Manajemen Pemasaran : Dampak Krisis Global Terhadap Industri Perikanan di Kalimantan Timur

BAB I PENDAHULUAN

Berbagai peristiwa sepanjang tahun 2008, seperti harga minyak yang meroket hingga level tertinggi pada $147 per barel pada bulan Juli tahun 2008 dan sekaligus menukik tajam hingga posisi terendah dalam empat tahun terakhir yaitu pada kisaran $30 per barel pada bulan Desember 2008 dan adanya krisis global yang terjadi sepanjang tahun 2009 kini nampaknya telah memberikan dampak luas terhadap industri (usaha kecil, menengah dan besar) perikanan. Walaupun Potensi Kelautan dan perikanan Kalimantan Timur sebenarnya memiliki sumberdaya ikan yang cukup besar tapi pemanfaatannya belum optimal. Hal itu bisa dilihat dari potensi perikanan tangkap Kaltim, di lingkar Selat Makassar yang luasnya 98.000 km2 dengan zona ekslusif 40.000 km2. Diperhitungkan nelayan Kaltim bisa memanfaatkan laut seluas 13.800 km2 dengan potensi tangkapan mencapai ± 339.000 ton/tahun, tetapi baru dimanfaatkan kurang dari 40%. Namun saat ini kita belum bisa membayangkan apakah hari-hari ke depan industri perikanan kita masih berjalan kalau tidak segera diambil langkah-langkah penyelamatan. Perlu segera dicari solusi nyata agar industri yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat banyak dan penghasil devisa negara tidak tenggelam dihempas badai krisis global.

BAB II PEMBAHASAN

Dampak Krisis Global
Sebagai sektor penghasil pangan strategis, sektor perikanan mengalami dua kondisi berbeda yang agak ekstrim, yaitu: mengalami kenaikan harga tajam pada semester pertama dan mengalami kejatuhan harga yang signifikan pada semester kedua. Pada semester pertama 2008, hampir seluruh analisis tertuju pada melonjaknya harga pangan, sampai 2-3 kali lipat dibandingkan harga pangan di 2005. Tiga faktor utama yang sering dianggap bertanggung jawab terhadap eskalasi harga pangan dan pertanian di tingkat global, yaitu: (1) fenomena perubahan iklim yang mengacaukan ramalan produksi pangan strategis, (2) peningkatan permintaan komoditas pangan karena konversi terhadap biofuel, dan (3) aksi spekulasi yang dilakukan para investor (spekulan) tingkat global karena kondisi pasar keuangan yang tidak menentu.
Dampak krisis global bagi nelayan saat ini sudah dirasakan hampir merata di seluruh tanah air dalam berbagai kesulitan yakni,
pertama, Untuk sektor perikanan, kalimantan Timur mengandalkan ekspor ikan dan udang, khususnya ke Taiwan, Jepang, Korea dan sedikit Amerika Serikat. Produksi ikan nasional secara kumulatif pada 2008 diperkirakan 8,1 juta ton, suatu peningkatan yang sangat signifikan (32 persen per tahun) dari angka produksi 6,1 juta ton pada 2004. Berhubung begitu kuatnya keterkaitan sektor perikanan tekanan ekonomi global, masyarakat sangat khawatir akan dampak krisis keuangan global saat ini, khususnya terhadap kesejahteraan nelayan, terutama nelayan skala kecil dan menengah. Sebelum krisis keuangan global, produksi perikanan di tingkat global diperkirakan 7,5 juta ton, termasuk 3,8 juta berasal dari budidaya udang. Maksudnya, produksi udang budidaya telah melebihi produksi perikanan konvensional, karena semakin intensifnya usaha budidaya udang. Angka ini lebih banyak didorong oleh tingginya produksi udang budidaya selama lima tahun terakhir dengan tingkat pertumbuhan 21 persen per tahun. Laju pertumbuhan udang budidaya diperkirakan melambat pada 5-6 tahun mendatang, dengan laju pertumbuhan 6 persen atau kurang.
Pelemahan ekspor udang yang terjadi sesungguhnya terlihat dari beberapa hal berikut:
  1. Permintaan importir udang AS untuk menegosiasikan ulang kontrak untuk menurunkan harga dan volume produk perikanan.
  2. Terjadi keterlambatan pembayaran oleh importir produk perikanan dari AS. Beberapa eksportir udang mengeluhkan keterlambatan pembayaran selama dua minggu meski produk ekspor sudah diterima.
  3. Berdasarkan data ACPI, harga ekspor udang tanpa kepala US$7,15/ kg, dan sejak Oktober ditekan 2008 menjadi US$6,38/ kg. Penurunan harga ini adalah kesepakatan beberapa pelaku usaha untuk mempertahankan pasar.
Tidak saja ekspor, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berpengaruh terhadap besaran modal. Logikanya bila ada pelanggan dengan permintaan besar, mengapa harus dicari pelanggan lain yang belum tentu permintaannya besar.

Kedua
, meningkatnya jumlah angka pengangguran di sektor perikanan akibat kehilangan pekerjaan, seperti: para anak buah kapal (ABK). Umpamanya, di pesisir Pantai manggar Balikpapan tenaga kerja yang bekerja dalam perikanan adalah merupakan mayoritas penduduk. Artinya, berhentinya aktivitas melaut bagi kapal-kapal di daerah tersebut akan dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) para ABK ditambah lagi karyawan yang bekerja dalam industri terkait. Hal yang sama juga berlaku bagi perikanan dibawah 30 GT yang sebagian dalam beberapa minggu terakhir mereka tidak lagi melaut sehingga bekerja serabutan demi menutupi kehidupan sehari-hari.

Ketiga
, industri pengolahan, usaha mikro, kecil dan menengah (UKMK) perikanan terancam gulung tikar. Usaha industri pembekuan udan sebagian telah mengurangi aktivitasnya. Mereka mulai kesulitan mendapatkan pasar ekspor. UKMK yang juga terancam berhenti akibat kondisi ini adalah usaha petambak tradisional yang tidak memiliki akses langsung dan luas kepada perusahaan pengolahan, pembeli potensial dan cold storage.Terlebih dengan menurunnya harga pasaran udang, membuat mereka semakin lemah dihadapan pelaku produksi udang intensif dan semi intensif. Udang dari petambak tradisional dan semi intensif umumnya didistribusikan pengumpul ke pengecer, pasar swalayan, dan institusi lainnya. Mata rantai penjualannya, pengumpul mendapat udang dari petambak tradisional. Lalu membawanya ke pabrik pengolahan, pasar sawalayan, atau institusi lainnya.

Keempat, terbukanya kapal asing beroperasi di perairan Indonesia. Berhentinya usaha perikanan nasional memberikan peluang bagi kapal asing menangkap ikan di Indonesia. Kini, nelayan Indonesia dari beberapa daerah sentra-sentra perikanan sudah banyak yang bekerja di kapal asing. Tentu hal ini sangat menyedihkan karena kapal asing akan mengeruk secara tak terkendali sumberdaya perikanan kita, seperti halnya kasus di berbagai perairan yang rawan kapal asing yang potensinya masih cukup melimpah.
Adanya konflik antarnelayan seperti yang terjadi pada 2005-2006, terjadi kasus pembakaran beberapa kapal dari 23 unit milik nelayan dari Jawa Tengah yang bersadar di Pelabuhan Telaga Emas, Kampung Baru Balikpapan.
Nelayan setempat marah karena para nelayan dari Jawa Tengah dengan mesin kapasitas besar serta alat tangkap cukup canggih yakni "purse seine" (pukat cincin) beroperasi sekitar 20-30 mil dari pantai Balikpapan, yang merupakan wilayah tangkap nelayan tradisional Balikpapan. Beroperasinya nelayan dari Jawa Tengah itu menyebabkan tangkapan nelayan Balikpapan menurun mencapai 40-60 persen karena mereka beroperasi di dekat rumpon nelayan setempat serta menggunakan alat cukup canggih.

Kelima, Kondisi para nelayan tradisional itu kondisinya sekarang kian terpuruk akibat terpaan krisis ekonomi global, menjadikan ketergantungan pada kebutuhan dukungan permodalan dengan bunga sangat lunak, hal itu bisa dilakukan dengan membangun lembaga jaminan kredit oleh bank daerah. Dukungan permodalan sangat penting karena keterbatasan itu menyebabkan mereka sulit menjangkau kawasan tangkapan dalam atau kawasan ZEE.

Urgensi Kebijakan Pemerintah
Dalam situasi ini yang memprihatinkan tersebut maka kebijakan Pemerintah dalam rangka menyelamatkan industri perikanan harus segera dapat dioperasionalkan dengan mempertimbangkan segala masukan dari stakeholder.
Beberapa alternatif kebijakan perlu dilakukan, karena bila mencermati kebijakan tersebut nampaknya penanggulangan beban nelayan maupun pelaku UKMK, dan industri pengolahan akibat dampak krisis global harus segera teratasi.
Sementara nasib nelayan tradisional, nelayan kecil dan buruh perikanan yang beroperasi di daerah perlu juga mendapat perhatian. Selain karena memang dari dulunya mereka miskin, juga mereka dipastikan akan semakin sengsara akibat dampak krisis global yang mau tidak mau akan menyentuh perekonomian mereka.
Kebijakan pendelegasian perizinan di level provinsi yang semula dikeluarkan pemerintah pusat juga akan berpotensi menimbulkan masalah baru. Kebijakan ini berpotensi akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu di daerah untuk mendapatkan keuntungan sesaat, umpamanya melalui percaloan atau jual beli perizinan sehingga diperlukan pengawasan yang sangat ketat. Akibatnya kebijakan ini hanya akan menambah beban nelayan di daerah.

BAB III KESIMPULAN

Solusi kebijakan dari kondisi tersebut diatas adalah perlu adanya kesiapan sektor bidang kelautan dan perikanan untuk mengantisipasi kemungkinan sektor-sektor yang tidak bisa diperbaharui mencapai masa akhir produksi. Selain itu arah pengembangan hendaknya dengan menggunakan klaster-klaster yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.
Pengembangan klaster-klaster sesuai dengan komoditas unggulan masing-masing daerah, yang memerlukan kerja keras dan kerjasama serta dukungan semua pihak misalnya dari perindustrian, koperasi, perdagangan, Badan Penanaman Modal, Badan Pengembangan Industri dan BUMN Daerah. Terlebih yang sangat dibutuhkan dukungan dari lembaga-lembaga keuangan.



DAFTAR PUSTAKA
  1. Philip Kotler, Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Jilid 2, Terjemahan, Edisi Kedua Belas, PT. Indeks, Jakarta, 2007;
  2. Prof.Dr.Suharno, SE.,MM, Yudi Sutarso, SE., MM, Marketing In Practice, Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman, Samarinda, 2009;
  3. Info Sheet Kiara (Fisheries Justice Coalition), Edisi Desember 2008, http://kiara.or.id/images/stories/Rekam_Jejak_Krisis_Keuangan_Global_Terhadap_Sektor_Perikanan_Indonesia.pdf , (online), diakses 24 April 2009;
  4. Bustanul Arifin, Peternakan dan Perikanan di Tengah Krisis Global, http://barifin.multiply.com/journal/item/56 , (online), diakses 24 April 2009:
  5. Tridoyo Kusumastanto, The End of History Industri Perikanan Nasional, http://www.box.net/index.php?rm=box_v2_download_shared_file&blog&file_id=f_90196075 ,(online), diakses tanggal 26 April 2009
  6. Anonim, Optimalisasi Perikanan Kaltim Butuh Permodalan, http://www.news.roll.co.id/news/35122-____optimalisasi-perikanan-kaltim-butuh-permodalan____.html, (online), diakses tanggal 27 April 2009
  7. Enny, Potensi Perikanan Belum Dimanfaatkan Optimal, http://www.kaltimprov.go.id/content.php?kaltim=news&code=1&view=2229, (online) diakses tanggal 27 April 2009





SocialTwist Tell-a-Friend

Selengkapnya.....

