" Harga rata-rata sekitar Rp. 80.000-an / 0.5 meter pigtail. Untuk mendapatkan perhitungan loss coax bisa dilihat di http://www.radiolabs.com/products/cables/pigtail.php

3. Cari Silicon Sealer yang biasa dipakai untuk sealer blok mesin kendaraan bermotor dan gunakan untuk melindungi connector dari rembesan air hujan. Setelah itu pasang selongsong dudukan antena.

4. Gunakan Surge Arrester sebagai penangkal petir yang dipasang diantara antena omni dan pigtail. Hubungkan dengan kabel penangkal petir ke ground.


5. Siapkan box untuk tempat Akses Point. Kotak ini bisa Anda peroleh dengan menggunakan tupperware yang ukurannya kira-kira pas untuk menempatkan AP Anda. Saya menggunakan tupperware seharga Rp.15.000,- yang dilubangi salah satu sisinya untuk jalur kabel. Saran saya tupperware akan lebih bagus jika menggunakan yang tahan microwave, harapannya lebih tahan panas dan hujan. Cari clamp bekas antena tv dan pasang itu pada box AP Anda.

Tempatkan box AP di bagian bawah antenna omni seperti gambar dibawah ini :


6. Siapkan unit Wireless LAN AP Anda. Kebetulan saya hanya menggunakan AP OEM (Original Equipment Manufacturer) tanpa merk dengan spesifikasi Features :
  • Complies with the IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) 802.11b/g (DSSS) 2.4GHz specification
  • Supports 2.400~2.4835 GHz frequency band, 1~14 channels
  • High data rate 54Mbps network speed
  • Auto rate fallback in case of obstacles or interferences
  • Seamlessly integrate wireless an wired Ethernet LAN networks
  • Supports authentication for wireless connectivity based o­n ESSID
  • Provides 64/128 bit WEP (Wired-Equivalent Privacy) and WPA (Wi-Fi protected Access) data encryption functions to portect the wireless data transmissions.
  • Provides MAC (Media Access Control) access control
  • Bulit-In DHCP (Dynamic Host Communication Protocol) server supports auto IP addresses assignment
  • Supports Web-based configuration
  • Firmware upgradeable via Web
  • Compact-size design
  • Connectors : 10/100Mbps RJ-45 x 1
  • Power : 12 VDC, 0.5 A
  • Transmit Power : 18 dBm (Typical)
Spesifikasi ini sangat mirip dengan produk Minitar MNWAPG dan Edimax EW7318UG. Harganya pun berkisar antara Rp.450.000,- - Rp.650.000,- tergantung dari beruntung-sialnya Anda.

7. Pasang POE (Power Over Ethernet) yang sudah Anda beli ke AP dan masukkan AP ke dalam Box yang sudah Anda buat. Tujuan penggunaan POE adalah untuk menghindari penggunaan kabel power DC 12 V yang panjang dengan memanfaatkan jaringan kabel data. Sehingga lebih praktis dan terlihat rapi. Ada banyak jenis POE, sedangkan yang cocok untuk AP saya adalah seperti gambar dibawah ini.

Pasang connector pigtail type RP-SMA ke Connector Antenna Omni AP.

8. Selanjutnya singkirkan Antena TV Anda dari posisinya di tiang besi antena , gantikan dengan perangkat AP yang telah Anda rakit. Jika perlu minta bantuan tetangga untuk megangi pipa antena.


9. Pasang kabel UTP yang ujungnya telah terpasang connector RJ-45 ke terminal POE yang ada di dalam box AP.

Hubungkan ujung kabel UTP satunya ke modem Anda. Lalu hidupkan modem dan periksalah dengan wifi komputer/laptop Anda apakah semua peralatan sudah bekerja dengan baik.

10. Lapisi tutup tupperware dengan silicon sealer lalu tutup box dengan rapat. Kalau perlu ditambah dengan selotape. Sehingga kalau sampai terjadi ada layangan nyasar ke antena, Box yang Anda buat tidak berantakan karena tertarik benang layangan.
11. Tegakkan tiang antena AP Anda. Hati-hatilah, kesalahan fatal bisa berakibat kerusakan pada perangkat AP dan Antenna Omni.