Etika dan Lingkungan Bisnis: Relokasi Industri Dalam Isu Teknologi Ramah Lingkungan

Relokasi industri dan meningkatnya konsumsi barang impor sesungguhnya memiliki hubungan yang erat dikaitkan dengan isu-isu produk ramah lingkungan. Sebagai gambaran, negara maju yang melakukan relokasi industri seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Perancis, Korea, dan sebagainya. Sedangkan negara yang menerima relokasi industri adalah Cina, India, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Meksiko, dan lain-lain. Relokasi industri memiliki efek dan dampak yang antara lain :
  1. Wilayah pemasaran semakin meluas.
  2. Membayar upah buruh yang lebih murah dan bertambahnya kesempatan kerja
  3. Mendapatkan modal segar baru secara langsung.
  4. Pendapatan negara dari pajak dan pendapatan perkapita penduduk dari upah atau gaji bertambah
  5. Pengalihan atau alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang.
  6. Menimbulkan persaingan yang mungkin akan mematikan industri yang sama di dalam negeri.
  7. Masuknya budaya baru yang mungkin bertentangan dengan budaya lokal.
  8. Sebagian besar keuntungan yang diperoleh bisnis asing tersebut akan lari ke luar negeri.
Sebagai contoh adalah Panasonic Corporation yang pada tahun ini akan melakukan ekspansi US$ 50 juta untuk memperluas pabrik elektronik dan menambah kapasitas produksinya di Indonesia. Pengalihan ini dilakukan dengan melihat perekonomian Indonesia tidak terlalu kena dampak krisis, kondisi politiknya stabil, dan pasar domestik yang kuat.

Sedangkan industri dalam negeri seperti di bidang permeubelan dan produk kerajinan Indonesia semakin baik dalam menyiapkan diri sebagai industri yang menhasilkan produk dengan memperhatikan unsur lingkungan, perbaikan ekonomi bagi masyarakatnya, dan bahan baku produksi yang diperoleh secara legal dan bukan dari hasil penebangan liar atau illegal logging. kesempatan berkembang semakin terbuka pada perusahaan-perusahaan yang sudah bersertifikat ramah lingkungan atau ecolabel. Industri mebel merupakan industri yang membutuhkan bahan baku kayu dalam setiap produksinya. Di beberapa negara Eropa, konsumen mendorong setiap produk berbahan baku kayu yang masuk ke pasar mereka berasal dari sebuah proses produksi yang mengutamakan aspek kelestarian. Sehingga dikenal adanya persyaratan sertifikat ekolabel bagi setiap produk yang masuk ke negara tersebut.

Dilain pihak, walaupun sesungguhnya dari sisi kualitas produk asal Indonesia masih lebih baik, Namun adalah fakta bahwa saat ini Indonesia merupakan daerah tujuan bagi produk mainan, komputer dan berbagai produk home appliances berharga murah dan berkualitas buruk. Produk sandang impor dengan kualitas kain yang rendah, Kulkas tidak ramah lingkungan, monitor yang radiasinya tinggi, printer bekas. Serbuan barang bekas banyak sekali dan rakyat kita tetap bangga karena produk luar negeri. Akibatnya tidak ada gairah orang untuk berbisnis dengan baik. Bahkan kini Indonesia diserbu pula oleh produk elektronik bekas dan berkualitas rendah ke Indonesia. Termasuk pula di sektor agro industri khususnya produk-produk hilir hasil industri negara lain seperti `nugget` udang semakin marak dan mudah ditemui di pasar ritel.
Nampaknya, ada kecenderungan dan prediksi pertumbuhan industri yang minus pada tahun 2009 ini seperti cabang industri tekstil, barang kulit dan alas kaki. Sedangkan kebalikan dari kondisi itu adalah prediksi adanya pertumbuhan pada sektor industri barang dan kertas cetakan, pupuk, kimia, dan barang dari karet, logam dasar, besi dan baja. Dimana pertumbuhan terbesar disumbang melalui alat angkut, mesin dan peralatan dan subsektor makanan, minuman dan tembakau.

Bahwa negara-negara importir semakin mempersyaratkan ketentuan ecolabeling terhadap produk-produk yang masuk kenegaranya, maka pergerakan relokasi industri sesungguhnya tidaklah berdasarkan pada isu-isu lingkungan. Tetapi lebih pada faktor – faktor pangsa pasar, ketersediaan bahan baku, regulasi dan upah buruh. Sedangkan industri-industri yang resourcenya belum memperhatikan ecolabeling akan mengalami segmentasi pasar yang semakin sempit.

Dalam situasi ini nampaknya Indonesia dengan potensi pasar domestik yang luar biasa serta persepsi masyarakat kebanyakan terhadap suatu produk yang masih belum memperhatikan isu ecolabeling, sangatlah berpengaruh terhadap serbuan produk-produk tidak ramah lingkungan dari negara-negara tertentu. Termasuk terjadinya relokasi industri yang teknologinya belum ramah lingkungan ke Indonesia.

Industri secara umum adalah kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan metode yang sama dalam menghasilkan laba. Karena itu, dampak secara ekonomi lebih dirasakan, padahal berdirinya industri tentu membawa dampak, baik itu bagi lingkungan hidup maupun lingkungan social. Beberapa dampak tersebut diantaranya seperti mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri dan bagi lingkungan hidup industri membawa banyak dampak negative seperti pencemaran iar, populasi udara dan lain sebagainya.

Pemecahan terbaik atas situasi ini adalah pemerintah harus secara konsisten melakukan beberapa upaya yakni, mengembangkan teknologi mandiri secara terus menerus, memperluas standarisasi, akredittasi dan pengendalian. Di sisi lain, larangan impor komoditas – komoditas tertentu harus didasarkan alasan yang jelas dan uji klinis bila larangan tersebut yang dilakukan berdasarkan alasan kesehatan.


DAFTAR PUSTAKA
  1. Kompas Cetak, http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/05/15/00345730/asing.ancaman.atau.peluang, diakses tanggal 2 April 2009
  2. Jurnal Ilmiah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), http://fpips.upi.edu/jurnalfpips/log_user/geogea.php?startrow=20, diakses tanggal 2 April 2009
  3. C@ndR_heaven, http://xcandrx.blogspot.com/2008_12_01_archive.html, diakses tanggal 2 April 2009
  4. Suara Merdeka, http://www.suaramerdeka.com/harian/0603/13/eko06.htm, diakses tanggal 2 april 2009
  5. Analisis Strategi Pengembangan Penggunaan Bahan Baku Kayu Bersertifikat Ekolabel di Indonesia/ -- 2006, http://elibrary.mb.ipb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=mbipb-12312421421421412-wishnutirt-541, diakses tanggal 2 April 2009








SocialTwist Tell-a-Friend

Selengkapnya.....

Manajemen Finansial : FINANCIAL OPTION AND THEIR VALUATION CHAPTER 8

Terjemahan bebas dari Buku Financial Management
Oleh EUGENE F BRIGHAM dan MICHAEL C EHRHARDT 11 TH EDITION 2005

Microsoft sudah menghibahkan lebih dari 800 juta opsi kepada karyawannya atau sekitar 16.000 opsi per orang, tentu saja banyak karyawan mempunyai sedikit opsi dan sebagian mempunyai lebih banyak, namun bagaimanapun juga anda pikir itu adalah banyak. Microsoft bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan mega hibah, Bank of America, Citigroup, IBM, JP Morgan, dan Ford adalah diantara banyak perusahaan yang sudah menghibahkan lebih dari 100 juta opsi kepada karyawannya. Apakah pekerjaan anda berhubungan dengan teknologi tinggi seperti Microsoft, perusahaan jasa keuangan seperti Citigroup, atau suatu manufactur seperti Ford, mungkin anda telah menerima opsi saham, dengan demikian penting bagi anda untuk mengetahuinya.
Dalam hibah khusus, anda dapat menerima opsi saham dan membelinya pada harga “yang telah ditetapkan” pelaksanaan atau sebelum jatuh tempo. Kebanyakan penjadwalan mempunyai suatu periode, dimana anda tidak bisa mengunakan opsi untuk bertransaksi. Misalnya anda mendapat hibah opsi sebanyak 1.000 dengan harga $50, dengan masa jatuh tempo 10 tahun, dengan masa pemberian 3 tahun. Anda tidak dapat mengunakannya opsi karena batas pemberiannya adalah tiga tahun sejak anda bekerja diperusahaan tersebut. Setelah tiga tahun anda menjadi karyawan maka anda dapat menggunakan opsi tersebut. Sebagai contoh: Jika saham mendekati angka $110, dan anda membayar perusahaan $50 (1.000) = $50.000 dan selayaknya harga diterima $ 110.000. Bila dalam 10 tahun kita tidak mengunakan opsi tersebut maka akan berakir sia-sia.
Dana terkadang menemui sebuah kondisi, yang disebut “dana pajak bersyarat” atau kadang-kadang disebut “insentif opsi saham”; bila tidak maka dana tersebut merupakan “hibah yang tidak ber-kualifikasi”. Jika kita menahan sedikitnya satu tahun dan menjual saham tersebut, katakana untuk $150 anda menginginkan keuntungan modal jangka panjang 1.000 ($ 150 -$50) = $100.000, maka akan terkena pajak di tingkat keuntungan modal yang lebih rendah.
Sebelum anda melihat kekayaan yang baru diperoleh, anda sebaiknya menemui akuntan anda, anda akan beuntung ketika menggunakan opsi pajak berkualitas yang tidak dapat dikenakan pajak minimum alternative (AMT). Dengan tariff pajak AMT sampai dengan 28%, anda berarti akan berhutang 0.28(110-50)(1000) = 16.800, disinilah orang akan menemui masalah. Pajak AMT akan tiba pada April berikut, dan bila kita menunggu untuk menjual pada masanya maka kita tidak akan membayar pajak AMT kita. (pada penjualan tersebut akan mengkualifikasikan modal jangka panjang kembali).
Namun, apa yang terjadi bila harga saham turun menjadi $5 pada bulan April depan? Anda dapat menjual saham anda yang naik hanya $5 (1.000) = $$ 5.000 tunai. Tanpa di detailkan, anda memiliki suatu kerugian jangka panjang $ 1.000, tetapi IRS (dinas pajak AS) membuat peraturan yang membatasi kerugian modal bersih anda dalam satu tahun sebesar $ 3.000. Dengan kata lain, uang dari pajak penjualan hamper cukup untuk menutupi pajak AMT anda. Anda mungkin akan dapat mengurangi pajak anda pada tahun berikutnya, karena pajak AMT anda terbayar pada tahun ini dan menutupi kerugian jangka panjang anda. Namun sekarang ini tidak membantu, karena anda telah kehilangan $45.000 dari penanaman modal $50.000. Sekrang anda memiliki jumlah uang sangat sedikit dan ditambah kerugian, IRS akan menuntut anda untuk membayar pajak AMT sebesar $16.800.
Setiap manajer harus mengerti prinsip dasar dari pemberian harga opsi. Pertama, banyak proyek yang mengijinkan campur tangan manajerial apabila kondisi pasar berubah. Ini adalah “opsi yang tersimpan”, dapat diartikan perbedaan antara proyek yang sukses dan gagal. Memahami dasar opsi keuangan akan membantu untuk mengatur nilai yang melekat pada opsi sebenarnya, yang mana dijelaskan pada chapter 12. Kedua, banyak perusahaan menggunakan salinan untuk mengatur resiko, dan memahami opsi keuangan, perlu sebelum melakukan salinan sebagaimana tercantum dalam chapter 23. Ketiga, teori pemberian harga opsi menyediakan wawasan pada pengoptimalan pilihan hutang yang tidak dapat dituntut atau hutang wajar, khususnya saat keamanan perubahan berpengaruh pada topic ini terdapat pada chapter 16, 17 dan 21. Terakhir, memahami opsi financial akan membantu anda berhubungan dengan opsi saham karyawan yang anda terima.

OPSI KEUANGAN
Sebuah opsi adalah kontrak yang diberikan kepada pemegang yang berhak membeli (atau menjual) sebuah asset pada beberapa penentuan harga awal dalam periode waktu khusus. Bagian-bagian berikut menjelaskan beberapa perbedaan tampilan yang mempengaruhi nilai opsi.

Jenis Opsi dan Pasar
Ada banyak jenis opsi dan opsi pasar. Untuk menggambarkan bagaimana opsi bekerja, seandainya anda memiliki 100 bagiaan dari General Computer Corporation (GCC), yang pada hari Jum’at 9 Januari 2004 menjual seharga $ 53.50 perbagian, anda dapat menjual kepada seseorang yang tepat untuk membeli 100 bagian anda kapanpun sampai 14 Mei 2004 pada harga, katakanlah $55. Perbagian ini disebut opsi Amerika karena ini dapat digunakan kapapnpun sebelum masa berlakunya habis. Sebaliknya opsi Eropa hanya dapat digunakan pada tanggal habis masa berlakunya $55 disebut umpan atau latihan harga hari terakhir opsi dapat digunakan disebut tanggal jatuh tempo seperti adanya opsi dan mereka diperdagaangkan. Pada jumlah penukaran bersama, papan penukaran opsi Chicago (CBOE) menjadi yang tertua dan terbesar. Jenis opsi di tetapkan sebagai opsi panggilan, karena pembeli telah menelepon untuk 100 bagian saham. Pembeli dari sebuah opsi menelepon penulis opsi. Opsi penanam modal yang telah dicatatkan dijual pada saat saham naik dan disebut opsi terbuka. Saat harga percobaan merubah harga saham sekarang opsi panggilan disebut diluar keuntangan saat harga saham kurang dari harga saham sekarang opsi tersebut dalam keuntungan.
Anda juga dapat membelu sebuah opsi yang memberi anda hak untuk menjual saham pada harga khusus dalam beberapa periode kedepan ini disebut saat opsi jual. Sebagai contoh, apabila anda pikir saham GCC akan turun dari level sekarang $53.50 selama empat bulan kedepan. Sebuah saham jual akan memberi anda hak atas harga yang ditetapkan meskipun setelah harga pasar turun dan mendapat keuntungan. Tabel 8-1 menyediakan dapa, pada opsi GCC anda dapat membeli empat bulan opsi jual $21.875($23/16x100) itu akan memebri anda hak untuk menjual 100 bagian itu tidak akan perlu pada harga $50 per bagian. $50 adalah harga umpan berharap anda membeli 1.000 bagian kontrak ini untuk $218.75 dan kemudian saham GCC $45 anda dapat membeli saham pasar terbuka seharga $45 dan menggunakan harga anda. Dengan menjual saham tersebut seharga $50 keuntungan anda dari menggunakan opsi akan sebesar ($50-$45)(100)=$500. Setelah mengurangi $218.75 dan membayar opsi, keuntungan anda (sebelum pajak dan komisi) akan menjadi $281.25.
Tabel 8-1 berisi kutipan dari table daftar penentuan opsi yang akan muncul hari berikutnya di Koran harian. Opsi Sport World’s, pada Februari $55.00 terjual seharga $0.50. Jadi, untuk $0.50(100)=$50 anda dapat membeli opsi yang dapat memeberi anda hak untuk membeli 100 bagian dari saham Sport World’s seharga $5.5 per bagian dari Januari sampai Februari atau selama bulan berikutnya. Apabila harga saham tetap dibawah $55 selama periode tersebut, anda akan kehilangan $50. Tapi apabila naik menjadi $65, investasi $50 anda akan naik pada nilai ($65-$55)(100)=$1.000 kurang dari 30 hari. Dapat diterjemahkan sebagai suatu nilai hasil annualized yang sehat. Secara tiba-tiba apabila harga saham naik, anda tidak akan menggunakan opsi anda dan membeli saham tersebut. Lebih baik anda akan menjual opsi yang mana kemudian akan bernilai setidaknya $1.000 dibandingkan $50 yang harus anda bayarkan. Pada pembeli opsi lain atau penjual aslinya.
Pada penambahan opsi pada saham personal, opsi juga tersedia pada beberapa saham index misalnya NYSE index dan S&P 100 index. Opsi index mengijinkan seseoraang untuk menghindar (atau berubah) untuk kenaikan atau penurunan di pasar umum sekaligus pada saham personal.
Opsi perdagangan adalah satu dari aktifitas keuangan yang paling dinamis di AS. Pengaruhnya menyebabkan hal ini memungkinkan untuk petaruh dengan hanya beberapa dollar untuk mendapat keberuntungan hampir semalaman. Juga, penanaman modal dengan tugas lumayan dapat menjual opsi berlawanan dengan saham mereka dan memperoleh nilai opsi (krang dari komisi perantara). Walaupun harga saham tetap yang paling penting opsi dapat digunakan untuk menghindari yang melindungi nilai dari saham personal atau portofolio.
Opsi konvensional secara umum tertulis untuk 6 bulan atau kurang tapi jenis baru dari opsi yang disebut Long-term Equity AnticiPtaion Security (LEAPS) berbeda. Seperti opsi konvensional LEAPS terdaftar pada penukaran dan tersedia baik dalam saham personal maupun index saham. Perbedaan utama adalah opsi Long-term memiliki batas waktu sampai 21/2 tahun. Satu tahun LEAPS seharga sekitar dua kali sama banyak dengan tiga bulan opsi yang sebanding. Tapi karena mereka lebih lama waktu masa berlalunya LEAPS menyediakan peluang lebih untuk para pembeli dan penawaran perlindungan lebih baik Long-term untuk portofolio.
Perusahaan yang opsi sahamnya tertulis tidak perlu melakukan apapun pada pasar opsi. Perusahaan tidak mendapatkan uang pada pasar opsi. Mmereka juga tidak melakukan transaksi langsung lebih dari itu. Pemegang opsi tidak memimpin kurs atau menerima keuntungan saham. Hal ini telah dipelajari oleh mereka. Jadi walaupun opsi perdagangan stabil atau tidak, aktivitaas pasar saham membantu untuk mendapatkan pertukaran baru yang tidak menyakinkan, tetapi opsi perdagangan disini untuk ada dan saham adalah permainan yang paling menarik di kota.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Nilai Dari Opsi Panggilan
Tabel 8-1 menyediakan beberapa pengertian penilaian opsi panggilan setidaknya ada 3 faktor yang mempengaruhi nilai opsi panggilan:
  1. Harga pasar berbanding harga penawaran. Lebih tinggi opsi saham pasar daripada harga penawaran. Yang lebih tinggi akan opsi panggilan dari harga Sport World/s &55 opsi panggilan pada Februari opsi terjual seharga $4.25. Perbedaan ini naik karena harga saham U.S sekarang adalah $565/8 berbanding hanya $531/8 untuk Sport World’s.
  2. Level harga penawaran. Lebih tinggi harga penawaran, lebih rendah harga saham. Jadi, seluruh opsi panggilan GCC’s tanpa memperhatikan penggunaan opsi sebagai harga penawaran naik.
  3. Lamanya opsi. Lebih lama periode opsi, lebih tinggi harganya. Ini terjadi karena lebih lama waktunya sebelum habisnya masa berlaku. Kesempatan harga saham akan merangkak naik lebih besar. Jadi, harga opsi akan naik apabila tanggal habisnya masa berlaku lebih lama.
Faktor lain yang mempengaruhi nilai opsi khususnya perubahan harga saham akan di bahas di bagian berikutnya.

Percobaan Nilai Berbanding Harga Opsi
Bagaimana harga actual dari opsi pangilan berpengaruh pada pasar? Kita saat ini menggunakan model (The Black-Scoles Model) untuk memberi harga opsi tapi, pertama-tama sangat berguna untuk menetapkan konsep dasar. Untuk memulainnya kita lakukan percobaan nilai opsi sebagai berikut:
Nilai Percobaan = MAX (Harga Saham Sekarang-Harga Penawaran,0)
Nilai percobaan adalah apakah opsi bernilai apabila segera habis masa berlakunya. Contohnya: apabila saham terjual untuk $50 dan opsinya memiliki harga penawaran $20, kita dapat membeli sahamnya untuk $20. Dengan menggunakan opsi anda akan memiliki saham $50 tapi anda hanya harus membayar $20. Demikian, opsi akan menjadi $30 apabila anda menggunakannya segera. Nilai penggunaan minimum adalah nol karena tidak seorangpun akan menggunakan opsi yang tidak dalam keuntungan.
Gambar 8-1 berisi beberapa data dalam Space Technology Inc. (STI) sebuah perusahaan yang baru-baru ini terkenal dan harga sahamnya telah naik sepanjang sejarah. Kolom ketiga di table data menunjukkan nilai penggunaan untuk opsi saat saham terwujud dalam harga yang berbeda. Kolom keempat adalah harga pasar actual untuk opsinya dan kolom kelima menunjukkan harga opsi perdaana dalam penggunaaan nilai. Pertama, tandai bahwa nilai pasar daripada opsi adalah nol. Saat saham nol ini karena harga saham turun menjadi nol ssaat tidak ada kemungkinan perusahaan akan pernah membangkitkan arus uang, dengan kata lain perusahaan harus keluar dari bisnis. Dalam contoh situasi, sebuah opsi akan bernilai.
Yang kedua, pemberitahuan bahwa menurut harga pasar ini selalu lebih baik atau sama dari harga latihan. Jika harga pilihan selalu dibawah harga latihan, kemudian anda bisa membeli pilihan dan dengan segera melatih ini, untuk memperoleh keuntungan yang tidak berisiko. Karena setiap orang akan mencoba untuk melakukan ini, harga pilihan akan menjadi naik setelah ini paling tidak setinggi harga latihan.
Ketiga, pemberitahuan bahwa menurut harga pasar ini lebih baik dari nol walaupun ketiga pilihannya adalah tidak ada keuntungan. Contohnya, harga pilihan adalah $ 2 ketika harga gudang adalah hanya $10. mengacu pada sisa waktu setelah batas akhir dan perubahan stok, iini adalah kesempatan untuk harga gudang akan naik diatas $20, jadi harga pilihan menjadi berharga walaupun jika ini tidak ada keuntungannya.
Keempat, gambar 8-1 menunjukkan harga pilihan terus-menerus eningkat seperti kenaikan harga gudang. Ini tidak mengejutkan, sejak harga pilihan diharapkan memberikan hasil yang meningkat bersmaan dengan harga gudang. Tapi pemberitahuan bahwa sebagai harga gudang, harga pilihan dan harga latihan mulai bertemu, dikarenakan harganya berubah menjadi lebih kecil. Ini terjadi karena tidak ada perubahan yang sebenarnya yang akan membuat tidak adanya keuntungan pada batas waktu akhir jika harga gudang sekarang sangat buruk sepenuhnya, harga pilihan seperti sepenuhnya harga gudang, tanpa harga latihan. Walaupun tidak terlihat di gambar 8-1, harga pilihan pasar juga memusat pada harga latihan jika harga pilihan sudah tidak berlaku. Dengan batas waktu yang berakhir, akan banyak waktu untuk harga gudang untuk berubah, jadi harga pilihan pasar sekarang ini menjadi sangat dekat untuk harga latihan untuk semua harga gudang.
Kelima, harga pilihan memiliki lebih banyak pengaruh dari paa harga gudang. Contohnya, jika anda membeli haga gudang pada $20 dan ini naik menjadi $30, anda akan memiliki 50% tariff dari cadangan. Jika anda malah membei harga pilihan, harga ini akan beranjak dari $8 ke $16 berbanding dengan peningkatan dari $20 ke $30. Demikian pula, ada hasil 100% dalam hal ini berbanding hasil 50% di harga gudang. Tentu saja, pengaruhnya adalah berselisih ganda: jika harga gudang jatuh ke $10, kemudian anda akan memiliki 50% kerugian dari harga gudang, tetapi harga pilihan akan jatuh ke $2, meningalkan anda dengan 75% kerugian lain, harga pilihan menambah hasil pada harga gudang, untuk kebaikan atau sebaliknya.
Keenam, bahra pilihan biasanya memiliki pertimbangan potensi untuk naik tetapi terbatas pada resiko. Untuk melihat ini anda sebaiknya membeli harga pilihan $8 ketika harga gudang naik. Harga gudang adalah $28 ketika harga pilihan tidak berlaku, penambahan keuntungan bersih anda akan menjadi $0; anda mendapat $28-$20=$8 ketika anda menggunakan harga pilihan, tetapi investor anda yang sebenarnya memberi $8. Sekarang seharusnya harga gudang menjadi $30 atau $20, pada batas waktu akhir. Jika ini $30, keuntungan bersih adalah $10-$8=$2. Jika ini $20, stok merugi, dan anda akan medapat kerugian menjadi $8 dari investasi anda. Sekarang seharusnya harga gudang kedua-duannya $30 atau rugi $5. Jika ini $50, kenaikan bersih anda adalah $30-$8=$22; jika $5, kerugian bersih anda tetap pada batas metric anda. Paling besar anda akan rugi $8 dan ini terjadi apakah harga gudang pada masa penutupan adalah $20, $10 atau malah $1. Ditangan lain, setiap dollar dari harga gudang berada diatas $20 menghasilkan uang yang lebih dari hasil dari harga pilihan, dan setiap dollar adalah keuntungan dan $228 adalah uang dari keuntungan bersih.
Di penjumlahan pada harga gudang dan harga latihan, harga pilihan terdiri atas 3 faktor lain: 1) masa harga pasar untuk batas waktu pinjaman, 2) ketidaktepatan dari perubahan harga dan 3) bebas resiko kurs. Kami akan menjelaskan dengan tepat bagaimana factor ini mempengaruhi harga pilihan nanti, tetapi sekarang, catat poin ini:
1. Yang lebih panjang, pilihan panggilan sedang berjalan, yang lebih baik dari harga dan yang lebih bear dari harga standar. Jika harga pilihan lewat di 4 sore hari ini, ini tidak banyak berubah dan harga gudang akan naik banyak, jadi harga pilihan akan dibentuk lebih dekat ke harga latihan dan bayaran ini akan kecil. Ditangan lain, jika jatuh tempo berjalan setahun, harga gudang meningkat tajam, mendorong harga pilihan naik dengan ini.
2. Harga pilihan pada sebuah perubahan stok yang signifikan berharga lebih dari satu pada harga stok gudang. Jika harga gudang bergerak cepat, kemudian disana ada sedikit perubahan dari harga, peningkatan besar pada harga gudang, karena itu harga pilihan tidak akan berharga. Bagaimanapun juga jika harga gudang berubah dengan tinggi, harga pilihan akan lebih mudah menjadi sangat berharga pada saat yang sama, kerugian pada harga pilihan dibatasi – anda dapat membuat kualitas yang tidak terbatas, tetapi anda bisa kehilangan apa yang hanya anda bayar untuk harga pilihan. Oleh karena itu, kemunduruan besar dalam harga gudang tidak akan memberikan dampaak buruk dalam penyesuaian nilai pemilik harga pilihan. Sebagai hasilnya dari tidak dibatasinya bagian atas tetapi dibatasinya bagian sebaliknya lebih potensial, perubahan stok yang lebih besar, peninggian harga dari pilihan tersebut.
3. Harga pilihan akan mengelisahkan di masa depan, dan bagian dari panggilan harga pilihan terhantung pada harga sekarang dari dana untuk digunakan. Jika tingkat tariff yang menarik lebih tinggi, kemudian harga sekarang dari dana yang digunakan rendah, yang mana kenaikan harga pilihan.