12. Rapikan kabel UTP yang terjulur, periksa sekali lagi koneksi wifi. Kalau koneksi OK, tinggal merapikannya itu lho...

13. Jika semua bekerja dengan baik langkah berikutnya adalah menghitung total pengeluaran untuk investasi Anda di RT/RW Net ini :

Perangkat dibeli di Data Centric Lt.4 Mangga Dua Mall :
  • Radio Wifi OEM type EW 7102 seharga Rp.550.000,-
  • Pigtail Cable N to RP-SMA seharga Rp. 150.000,-
  • POE seharga Rp.150.000,-
Perangkat dibeli di Ozone Network Solution Lt.5 Mangga Dua Mall :
  • Antenna Omni-OEM 2.4GHz 15dBi Radome Material Fiberglass Seharga Rp.650.000,-
  • Surge Arrester XL-NMNFB 9 Altelicon seharga Rp.210.000,-
Perangkat dibeli di Plaza Pinangsia-Glodok :
  • Kabel UTP 15m termasuk connector RJ-45 2 buah Seharga Rp.85.000,-
Total Investasi (tidak termasuk Hub D-Link) adalah Rp.1.795.000,-
Kemahalan ? Ah, biasalah ada yang ketepu ada yang menepu.....

14. Sekarang periksa lingkungan Anda, berapa banyak calon client yang bisa digarap? Berapa lama Anda ingin segera BEP?

Silahkan coba..

Selengkapnya.....

Review Axioo Pico

Karena tertarik dengan bobotnya yang kurang lebih sekilo, dan kelihatannya praktis kalau harus dibawa-bawa, saya lalu memutuskan untuk membeli Axioo Pico. Namanya sebenarnya cukup keren. Dan itulah awal kekecewaan saya terhadap produk Axioo Pico yang spesifikasinya sangat mirip dengan MSI Wind U100 ini.

UMPC (Ultra Mobile PC) dengan spesifikasi OS menggunakan Windows XP Home ini memakai Prosesor Intel Atom N270 1,6GHz; RAM 1GB (max 2GB); HDD 160GB belum di split; Layar 10inch yang lumayan dengan resolusi 1024 x 600, Bobot 1,1 kg; Dimensi 260x180x31,5 mm; Baterai 3-sel=2jam; Kinerja MobileMark 2007 skor 72, 3DMark03 skor 606, booting 34 detik; Perlengkapan 802.11b/g wifi, ethernet, 3 USB 2.0, 4-in-1 card reader (SD, MMC, MS, MS Pro), kamera 1,3 megapixel dan saya tebus seharga Rp 5,2 juta. Sebenarnya memiliki performance yang rata-rata baik.
Sayangnya produk yang kuterima Card Readernya tidak berfungsi. Koneksi WiFinya pun tidak stabil, setelah pemakaian selama kurang lebih setengah jam, koneksi wirelessnya sebentar putus sebentar sambung, walaupun sebenarnya Pico ini punya perangkat WiFi yang kepekaannya cukup bagus, daya tangkap pancaran sinyal WiFi lebih bagus ketimbang Toshiba A105.
Setelah saya tukarkan ke toko tempat pembelian dengan produk sejenis, giliran battery chargernya yang tidak berfungsi. Kayaknya saya sudah patah semangat dengan Axioo Pico. Mungkin seharusnya memang sebaiknya menggunakan MSI Wind saja sesuai dengan pilihan awal saya.

UpDated
Hasil ujicoba yang saya lakukan dengan perangkat tambahan seperti penggunaan modem sierra wireless, tidak ada masalah, install dan koneksi lancar. Bahkan ketika dipakai untuk keperluan GPSnya pun OK.
Penggunaan fungsi ke external monitor seperti ke LCD Projector juga berjalan baik, hanya sayangnya setting resolusi screen harus dirubah ke 800 x 600 pixels supaya tampilan di LCD tidak "hancur". Konsekwensinya dengan settingan seperti ini malah membuat tampilan di layar Pico yang jadi "hancur".
Pico tidak menyediakan HotKey untuk perpindahan mode ke external monitor. Kita harus mengkonfigurasi secara manual.
UpDate software dan instalasi software tambahan termasuk mudah. Karena Pico yang saya beli sudah dijual bundel dengan software Windows original, jadi registrasi, update dan install secara online tidak masalah.
Saya juga install WinAmp dan coba kualitas sound, setting sound dengan software bawaan yaitu Realtek HD Audio Manager, suara yang muncul memang tidak senyaman seperti kita pakai Laptop pada umumnya. tapi lumayanlah buat dengerin musik sambil kerja.

Berikut platform lengkapnya.