Pilihan-pilihan di Perencanaan Ganti - Rugi
Pembiayaan yang diwarisi untuk para eksekutif dan karyawan yanglain adalah “Hybrid” dari ganti-rugi. Pada perushaan, terutama yang kecil, harga pilihan boleh menjadi pengganti untuk gaji tunai – para karyawan rela utuk mengambil gaji tunai yang rendah jikaboleh juga memiliki harga pilihan. Harga pilihan juga menyediakan uang lebih untuk karyawan utuk bekerja lebih keras. Apakah ini unuk memotivasi karyawan atau untuk memilihara uang ttunai, harga pilihan jelas memiliki harga pada saat mereka, dan mereka mentransfer kekayaan dari keberadaan pemilik untuk kayawan untuk perluasan yang mereka tidak mengurangi pembelanjaan tunai attau kenaikan gaji karyawan yang produktivitas cukup untuk memulai menetapkan nilai mereka pada saat adanya isi-isu. Disamping kenyataan kepentingan ekonomi dari pilihan untuk dana, perusahaan tidak perlu melaporkan dana pada mereka yang akan menjdi peryataan atau penyeimbang belaka.
Perusahaan menyukai fakta bahwa dna pilihan memerlukan pembelanjaan tunai dengan cepat, walaupun ini mungkin kekayaan pemegang saham jika ini kemudian dilatih. Para karyawan dan terutaa para CEO, seperti kekayaan yang penting bahwa mereka menerima ketika diberikan pilihan. Walaupun begitu, dari sudut pandang para eksekutif yang mana ganti-ruginya diikat untuk dilaporkan dala keuntungan, adalah fakta bahwa dana bantuan normalnya terlihat hanya di catatan kaki untuk pernyataan financial. Ketika dana bantuan pilihan relative kecil, mereka tidak menunjukkan kepada layer radar investor. Bagaimanapun, sebagai sector yang berteknologi tinggi mulai untuk membuat dana bantuan besar pada 1990-an dan sebagai industri ainnya diizinkan menyesuaikan dalam penggunaan pilihan yang berat, pemilik stok mulai untuk menyadari bahwa dana yang besar akan membuat beberapa CEO kaya menjadi pemegang saham.

Hari ini, di 2004, isu laporan pilihan sangat ramai di pemberitaan. Bermacam akutansi dan badan pengatur sedang mempelajari isu tersebut, dan mereka mungkin menyimpulkan bahwa peraturan baru harus pada tempatnya. Satu Pilihan ( tidak ada niatan ) yaitu untuk melaporkan dana bantuan pilihan sebagai biaya pada pernyataan yang masuk. Untuk melakukan ini, harga pilihan boleh di estimasikan pada waktu pendanaan dan mereka di biayai sepanjang periode. Contohnya, jika harga awalnya adalah $100 juta dan periode yang diberikan adalah 2 tahun, perusahaan akan melaporkan $50 juta sebagai biaya untuk masing-masing 2 tahun kedepan. Pendekatan ini tidaklah sempurna karena ini bukanlah biaya tunai, dan ini tidak mempertimbangkan perubahan didalam nilai pilihan setelah ini boleh pada awalnya. Bagaimanapun juga, ini membuat harga pilihan lebih terlihat bagi investor, yang mana ini adalah perkara yang baik. Beberapa perusahaan besar – termasuk GE, Citigroup, Coca Cola, Berkshire Hathaway, dan Microsoft – sekarang melaporkan atau merencanakan untuk melaporkan pilihan mereka sebagai biaya. Lebih lagi, bagaimanapun juga, kemungkinan sangat tidak cukup sampai yang diamanatkan oleh para agen pengatur atau yang dipaksa oleh pemegang saham. Catatan, meskipun demikian, bahwa sejumlah lembaga investor besar memperhatikan para eksekutif yang menerima pilihan atas dasar perencanaan yang diatur untuk melaporkan keuntungan menjadi lebih baik sebagi cerminan biaya sebenarnya dari bisnis. Investor itu memiliki ini di dalam kekuatan mereka untuk menyerang perusahaan untuk memegang kendali dan memulai pilihan biaya, jadi perubahan mungkin bisa datang lebih cepat bukannya nanti.

Dikarenakan poin 1 dan 2, dalam grafik gambar 8 – 1 akan menunjukkan bahwa yang lebih panjang adalah harga pilihan, yang lebih tinggi ini garis harga pasar akan menjadi diatas garis harga latihan. Dengan cara yang sama, perubahan yang lebih dalam harga yang mendasari stok, yang lebih tinggi akan menjadi garis harga pasar. Kita akan lihat dengan seksama bagaimana faktor-faktor ini, dan juga tarif yang bebas resiko, berdampak pada nilai pilihan ketika kita mendiskusikan model Black – Scholes.

PERKENALAN UNTUK MODEL HARGA PILIHAN : PENDEKATAN BINOMIAL
Semua model penghargaan pilihan didasari oleh konsep resiko yang tidak terbatas. Tujuan dari pembatasan ini bukan untuk membuat pengamanan yang tidak beresiko – kamu dapat membeli perbendaharaan pengamanan untuk itu -, tetapi, sebagai gantinya, untuk menentukan berapa besar pilihan itu dihargai. Untuk diberi pekerjaan, haruslah investor yang hipotesis. Kita biasa menyebutnya Bedger, membeli stok dan yang bersimultan ditulis sebagai sebuah panggilan pada stok. Sebagai hasilnya dari itu adalah pilihan panggilan, pembatas kita. (1) menerima pembayaran dari pilihan panggilan (2) berasumsi bahwa obligasi untuk mencukupi pembelian itu jika ia memilih pilihan panggilan. Mari fokus hanya pada surat pembatasan, yang mana mengandung stok dan obligasi untuk mencukupi pilihan pembeli. ( kita akan menyelesaikan untuk menjumlahkan pembatasan untuk menjual untuk sedikit saja). Jika harga gudang naik, masalah pembatasan adalah keuntungan dalam stok. Bagaimanapun, pemilik pilihan akan melatih pilihan dan pembatasan akan teerjual bagiannya dari stok untuk pemilik pilihan pada latihan pilihan ( yang mana ini dibawah harga pasar) dan itu akan mengurangi laba hedger yang kami investasikan, tetapi itu tidak akan hilang sebanyak pilihan. Jika harganya turun banyak, pemilik pilihan tidak ingin melatih pilihannya, tetapi harga pasar menjadi tidak berarti; jika harga stok turun sedikit, kemudian hedger mungkin tetap akan menjual dibawah harga pasar untuk mencukupi pemilik pilihan, tetapi harga pasar sangat dekat untuk harga latihan, jadi hedger tidak akan kehilangan. Ketika kita akan segera mengetahui kemungkinan untuk menciptakan surat yang mana hedger akan mengakhirinya dengan tanpa resiko kerugian pilihan – nilai dari surat akan sama tidak terlihat dari apakah stok itu.
Jika suratnya tidak beresiko, kemudian ini harus sama untuk menghilangkan resikonya maka harus menjaga pasar dalam keseimbangan. Jika surat yang ditawarkan lebih tinggi dan tidak beresiko, arbitrageurs akan membeli kas surat itu dan di dalam alur proses menghargai atas dan tingkat pengembalian menurun, dan sebaliknya jika itu ditawarkan kurang dari tingkat tarif yang tanpa mengambil resiko itu, yang diberi harga stoknya, volatily, harga pelaksana tawaran pilihan, semakinsedikit pilihan, dan tidak beresiko bea, ada pilihan menghargai bahwa membuat puas kondisi keseimbangan, yakni, bahwa kas surat akan mendapat tingkat tarif tanpa mengambil resiko itu.
Contoh yang berikut menerapkan pendekatan yang binomial, dinamai sebab itu mengasumsikan harga stok itu dapat menerima hanya salah satu dari dua nilai-nilai mungkin di satu periode. Persediaan Western Cellular, suatu pabrikan HP, menjual untuk harga pelaksanaan tawaran $35, pilihan ini akan berakhir pada ujung tahun itu, langkah pendekatan yang binomial ditunjuukan dibawah.

Langkah 1
Definisikan kemungkinan harga akhir dari stok. Mari berasumsi bahwa stok Western Cellular akan dijual pada 1 atau 2 lembar pada akhir tahun, yang mana $50 dan $ 32. Jika perubahannya adalah 70% dari harga $50, kemudian Western mengira harga adalah 0,7($50) + 0,3($32) = $44,6. Karena jumlah harga stok menjadi $40, Western memiliki 11,5% hasil perkiraan. ($44,6 - $40)/$40 = 0,115 = 11,5%. Jika Western menjadi stok yang beresiko, kita harus memberi asumsi yang berbeda pada harga akhir yang meliputi banyak hal dan mungkin adalah lebih tinggi untuk dikembalikan. Lihatlah sambungan website untuk tahap ini untuk lebih memahami penjelasan tentang hubungan antara resiko stok dan kemungkinan harga akhir stok. Gambar 8 – 2 menggambarkan kemungkinan harga stok dan mengandung informasi tambahan yang menjelaskannya.

Langkah 2
Carilah batas nilai pada penjelasannya, ketika pilihan berakhir pada akhir tahun, stok Western akan dijual antara $50 atau $32, jarak dari $50 - $32 = $18. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 8 – 2, pilihan akan dibayar $15 jika stok adalah $50, karena ini diatas harga latihan $35:$50 - $35 = $15; pilihan akan tidak dibayar jika harga stok adalah $32, karena ini dibawah harga latihan. Jarak dari pembayaran pilihan adalah $15 - $0 = $15, surat hedger terdiri dari stok dan obligasi untuk mencukupi nilai pemilik pilihan, jadi nilai surat dalam 1 tahun adalah harga stok dikurang pembayaran pilihan.

Langkah 3
Membeli cukup stok untuk menjumlah jarak dari pembayaran untuk stok dan pilihan. Gambar 8 – 2 menunjukkan bahwa jarak dari pembayaran untuk stok dan pilihan adalah $18 dan $15. Untuk membangun surat yang tidak beresiko, kita harus menjumlahkan jarak ini dan juga keuntungan dari stok pastinya membuat kerugian dalam memuaskan pemilik pilihan. Yang kita lakukan membel $15/$18 = 0, 8333 berbagi dan diluar dalam 1 pilihan ( atau 8,333 dibagi dan 10000 pilihan ). Dalam kasus ini, jumlah harga stok dalam surat adalah $40 ( 0,8333 ) = $33,33. Harga dari stok surat pada akhir tahun akan menjadi $50 (0,8333) = $41,67 atau $32 (0,8333) = $26,67. Seperti yang ditunjukkan di gambar 8 – 3, jarak dari nilai akhir stok adalah $41,67 - $26,67 = $15.

Langkah 4
Tidak menciptakan resiko untuk investasi hedger. Kita menciptakan surat yang tidak beresiko dengan membeli 0,8333 bagian dari stok dan menjualnya dengan panggilan pilihan, seperti pada 8-3. Stok dalam surat akan bernilai $41,67 atau $26,67, bergantung pada harga akhir dari stok Western. Panggilan pilihan yang telah terjual tidak akan berdampak pada nilai surat jika harga Western jatuh sampai $32 karena ini tidak akan dikerjakan – ini akan menjadi tidak berharga. Bagaimanapun juga, jika harga stok berakhir pada $50, pemilik pilihan akan menerima ini, membayar $35 harga latihan untuk stok yang akan bernilai $50 pada pembukaan pasar. Keuntungan para pemegang saham adalah kerugian para pialang, jadi saham akan jatuh pada kisaran $15. Sekarang catat bahwa harga surat adalah $26,67 tanpa memperhatikan stok Western yang naik atau turun, jadi surat tidak beresiko. Hedge telah diciptakan untuk melindungi melawan kedua kenaikan dan penurunan dalam harga stok.

Langkah 5
Temukan harga panggilan pilihan. Untuk poin ini, kita tidak harus menyebutkan nilai dari panggilan pilihan yang telah terjual untuk menciptakan hedge yang tidak beresiko. Apakah sebenarnya pasar, atau keseimbangan, harga ? nilai dari surat akan menjadi $26,67 pada akhir tahun, tanpa memperhatikan apa yang terjadi pada harga stok, $26,67 tidak beresiko, maka surat harus mendapat penangguhan resiko yang bernilai 8%. Jika kurs dibuat tiap hari, nilai surat pada nilai penutupan adalah :

Ini berarti jumlah nilai dari surat harus $24,67 yang memastikan bahwa surat mendapatkan hasil dari kurs yang tidak beresiko. Nilai stok dari surat sama dengan nilai` dari stok dikurang nilai dari obligasi untuk melindungi panggilan pilihan. Karena stok Western sekarang ini dijual $40, dank arena surat itu berisi 0,8333 bagian, nilai stok dalam surat adalah 0,8333 ($46,67) = $33,33. Apa yang diingat adalah harga dari pilihan :
PV surat = jumlah nilai stok di surat – jumlah harga pilihan
Jumlah harga pilihan= jumlah nilai stok di surat – PV surat
= $33,33 - $ 24,62 = $8,71
Jika pilihan dijual pada harga tertinggi yaitu $8,71, investor lain tidak akan memberi resiko pada surat seperti terdeskripsi di atas dan mendapatkan lebih banyak jaminan ketiadaan resiko. Investor ( terutama investor besar seperti bank dan firma ) akan menciptakan beberapa surat dan menjual saham setelah nilai mereka jatuh ke angka $8,71, dalam hal ini pasar akan berada dalam keseimbangan. Sebaliknya, jika saham dijual paling tidak $8,71, investor akan menciptakan surat “perlawanan” dengan membeli panggilan pilihan dan menjual cepat stok. Hasilnya adalah penyaluran kekurangan akan diarahkan nilai naik sampai $8,71. Ini, investor (atau arbitrague) akan membeli dan menjual di pasar setelah pilihan dihargai dalam harga keseimbangan.
Jelaslah, contoh ini tidak masuk akal. Walaupun kamu dapat menggandakan pembeli dari 0,83333 bagian dengan membeli 8,333 bagian dan menjual 10.000 saham, harga stok diasumsikan tidak masuk akal; harga stok Western akan menjadi sangat penting setelah 1 tahun, tidak hanya $50 atau $32. Bagaimanapun juga, jika kita memperbolehkan stok untuk bergerak naik dan turun lebih sering dalam setahun, kemudian yang lebih nyata jarak antara harga akhir akan terlihat. Kenyatannya, jika kita memperbolehkan seratus, atau bahkan seribu, dari naik turunnya harga stok bergerak dalam 1 tahun, hasil distribusi harga stok akan kurang lebih pada distribusi dari stok yang paling baru. Seperti dijelaskan dalam jaringan website untuk tahap ini harus ada pendekatan yang luas yang digunakan dalam Wall Street untuk menilai saham dengan pelunasan lebih rumit daripada panggilan pilihan Western. Ini diluar jaringan dari buku management keuangan, tetapi jika kamu tertarik untuk mempelajari lebih tentang pendekatan binomial, lihatlah pada list buku di panduan tahap akhir.

PILIHAN BLACK-SCOLES – MODEL RICING (OPM)
Model penghargaan Black-Scholes (OPM), berkembang pada tahun 1973, dibantu untuk mengangkat pada pertumbuhan yang cepat dalam bursa saham. Model ini, yang selalu memiliki program kedalam beberapa pegangan dan perhitungan dalam jaringan, dengan luas digunakan denan pasar saham.

Asumsi dan Persmaan OPM
Dalam memperoleh model penghargaan saham mereka, Fischer Black dab Nyron Scholes, membuat beberapa asumsi:
1. Stok yang mendasari panggilan saham tidak menyediakan keuntungan atau distribusi lainnya selama masa sahamnya.
2. Tidak ada biaya transaksi untuk jual beli stok atau saham.
3. Dalam jangka pendek, risk-free menarik kurs untuk tahu dan in teerdiri selama masa saham.
4. Beberapa pembeli dari keamanan mungkin meminjam beberapa pecahan harga beli pada jangka pendek, risk-free menarik kurs.
5. Menjual cepat diijinkan, dan penjual cepat akan menerima dengan cepat pula proses tunai dari harga terkini untuk keamanan penjualan cepat.
6. Panggilan saham dapat menjadi dilatih hanya dalam tenggat waktunya.
7. Pasar dalam pengamannya mengambil tempat terus menerus dan stok tidak bergerak sembarangan.
Asal mula dari model Black-Scholesbersanddar pada konsep resiko yang kita set pada tahap akhir. Dengan membeli bagian dari stok atau menjual pangilan saham stok, investor dapat menciptakan posisi nilai yang tidak beresiko, yang mana tumbuh dalam stok yang pastinya akan membuat kerugian dari tidak adanya resiko diposisi batas harus mendapat kurs dari hasil yang sama. Untuk risk-free yang tidak berkali-kali, dan kesempatan arbitrase akan ada dan orang yang mencoba untuk mengambil kesmpatan ini yang akan membawa harga saham pada harga keseimbangan yang bersaing menurut model Back-Scholes.
Catatan: bahwa nlai dari harga adalah fungsi dari variable yang kita diskusikan (1) P, harga stok; (2) t, masa tidak berlakunya saham; (3) X, serangan harga; (4)o2;; macam-macam dari stok pokok; dan (5) rRF, kurs yang tidak berisiko. Kita tidak bisa memperoleh model Black – Scholes – perolehan meliputi beberapa hal yang sangat berbeda dan seperti matematika yang jauh berbeda dari jangkauan teks. Bagaimanapun juga, ini sulit untuk digunakan. Dibawah asumsi yang disusun 4 terdahulu, jika harga saham berbeda dari yang ditemukan dari persmaan 8-1, ini mungkin akan menyediaan peluang untuk arbitrase, yang akan memaksa harga saham kembali pada nilai yang diindikasikan dari model tersebut. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, model Black-Scholes biasanya digunakan oleh pasar, jadi harga saham yang actual layaknya baaik untuk didapat dari model.
Menutup pembicaraan, syarat pertama dari persmaan 8-1 Pin (d1) dapat dipikirkan sebagai nilai sambungan harga saham yang diharapkan. Saat ini yang diberikan P>X dan opsinya akan ddigunakan. Syarat yang kedua Xe-cRee I N (d1) dapat dipikirkan sebagai nilai harga percobaan untuk menamilkan arti persmaan yang sebenarnya lebih menghasilkan untuk memasukkan beberapa jumlah untuk melihat bagaimana perubahan dalam input mempengaruhi nilai sebuah opsi. Contoh-contoh berikut ini juga terdapat dalam data FM 11Ch Tool Kit.xls, dalam textbook website.

GAMBARAN OPM
Haarga saham sekarang P harga percobaan X dan saat battas waktu pinjaman t, semua dpat diperoleh dari Koran misalnya The Wall Street Journal. Tariff gratis berisiko adalam hasil dari tagihan yang bernilai dengan batas waktu pinjaman sama dengan taanggal batas waktu opsi. Perbedaan keuntungan saham tahunan a2, dapat di kalkulasikan dengan mengadakan perbedaan dari perubahan persentase pada harga saham harian untuk tahunlalu (itu adalah perbedaan dari (Pt-Pt-1)/Pt-1) selama 365 hari.
Hasil yang dapat diambil dari informasi berikut:
P = $20
X = $20
t = 3 bulan atau 0.2 tahun
rRF = 6.4% = 0.064
o2 = 0.16 dengan catatn jika o2 = 0.16 kemudian o =  0.16 = 0.4
dari informasi yang diberikan kita sekarang dapat menggunakan OPM dengan memecahkan persmaan 8-1, 8-2 dan 8-3. Sejak d1 dan d2 dimasukkan untuk persmaa 8-2 dan 8-3 dulu.

Tandai bahwa N (d1) = N(0.180) dan N (d2)=N(-0.020) mengantikan daerah dibawah fungsi distribusi normal. Dari lapangan tabel D atau dari fungsi excel NORMSDIST kita lihat nilai d1=0.180 menyatakan secara tidak langsung kemungkinan dari 0.174 + 0.0500 menjadi N (d1) sejak d2 negatif N (d2)=0.500-0.0080=0.4920 kita dapat menggunakan nilai tersebut untuk memecahkan persmaan 8-1.