PlatformUMPC
Processor TypeIntel Atom Processor
Processor OnboardIntel® Processor N270 (1.6 GHz, FSB 533, Cache 512KB)
ChipsetIntel 945GM
Standard Memory1 GB DDR2 SDRAM PC-5300
Max. Memory2 GB (2 DIMMs)
Video TypeIntel® Graphics Media Accelerator 950 DVMT 64 MB (shared)
Display Size10" WXGA TFT
Display Max. Resolution1024 x 600
Display TechnologyStandard TFT
Audio TypeIntegrated
Speakers TypeIntegrated
Floppy DriveOptional
Hard Drive Type160 GB Serial ATA 5400 RPM
Optical Drive TypeOptional
ModemOptional
NetworkingIntegrated
Network Speed10 / 100 Mbps
Wireless Network TypeIntel PRO/Wireless 2100BG
Wireless Network ProtocolIEEE 802.11b, IEEE 802.11g
Wireless BluetoothOptional
Keyboard TypeQWERTY 86 keys
Input Device TypeTouch Pad
Slot ProvidedOptional
Card Reader ProvidedSD, MMC, Memory Stick
Interface Provided2x USB 2.0, VGA, LAN, Audio
O/S ProvidedMicrosoft Windows XP Home
Battery Type Rechargeable Lithium-ion Battery
Power SupplyExternal AC Adapter
Weight1.1 kg
Standard Warranty1-year Limited Warranty by Authorized Distributor
Bundled PeripheralsCarrying Case



Selengkapnya.....

Antara Bus, BBG dan Industri Sepeda Motor di Indonesia


Kalau lihat Bus yang digunakan TransJakarta ini, seharusnya bolehlah kita berbangga hati. Ternyata Bangsa kita juga punya kehebatan dalam industri manufacturing otomotif. Apalagi untuk keperluan public transportation dengan bahan bakar gas.
Tapi, pernahkah Anda perhatikan kepadatan traffic light di perempatan-perempatan di Jakarta? Begitu lampu hijau menyala, ratusan sepeda motor berhamburan dipacu melewati jalanan bak gerombolan kambing yang baru saja dilepas dari kandang dalam keadaan kelaparan (untungnya kaki belakangnya tidak nendang kesana kemari). Di Negeri yang sudah disebut-sebut sebagai negeri sepeda motor ini, public transportation yang nyaman memang sudah sangat dibutuhkan. Dengan harapan masyarakat dapat bepergian, dan travelling dari satu tempat ke tempat yang lain maupun dari satu kota ke kota yang lain dengan perasaan aman dan nyaman.

Tetapi itu saja nampaknya tidak cukup. Industri sepeda motor di Indonesia yang sudah seperti industri consumer goods pada umumnya. Banyak model, desain, dan feature motor yang ditawarkan. Industri sepeda motor di Indonesia sudah mirip-mirip industri Handphone. Belinya boleh kredit, harga barangnya cepat turun, kalau mau digunakan cukup dengan menyampaikan identitas KTP untuk registrasi, sisanya sistem administrasi yang melakukan penyelesaiannya. Coba kita lihat, untuk menggunakan HP, Anda hanya membutuhkan Identitas diri seperti KTP untuk registrasi ke salah satu provider GSM atau CDMA yang ada di Indonesia. Setelah itu silahkan gunakan HP Anda. Kalau habis pulsanya, silahkan beli pulsa di counter terdekat. Kalau sepeda motor, Anda cukup serahkan copy KTP di loket pembuatan SIM, sisanya ikuti saja administrasinya, SIM Anda sudah tersedia. Silahkan gunakan sepeda motor Anda, kalau bensin habis, beli saja di SPBU terdekat.
Sesungguhnya yang dibutuhkan Indonesia itu adalah regulasi kendaraan bermotor dengan tahap-tahap sebagai berikut :
  1. Perketat syarat-syarat untuk memperoleh SIM, itu bisa saja dengan cara meningkatkan kualitas ujian SIM. Sanksi pelanggaran yang tegas seperti pembatalan SIM, penundaan pemberian SIM, larangan seumur hidup memperoleh SIM.
  2. Penyempurnaan standar sistem KIR/uji kendaraan bermotor khususnya kendaraan umum.
  3. Penyediaan moda transportasi umum dengan standar baku dan tegas.
  4. Perbaikan jaringan jalan, pelabuhan, stasiun, terminal dan bandara secara menyeluruh dengan pedoman standar pelayanan transportasi publik yang tegas.
  5. Perketat syarat-syarat kepemilikan kendaraan bermotor, khususnya roda dua. Misalnya harus sudah punya SIM sebelum punya sepeda motor.
Mungkin tidak segampang itu mengatur transportasi di Indonesia. Sama seperti tidak gampangnya memahami sejauh apa implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Mungkin begini, biar saja BUMN dan industri manufacturing kendaraan bermotor itu berinovasi seluas-luasnya, biar saja kebutuhan Bahan Bakar baik BBM maupun BBG beradu kuat dengan harga, sisanya silahkan pantau daya dukung masyarakat untuk beradaptasi dengannya. Tidak perlu regulasi.

Selengkapnya.....