Jdi nilai opsi dibawah kondisi yang diambil adalah 1.74 seandanyan harga opsi actual adalah 2.25. Arbitrase dapat secara serempak menjual opsi, membeli saham pokok dan memperoleh keuntungan tanpa resiko seperti perdagangan akan terjadi sampai harga opsi turun menjadi $1.74 kebalikannya akan terjadi apabila opsi terjual kurang dari $1.74 jadi penanaman modal akan segan untuk membayar lebih dari $ 1.74 per opsi dan mereka tidak dapat membelinya dengan harga kurang jadi $1.74 adalah harga keseimbangan opsi.
Untuk melihat bagaimana 5 faktor OPM mempengaruhi nilai opsi persmaan 8-2 berikut adalah baris atas alas an dasar nilai pemasukkan yang mengambarkan OPM dan menghasilkan nilai opsi V=$1.74 dalam baris, factor dengan huruf tebal adalah kenaikan. Saat 4 leveel alas an dasar hasil dari opsi panggilan diberikan sekarang mari mempertimbangkan efek dari perubahan:
1. Harga Saham Saat Ini. Apabila harga saham saat ini P, naik dari $1.74 menjadi 5.57 saham tapi dengan kurang dari harga saham $3.83 berbanding $5.00 tandanya, walaupun presentasenya nail nilai opsi ($5.57-$1.74)/$1.74=220% jauh melampaui presentase harga saham ($25-$20)/$20=25%.
2. Harga Percobaan. Apabila harga percoban x, naik dari kemerosotan opsi lagi penurunan pada nilai opsi adalah kenaikan harga percobaan tapi presentase berubah pada nilai opsi ($1.74)/$1.74=-78% perubahan presentase pada saham ($25-$20)/$20=25%
3. Periode Opsi. Pada waktu masa berlaku naik dari t = 3 bulan (0,25) tahun menjadi t = 6 bulan (0,5) tahun nilai opsi naik dari $1,74 menjadi $2,54 ini terjadi karena nilai opsi tergantung pada kesempatan harga saham pokok untuk naik dan nilai opsi untuk naik harga saham akan merambat naik. Jadi, nilai opsi lebih bernilai daripada opsi 3 bulan.
4. Tarif Gratis Beresiko, sebagai alat tariff gratis berisiko naik dari 6,4 menjadi 9 persen nilai opsi naik sedikit dari $1.74 menjadi $1.81. Persamaan 8-1 dan 8-2 menyaranan bahwa efek kenaikan InrRr adalah untuk mengurangi nilai harga percobaan Xe-rRrt, karenanya terjadi kenaikan harga opsi saat ini. Tarif gratis berisiko juga mempunyai aturan main dalam menentukan nilai dari kesalahan fungsi penyaluran N (d1) dan N (d2) tapi efek ini adalah penting. Tentu sja harga opsi secara umum tidak terlalu sensitive pada perubahan tariff. Setidaknya untuk perubahan dalam jumlah normal.
5. Perbedaan. Seperti perbedaan bertambah dari hal dasar 0,16 ke 0,25, harga pilihan bertambah dari $1,74 ke $2,13. Oleh karena itu, keamanan yang mendasari lebih beresiko, pilihan lebih berharga. Hasil ini adalah logis. Pertama, jika kamu membeli sebuah pilihan untuk membeli saham yang menjual harga tertulis, dan jika 0-2 = 0, kemudian akan ada kemungkinan nol dari saham yang naik, sebab itu kemungkinan nol dari membuat uang diatas pilihan. Dengan kata lain, jika kamu membeli sebuah pilihan diatas saham dengan perbedaan tinggi, akan ada kemungkinan lebih tinggi bahwa saham akan naik, sebab itu kamu akan membuat keuntungan besar di atas pilihan. Tentu saja, saham dengan perbedaan tinggi dapat turun tetapi sebagai pemegang pilihan, kerugian-kerugianmu akan dibatasi ke harga yang dibayarkan untuk pilihan – hanya sisi tangan kanan dari kemungkinan saham hitungan distribusi. Taruhlah cara lain, bertambahnya harga saham membantu para pemegang pilihan lebih dari potongan yang merugikan mereka, jadi sebuah perbedaan yang lebih besar, lebih besar adalah harga pilihan. Ini membuat pilihan terhadap saham-saham beresiko lebih berharga daripada itu diatas pengaman, saham dengan perbedaan rendah.
Myron Scholes dan Robert Merton dihadiahi hadiah Nobel tahun 1997 dalam bidang ekonomi, dan Fischer Black akan sudah seorang pembantu penerima ketika dia masih hidup. Kerja mereka menyediakan alat-alat analitis dan metodologi-metodologi yang secara luas digunakan untuk memecahkan banyak jenis-jenis masalah keuangan, bukan hanya harga pilihan. Tentu saja, seluruh lapangan dari manajemen (pengelolaan) modern yang beresiko adalah terutama berdasarkan kontribusi mereka. Meskipun contoh Black – Scholes berasal dari pilihan orang Eropa yang dapat ditulis hanya berdasarkan batas waktu, itu juga memakai pilihan orang Amerika yang tidak membayar keuntungan saham sebelum waktu berakhir. Buku-buku pelajaran terdaftar di akhir bab referensi menunjukkan contoh-contoh biasa saham pembayaran untuk keuntungan saham.
Pertanyaan-pertanyaan latihan
1. Apa tujuan dari contoh harga pilihan Black – Scholes ?
2. Jelaskan apa sebuah “batasan yang tidak beresiko” dan bagaimana konsep batasan yang tidak beresiko digunakan dalam Black – Scholes OPM
3. Gambarkan pengaruh dari sebuah perubahan dalam masing-masing faktor-faktor berikut berdasarkan harga pilihan panggilan :
a. Harga saham
b. Harga tertulis
c. Kehidupan pilihan
d. Hitungan bebas beresiko
e. Perbedaan harga saham, yang mengandung reiko dari saham

PENILAIAN DARI PILIHAN-PILIHAN TARUHAN/ THE VALUATION
Pilihan taruhan memberikan pemiliknya hak menjual pembagian saham. Jika saham membayar tidak keuntungan saham dan pilihan hanya bisa ditulis melalui batas waktu, Apa nilainya ? Daripada menutup lubang roda, pertimbangkan melunasi dua tas surat seperti ditunjukkan di tabel 8-3. Tas surat pertama terdiri dari pilihan taruhan dan pembagian saham, yang kedua mempunyai pilihan panggilan (dengan harga tertulis yang sama dan tanggal waktu berakhir seperti pilihan panggilan) dan beberapa uang tunai. Jumlah uang tunai sama dengan harga sekarang dari harga tertulis, dipotong terus-menerus digabung hitungan bebas resiko, yaitu Xe-rRft. Pada waktu berakhir, harga uang tunai akan sama harga tertulis, X.
Jika harga saham, P, adalah kurang dari harga tertulis, X, ketika pilihan berakhir, lalu harga pilihan taruhan adalah X – P. Oleh karena itu, harga tas surat 1 yang berisi taruhan dan saham, adalah sama dengan X – P ditambah P, atau hanya X. Untuk tas surat 2, harga panggilan adalah nol (karena pilihan panggilan adalah kehabisan uang), dan harga uang tunai adalah X, untuk harga seluruhnya dari X. Pemberitahuan bahwa masing-masing tas surat mempunyai pembayaran sama jika harga saham kurang dari harga tertulis

Bagaimana jika harga saham lebih besar daripada harga tertulis ? Dalam hal ini, taruhan adalah tidak berharga sama sekali, jaadi harga tas surat 1 adalah sama harga saham, P. Pilihan panggilan adalah berharga P – X dan uang tunai berharga X, jadi harga tas surat 2 adalah P. Oleh sebab itu, harga dari dua tas surat adalah sama, apakah harga saham dibawah atau di atas harga tertulis.
Jika dua tas surat mempunyai pembayaran sama, mereka harus mempunyai harga yang sama. Ini dikenal sebagai hubungan kesamaan panggilan – taruhan :
Pilihan taruhan + saham-saham pilihan panggilan + PV dari harga tertulis.
Jika V adalah harga Black – Scholes dari pilihan panggilan, lalu harga dari sebuah taruhan adalah 12.
Pilihan taruhan = V – P + XcRE (8-4)
Dimana V adalah harga dari pilihan panggilan
Contohnya, pertimbangkan pilihan taruhan ditulis diatas saham didisskusikan bagian sebelumnya. Jika pilihan taruhan mempunyai harga tertulis sama dan tanggal waktu berakhir seperti panggilan, harganya adalah:
Pilihan taruhan = $1.74 - $20 + $20 e-0.064(0.25)
= $1.74 - $20 + $19.68 = $1.42

RINGKASAN
Dalam bab ini, kita mendiskusikan topik harga pilihan, meliputi berikut ;
  • Pilihan-pilihan keuangan adalah alat (1) yang diciptakan dengan penukaran daripada perusahaan-perusahaan (2) dibeli dan dijual terutama oleh para investor dan manajer-manajer keuangan
  • Dua jenis yang utama dari pilihan-pilihan keuangan adalah (1) Pilihan-pilihan panggilan yang memberi pemegang hak untuk pembelian modal yang ditetapkan diharga yang diberikan (harga tertulis atau keluar) untuk jangka waktu tertentu, dan (2) pilihan-pilihan taruhan, yang memberikan pemegang hak menjual modal di harga yang diberikan untuk jangka waktu tertentu.
  • Harga tertulis pilihan panggilan ditetapkan sebagai maksimum dari nol atau harga sekarang dari saham kurang dari harga keluar
  • Contoh harga pilihan the Black – Scholes (OPM) dapat digunakan memperkirakan harga pilihan panggilan.
  • Lima masukkan contoh Black – Scholes adalah (1) P, harga saham sekarang; (2) X, harga tertulis; (3) rRf, hitungan bunga bebas resiko; (4) t, waktu sisa sampai waktu berakhir; dan (5) o2, hasil perbedaan hitungan saham.
  • Harga pilihan panggilan bertambah jika P bertambah, X berkurang, rRf bertambah, t bertambah, atau o2 bertambah.
  • Hubungan kesamaan panggilan taruhan menyatakan bahwa : Pilihan taruhan + saham = pilihan panggilan + PV dari harga tertulis.
REFERENSI TAMBAHAN PILIHAN
Untuk informasi lebih lanjut dari pemasaran asalnya lihat:
Chance, Don M. An Introduction to Derivetives and Risk management (Mason. OH: South – Western College Publishers, 2001).
Hull, John G. Option, Futures and Other Derivatives (Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall, 2000)



Selengkapnya.....

Manajemen Keuangan : Struktur Modal

I. PENDAHULUAN

Peran Usaha Kecil dan Menengah atau lebih sering dikenal UKM dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara, sudahlah tidak diragukan lagi. Ketika terjadi krisis yang melanda pada tahun 1998, justru perusahaan-perusahaan berskala kecil dan menengah yang relatif mampu bertahan dibandingkan perusahaan besar. Alasannya karena mayoritas perusahaan berskala kecil tidak terlalu tergantung pada modal besar atau pinjaman dari luar dalam kurs dollar. Sehingga, ketika ada fluktuasi nilai tukar, perusahaan berskala besar yang secara umum selalu berurusan dengan mata uang asing adalah yang paling berpotensi mengalami imbas tersebut.
Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan bahwa struktur modal UKM khususnya di Indonesia, hampir sebagian besar berdasar pada investasi pribadi. Sangat sedikit, mereka yang berhubungan dengan pihak ketiga untuk mendapatkan dana. Jika mereka membutuhkan suntikan dana dari pihak luar, justru pihak-pihak penyedia dana selain bank, yang sangat berperan. Misal bank-bank perkreditan rakyat atau malah rentenir. Seperti yang kita ketahui pula, bunga yang dikenakan pada peminjam adalah sangat-sangat tinggi dan mencekik leher. Jelas, kondisi seperti ini tidak akan terjadi untuk perusahaan berskala besar.
Kini, di tahun 2008 krisis moneter kembali melanda dunia dan imbasnya terasa di Indonesia. Kondisi ini menjadikan perekonomian Indonesia kembali memburuk. Tingkat suku bunga yang tinggi dengan menurunnya daya beli masyarakat menjadikan dunia bisnis ikut terpuruk. Banyak perusahaan besar mulai mengalami kebangkrutan karena lesunya pasar. Hutang yang telah jatuh tempo dikarenakan nilai tukar Rupiah yang sangat melemah terhadap Dollar juga menambah suram kondisi ini. Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan dalam menentukan struktur modalnya akan sangat memperhitungkan untung rugi yang akan didapatkan jika mereka menambah jumlah hutangnya.
Dengan mengetahui apa dan bagaimana faktor-faktor yang paling mempengaruhi struktur modal perusahaan khususnya manufaktur, dapat membantu khususnya pihak manajemen perusahaan yang ada dalam perusahaan tersebut dalam menentukan bagaimana seharusnya pemenuhan kebutuhan dana untuk mencapai struktur modal yang optimal harus dilakukan. Dengan demikian tujuan pihak manajemen perusahaan untuk memaksimumkan kemakmuran usaha dapat tecapai.

II. LANDASAN TEORI

Sebagaimana disebutkan dalam Weston dan Brigham (1990) kebijakan mengenai struktur modal melibatkan trade off antara risiko dan tingkat pengembalian-penambahan utang dapat memperbesar risiko perusahaan tetapi sekaligus juga memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Risiko yang semakin tinggi akibat membesarnya utang cenderung menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut. Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga memaksimumkan harga saham. Untuk itu, dalam penetapan struktur modal suatu perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai variabel yang mempengaruhinya.
Masalah struktur modal merupakan masalah penting bagi setiap perusahaan, karena baik buruknya struktur modal perusahaan akan mempunyai efek yang langsung terhadap posisi finansialnya. Suatu perusahaan yang mempunyai struktur modal yang tidak baik, dimana mempunyai hutang yang sangat besar akan memberikan beban yang berat kepada perusahaan tersebut.

a. Pengertian Struktur Modal
Struktur modal adalah perimbangan / perbandingan hutang jangka panjang dengan modal sendiri ( Riyanto, 2001 ). Struktur modal merupakan cermin dari kebijaksanaan perusahaan dalam menentukan jenis sekuritas yang dikeluarkan, karena masalah struktur modal adalah erat hubungannya dengan masalah kapitalisasi, dimana disusun dari jenis-jenis funds yang membentuk kapitalisasi adalah struktur modalnya. Keputusan struktur modal berkaitan dengan pemilihan sumber dana baik yang berasal dari dalam maupun dari luar, sangat mempengaruhi nilai perusahaan. Sumber dana perusahaan dari internal berasal dari laba ditahan dan depresiasi. Dana yang diperoleh dari sumber eksternal adalah dana yang berasal dari para kreditur dan pemilik perusahaan. Pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari kreditur merupakan utang bagi perusahaan. Dana yang diperoleh dari para pemilik merupakan modal sendiri.
Kebijakan mengenai struktur modal melibatkan trade off antara risiko dan tingkat pengembalian. Penambahan utang akan memperbesar risiko perusahaan tetapi sekaligus juga memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Risiko yang makin tinggi akibat membesarnya utang cenderung menurunkan harga saham, tetapi meningkatkan tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut. Sruktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan kesimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga memaksimumkan harga saham ( Brigham dan Houston, 2001).

b. Teori Struktur Modal
1) Agency Theory
Teori ini dikemukakan oleh Michael C. Jensen dan William H. Meckling pada tahun 1976 (Horne dan Wachowicz, 1998 dalam Saidi, 2004) ,yang menyebutkan bahwa manajemen merupakan agen dari pemegang saham, sebagai pemilik perusahaan. Para pemegang saham berharap agen akan bertindak atas kepentingan mereka sehingga mendelegasikan wewenang kepada agen. Biaya yang ditimbulkan dari pengawasan yang dilakukan oleh manajemen disebut biaya agensi. Biaya agensi menurut Horne dan Wachowicz dalam Saidi (2004) adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan pengawasan manajemen untuk menyakinkan bahwa manajemen bertindak konsisten sesuai dengan perjanjian kontraktual perusahaan dengan kreditur dan pemegang saham.

2) Signaling Theory
Isyarat atau signal menurut Brigham dan Houston (2001) adalah suatu tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan mencoba menghindari penjualan saham dan mengusahakan setiap modal baru yang diperlukan dengan cara-cara lain, termasuk penggunaan utang yang melebihi target struktur modal yang normal. Pengumuman emisi saham oleh suatu perusahaan merupakan suatu isyarat (signal) bahwa manajemen memandang prospek perusahaan suram. Apabila suatu perusahaan menawarkan penjualan saham baru lebih sering dari biasanya, maka harga sahamnya akan menurun, karena menerbitkan saham baru berarti memberikan isyarat negatif yang kemudian dapat menekan harga saham sekalipun prospek perusahaan cerah.

3) Pecking Order Theory
Pecking order theory mengasumsikan bahwa perusahan bertujuan untuk memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham. Perusahaan berusaha menerbitkan sekuritas pertama dari internal, retained earning, kemudian utang berisiko rendah dan terakhir ekuitas (Myers, 1984 dalam Perminas Pangeran, 2004). Pecking order theory memprediksi bahwa pendanaan utang eksternal didasarkan pada defisit pendanaan internal.
Model pecking order theory memfokuskan pada motivasi manejer korporat, bukan pada prinsip-prinsip penilaian pasar modal. Pecking order theory mencerminkan persoalan yang diciptakan oleh asimetrik informasi. Dasar pemikirannya didasarkan pada penjelasan berikut ini, (Meyers, 1984 dalam Perminas Pangeran, 2004) :
  1. Para manejer mengetahui lebih banyak tentang perusahaan daripada investor luar, namun mereka enggan untuk menerbitkan saham ketika percaya saham mereka adalah undervalued.
  2. Investor memahami bahwa para manajer mengetahui lebih banyak dan mereka mencoba menerbitkan sesuai waktu yang tepat.
  3. Para manejer menginterpresentasikan keputusan untuk menerbitkan ekuitas sebagai bad news, dan perusahaan dapat menerbitkan ekiutas hanya pada harga discount.
  4. Perusahaan yang bekerja berdasarkan filosofi pecking order theory dan membutuhkan ekuitas eksternal kemungkinan tidak akan memanfaatkan kesempatan investasi yang baik, karena saham tidak dapat dijual pada “fair Price”.
Menurut Myers (1996) dalam Saidi (2004) perusahaan lebih menyukai penggunaan pendanaan dari modal internal, yakni dana yang berasal dari aliran kas, laba ditahan dan depresiasi. Urutan penggunaan sumber dana dengan mengacu packing order theory adalah internal fund (dana internal), debt (utang), dan equity (modal sendiri) (Kaaro, 2003).

4) Trade Off Theory
Konsep trade off dalam balancing theory adalah menyeimbangkan manfaat dan biaya dari penggunaan utang dalam struktur modal sehingga disebut pula sebagai trade off theory (Brigham et al, 1999 dalam Kaaro, 2003). Berdasarkan teori Modigliani dan Miller (1996) dalam Adler Haymans Manurung (2004), semakin besar utang yang digunakan, semakin tinggi nilai perusahaan. Model Modigliani dan Miller mengabaikan faktor biaya kebangkrutan dan biaya keagenan. Struktur modal yang optimal dapat ditemukan dengan menyeimbangkan antara keuntungan penggunaan utang dengan biaya kebangkrutan dan biaya keagenan yang disebut model trade off ( Myers, 1984 dalam Perminas Pangeran, 2004).
Perusahaan mendasarkan keputusan pendanaan pada struktur modal yang optimal. Struktur modal optimal dibentuk dengan menyeimbangkan manfaat dari penghematan pajak atas penggunaan utang terhadap biaya kebangkrutan. Penggunaan utang mengakibatkan peningkatan EBIT yang mengalir ke investor, jadi semakin besar utang perusahaan, semakin tinggi nilainya dan harga saham perusahaan. Berdasarkan makalah Modigliani-Miller dengan pajak, harga saham perusahaann akan dimaksimumkan jika menggunakan utang 100 persen. Dalam kenyatannya, jarang ada perusahaan yang menggunakan utang 100 persen karena perusahaan membatasi penggunaan utang untuk menekan biaya-biaya yang berkaitan dengan kebangkrutan (Brigham dan Houston, 2001).

III. PEMBAHASAN

Setiap perusahaan pada tahap awal berdiri pasti memerlukan modal untuk penetapan struktur modalnya, dan pada saat akan memperluas usaha atau menggabungkan usahanya besar kemungkinannya akan_melakukan perubahan struktur modal yang disebabkan adanya perubahan modal atau tambahan modal. Dua hal yang harus dilakukan perusahaan ; Pertama, menentukan besarnya Kebutuhan modal kuantitatif. Kedua, menentukan sumber modal kualitatif/jenis modal yang akan ditarik. Proses pertama dikatakan sebagal proses Kapitalisasi, sedangkan yang kedua dikatakan sebagai proses penentuan Struktur Modal. Untuk menentukan Struktur Modal perusahaan dihadapkan pada berbagai variabei yang mempengaruhinya. Terdapat 10 variabel yang mungkin akan berpengaruh yaitu ; Tingkat bunga, Stabilitas penjualan, Tingkat pertumbuhan penjualan, Susunan Aktiva, Kadar risiko dari aktiva, Kebutuhan modal, Struktur saingan, Keadaan pasar modal, Sikap manajemen, dan Sikap pemberi pinjaman. Bagi perusahaan susunan struktur modal terbaik dikatakan sebagal Struktur Modal Optimum. Struktur modal optimum menurut pendekatan konservatif adalah struktur modal yang menggunakan modal pinjaman maksimum 50% dari total modal. Sedangkan menurut pendekatan biaya modal struktur modal optimum adalah struktur modal yang dapat meminimumkan rata-rata biaya modal perusahaan. Metoda biaya modal ini dapat dianalisis dengan berbagai pendekatan, dan pendekatan yang dipilih pada persoalan ini adalah Pendekatan Tradisional yang menyatakan bahwa struktur modal optimum akan terjadi pada kondisi rata-rata biaya modal minimum dan nilai perusahaan maksimum. Disini harus dilakukan analisis terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan dan hubungannya dengan penentuan nilai perusahaan. Sehingga harus ditentukan :
1. Variabel yang dominan terhadap struktur modal dengan menggunakan Analisa Faktor.
2. Menentukan nilai perusahaan yang maksimum.

Menurut Maness (1988), ada beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan struktur modal yang optimal, yaitu :
1. Stabilitas Penjualan
Perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman memperoleh lebih banyak pinjaman dan menanggung beban tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang penjualannya tidak stabil.
2. Operating Leverage
Perusahaan yang mengurangi leverage operasinya lebih mampu untuk menaikkan penggunaan leverage keuangan ( hutang ).
3. Corporate Taxes
Karena bunga tax-deductable, ada sebuah keuntungan jika menggunakan hutang. Marginal tax rate perusahaan yang lebih tinggi, maka keuntungan menggunakan hutang akan lebih tinggi, semua yang lainnya dianggap sama.
4. Kadar resiko dari aktiva
Tingkat atau kadar resiko dari setiap aktiva didalam perusahaan adalah tidak sama. Makin panjang jangka waktu penggunaan suatu aktiva didalam perusahaan, makin besar derajat resikonya. Dan perkembangan dan kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan yang tiada henti, dalam artian ekonomis dapat mempercepat tidak digunakannya suatu aktiva, meskipun dalam artian teknis masih dapat digunakan.
5. Lenders dan rating agencies
Jika perusahaan menggunakan hutang semakin berlebih, maka pihak lenders akan mulai meminta tingkat bunga yang lebih tinggi dan rating agencies akan mulai menurunkan rating pada tingkat hutang perusahaan.
6. Internal cash flow
Tingkat internal cash flow yang lebih tinggi dan lebih stabil dapat menjastifikasi sebuah tingkat leverage lebih stabil.
7. Pengendalian
Banyak perusahaan sekarang meningkatkan tingkat hutangnya dan memulai dengan menerbitkan hutang baru hingga repurchase outstanding commonstock. Tujuan dari peningkatan hutang tersebut adalah untuk mendapatkan return yang lebih tinggi., sedangkan pembelian kembali saham bertujuan untuk lebih meningkatkan tingkat pengendalian.
8. Kondisi ekonomi
Kondisi ekonomi seperti sekarang ini dan juga kondisi pada pasar keuangan dapat mempengaruhi keputusan struktur modal. Ketika tingkat suku bunga tinggi, mungkin keputusan pendanaan lebih mengarah pada short-term debt, dan akan dilakukan refinance dengan long-term debt atau equity jika kondisi pasar memungkinkan.
9. Preferensi pihak manajemen
Preferensi manajemen terhadap resiko dan gaya manajemen mempunyai peran dalam hubungannya dengan kombinasi debt-equity perusahaan pada struktur modalnya.
10. Debt covenant
Uang yang dipinjam dari sebuah bank dan juga penerbitan surat hutang dan terwujud melalui serangkaian kesepakatan (debt covenant).
11. Agency cost
Agency cost adalah sebuah biaya yang diturunkan guna memonitor kegiatan pihak manajemen untuk menjamin bahwa kegiatan mereka selaras dengan persetujuan antara manajer, kreditur dan juga para shareholders.
12. Profitabilitas
Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi, dan penggunaan internal financing yang lebih besar dapat menurunkan penggunaan hutang (rasio hutang).

Pada kasus tertentu ternyata kondisinya dapat dikelompokan pada 4 faktor yang dominan terhadap penentuan struktur modal, yaitu:
  • Faktor 1: Stabilitas pendapatan dan kebutuhan modal, komponen variabelnya: Stabilitas penjualan dan kebutuhan modal. Dengan variabel yang dominan adalah kebutuhan modal.
  • Faktor 2: Struktur pasar industri yang terdiri variabel; struktur saingan, tingkat bunga, tingkat pertumbuhan penjualan, dan kadar risiko dari aktiva. Variabel dominannya adalah struktur saingan.
  • Faktor 3: Risiko usaha dan keuangan, yang terdiri variabel; sikap pemberi pinjaman, susunan aktiva, dan sikap manejemen. Variabel dominannya adalah sikap pemberi pinjaman.
  • Faktor 4: Situasi perekonomian yang hanya terdiri variabel keadaan pasar modal, sehingga variabel dominannya adalah variabel keadaan pasar modal.
Untuk penentuan nilai perusahaan, dengan menggunakan pendekatan Tradisional sebagai alat manajemen keuangan diperoleh hasil bahwa nilai perusahaan akan meningkat dengan rata-rata biaya modal perusahaan melalui cara perusahaan modal pinjamannya. Dan struktur modal diterapkan harus mempunyai ratio hutang maksimum sehingga mencapai struktur modal optimum.
Pendekatan dalam Teori Struktur Modal
1. Pendekatan Laba Operasi Bersih (NOI Approach)
Dikemukakan oleh David Durand (1952). Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan hutang perusahaan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal rata-rata tertimbang bersifat konstan berapapun tingkat hutang yang digunakan perusahaan.
2. Pendekatan Traditional (Traditional Approach)
Diasumsikan terjadi perubahan struktur modal dan peningkatan nilai total perusahaan melalui penggunaan financial leverage (hutang dibagi modal sendiri).
3. Pendekatan Modigliani dan Miller (MM Approach)
MM berpendapat bahwa risiko total bagi seluruh pemegang saham tidak berubah walaupun struktur modal perusahaan mengalami perubahan. Hal ini didasarkan pada pendapat bahwa pembagian struktur modal antara hutang dan modal sendiri selalu terdapat perlindungan atas nilai investasi. Yaitu karena nilai investasi total perusahaan tergantung dari keuntungan dan risiko, sehingga nilai perusahaan tidak berubah walaupun struktur modalnya berubah. Asumsi yang digunakan adalah, pasar modal sempurna, nilai yang diharapkan dari distribusi probabilitas semua investor sama, perusahaan mempunyai risiko usaha (business risk) yang sama dan tidak ada pajak
Strategi efisiensi biaya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan efektifitas kerja sumber daya perusahaan yang ada. Untuk mengatasi keterbatasan modal kerja dan biaya operasional perusahaan perlu mengadakan perencanaan penghematan diberbagai bidang. Implikasi strategi efisiensi biaya adalah:
  1. Meminimalkan Kenaikan Biaya Tetap dengan cara pertumbhan pegawai negatif dan rasionalisasi pegawai.
  2. Mengurangi Biaya Tetap tunai dengan cara pengaturan struktur modal melalui penggunaan fasilitas kredit jangka panjang untuk memenuhi modal kerja dan penggunaan fasilitas kredit lunak UKM sehingga beban bunga lebih rendah.
  3. Efisiensi biaya variabel dilakukan ditingkat proses produksi dengan cara pengaturan penggunaan lini mesin pemotongan sesuai jumlah sapi . Biaya variabel juga dapat dihemat dengan strategi kemitraan usaha baik ditingkat on farm (penyediaan bahan baku), maupun pemasaran produk sehingga biaya operasional ditanggung barsama.
Untuk menentukan struktur modal yang optimum, digunakan konsep cost of capital. Dengan perhitungan cost of capital hutang obligasi, cost of capital emisi saham baru, cost of capital saham biasa, cost of capital laba ditahan, dan weighted average cost of capital. Dan struktur modal yang optimum tercapai apabila biaya modal rata-rata tertimbang adalah rendah. Karena biaya modal ini berhubungan dengan profitabilitas, maka pada saat struktur modal optimum diperhitungkan pula tingkat profitabilitas dengan cara ROA dan ROE.
Untuk menghitung besarnya biaya modal dalam kaitanya dengan struktur modal dan nilai perusahaan digunakan beberapa rumus berikut :

1. Rumus pertama untuk menghitung return obligasi :

Ki = I/B

Dimana :
I = bunga hutang tahunan
B = Nilai pasar obligasi yang beredar
Ki = Return dari obligasi

2. Rumus kedua untuk menghitung return saham biasa :

Ke = E/S

Dimana :
E = Laba untuk pemegang saham biasa
S = Nilai pasar saham biasa yang beredar
Ke = Return dari saham biasa

3. Rumus ketiga untuk mengitung return bersih perusahaan :

Ko = O/V

Dimana :
O = Laba operasi bersih
V = Total Nilai perusahaan
Ko = Return bersih perusahaan


IV. KESIMPULAN

Struktur modal hadir sebagai pengetahuan dari hasil perhitungan rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri. Ini berarti, struktur modal hanya tercermin pada golongan pasiva dana permanen. Dengan demikian tidaklah berlebihan struktur modal dikatakan sebagai bagian dari struktur finansiil.
Tujuan utama terbentuknya perusahaan adalah mencari keuntungan serta kesinambungan usaha. Untuk mencapai keuntungan yang diharapkan, perusahaan memerlukan dana untuk keperluan operasi dan investasi. Berbagai pertimbangan perlu diperhatikan dalam memenuhi dana tersebut antara lain biaya modal, resiko yang mungkin dihadapi apabila dana tersebut ditarik dari hutang jangka panjang atau menerbitkan saham biasa. Disamping itu seberapa besar komposisi struktur modal yang optimal bagi perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA
  1. James C. Van Horne dan John M. Wachowicz,JR, Fundamentals of Financial Management, Buku 1 Edisi 12, Terjemahan, Salemba Empat, Jakarta, 2005
  2. http://fe.elcom.umy.ac.id/file.php/52/Diktat_Kuliah_Manajemen_Keuangan_II/ BAB_12_Teori_Struktur_Modal.pdf. diakses tanggal 8 Desember 2008
  3. http://agusw77.files.wordpress.com/2007/12/analisis-struktur-modal.doc. Diakses tanggal 8 Desember 2008


Selengkapnya.....

Manajemen Pemasaran : Resiko Pasar

1. PENDAHULUAN

Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium sebagai langkah pemerintah dalam menyikapi turunnya harga minyak dunia menjadi sekitar 44 dolar AS per barel yang ditetapkan per 1 Desember 2008 ini, banyak diprediksi kalangan masyarakat tidak akan banyak mempengaruhi harga sembilan bahan makanan pokok (sembako) di Indonesia khususnya di beberapa pasar tradisional yang berada di Kota Balikpapan.
Walaupun penurunan harga minyak ini dimaksudkan untuk mendorong sektor rill namun penurunan harga premium saat ini sesungguhnya tidak terlalu signifikan, yaitu hanya Rp 500 per liter, sehingga tidak banyak mempengaruhi perubahan komponen harga.
Faktor lain adalah, banyaknya pedagang khususnya yang menjual barang-barang hasil produksi pabrik, yang masih menjual barang stok lama sehingga harganya pun masih belum berubah. Faktanya adalah jika stok di penjual habis, distributor akan memberi tahu dulu tentang perubahan harga barang. Kondisi lain yang berpengaruh adalah adanya Perayaan hari raya Idul Adha yang jatuh pada awal pekan kedua Desember. Ini menguatkan asumsi bahwa kondisi ini juga tidak banyak mempengaruhi fluktuasi harga di pasaran bahkan harga kebutuhan pokok cenderung stabil.
Kondisi perekonomian tahun 2009 banyak diperkirakan akan lebih buruk dibanding tahun 2008 karena hanya mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi 4-5 persen, bahkan prediksi pesimistis menyebutkan hanya tumbuh 3,5 persen, jauh di bawah prediksi pertumbuhan enam persen pada tahun 2008. Implikasinya, bila pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 menurun menjadi empat persen, diperkirakan sekitar satu juta angkatan kerja baru tidak memperoleh pekerjaan alias menganggur. Pelaku usaha akan terdorong untuk mereposisi pasar mereka, dari yang semula berorientasi ekspor ke pasar domestik meski keuntungan yang diraih tidak sebesar dari ekspor.
Sehingga pelaku pasar saat ini sedang menghadapi gejolak pergerakan harga pasar, seperti nilai sekuritas, valuta asing, harga komoditi mapupun tingkat suku bunga sebagai akibat dari kondisi-kondisi yang terjadi akibat turunnya harga BBM.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang timbul adalah, “Mengelola resiko pasar pada perusahaan dengan memperhatikan potensi kerugian yang disebabkan oleh perubahan harga-harga pasar akibat pergerakan sektor riil”

2. LANDASAN TEORI
Risiko adalah hal yang wajar dalam suatu bisnis. Mengambil dan mengelola risiko adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan laba dan nilai perusahaan. Namun banyak perusahaan yang gagal dalam mengelola risiko dengan baik maupun tidak memahami risiko yang mereka ambil sendiri.
Ukuran risiko sendiri ada banyak, antara lain adalah capital at risk, earnings at risk atau cash flow at risk. Ukuran ini tergantung perusahaan Anda, apakah lebih fokus kepada neraca, laporan keuangan atau arus kas.
Pengertian risiko adalah suatu ketidakpastian tentang kejadia pada masa depan. Seseorang atau suatu perusahaan dapat menghadapi risiko dengan cara: menghindari (risk avoidance), mencegah (risk control), menahan (risk retention) atau memindahkan risiko (risk transfer). Penghindaran risiko (risk avoidance) adalah praktik menghindari risiko dengan menurunkan atau menghilangkan partisipasi dalam sebuah kegiatan. Pengendalian risiko (risk control) adalah praktik meminimalkan frekuensi atau keparahan kerugian dari kegiatan berisiko. Penahanan atau penyimpanan risiko (risk retention) adalah praktik penutupan kerugian suatu perusahaan dengan dananya sendiri, misalkan suatu perusahaan mungkin sadar bahwa lebih murah membayar perbaikan kendaraannya dengan biaya sendiri daripada menyerahkan klaim ke perusahaan asuransi. Ketika potensi risiko yang lebih tidak dapat dihindari atau dikendalikan, perusahaan terkadang memilih pemindahan risiko (risk transfer). Pemindahan risiko adalah praktik pemindahan risiko suatu perusahaan ke perusahaan lain—sebut saja, suatu perusahaan asuransi.
Risiko pasar, yaitu bentuk tekanan yang terjadi ketika ada pergerakan harga pasar, seperti nilai sekuritas, valuta asing, harga komoditi mapupun tingkat suku bunga. Risiko pasar adalah potensi kerugian yang disebabkan oleh perubahan harga-harga pasar dan yields. Risiko pasar sangat berkaitan dengan pinjaman nasabah Bank, deposito, aktivitas perdagangan, surat-surat berharga dan produk derivatif. Risiko pasar dikelola dalam batas risiko secara menyeluruh dan menggunakan teknik lindung nilai ( hedging). Seluruh aktivitas perdagangan sehubungan pada pertukaran mata uang asing, derivatif, pasar uang dan surat-surat berharga dipantau setiap hari dan dikaji dengan basis mark to market sesuai batas yang ditetapkan oleh Komite Risiko Pasar dan sejalan dengan peraturan Bank Indonesia.
Risiko Pasar sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor : 9/13/PBI/2007 Tentang Kewajiban Penyediaan modal Minimum Bank Umum Dengan Memperhitungkan Risiko Pasar yaitu adalah risiko kerugian pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif akibat perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar, termasuk risiko perubahan harga option.
Ada empat faktor standar risiko pasar, antar lain adalah
Risiko modal, adalah bagian hak pemilik dalam perusahaan (investasi pemilik) secara terbatas yang merupakan selisih aktiva dan kewajiban, bergantung pada bentuk badan usaha ysng dapat berbentuk Propriethorship (perorangan), Partnership (CV, Fa) maupun Corporation (perseroan)
Risiko suku bunga, Risiko suku bunga adalah risiko yang timbul karena nilai relatif aktiva berbunga, seperti pinjaman atau obligasi, akan memburuk karena peningkatan suku bunga. Secara umum, jika suku bunga meningkat, harga obligasi berbunga tetap akan turun, demikian juga sebaliknya. Risiko suku bunga umumnya diukur dengan jangka waktu obligasi, teknik paling tua yang sekarang digunakan untuk mengelola risiko suku bunga. Pengelolaan harta dan kewajiban adalah suatu nama yang umum digunakan untuk rangkaian lengkap teknik-teknik yang digunakan untuk mengelola resiko dalam suatu kerangka kerja manajemen risiko perusahaan. Atau disebutkan sebagai risiko kerugian akibat perubahan harga instrumen keuangan dari posisi Trading Book yang disebabkan oleh perubahan suku bunga.
Risiko mata uang, Risiko nilai tukar atau risiko mata uang adalah suatu bentuk risiko yang muncul karena perubahan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang yang lain. Suatu perusahaan atau pemodal yang memiliki aktiva atau operasi bisnis lintas negara akan memperoleh risiko ini jika tidak menerapkan lindung nilai (hedging). Risiko nilai tukar yang terkait dengan instrumen mata uang asing penting diperhatikan dalam investasi asing. Risiko ini muncul karena perbedaan kebijakan moneter dan pertumbuhan produktivitas nyata, yang akan mengakibatkan perbedaan laju inflasi.
Risiko komoditas. Adalah risiko kerugian akibat perubahan harga instrumen keuangan dari posisi Trading Book dan Banking Book yang disebabkan oleh perubahan harga kmoditas.
Menurut Jones (1996), “Systematic risk as is shown in part two on portfolio management an investor can construct a diversified portfolio and eliminate part of the total risk. The diversiviable or non market part. What is left is the diversiviable portion or the market risk variability in a securities total return that is directly associated with overall movements in the general market or economy”. Jadi risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio yang relatif terhadap risiko pasar dapat diukur dengan beta. Beta suatu sekuritas adalah kuantitatif yang mengukur sensitivitas keuntungan dari suatu sekuritas dalam merespon pergerakan keuntungan pasar. Semakin tinggi tingkat beta, semakin tinggi risiko sistematik yang tidak dapat dihilangkan karena diversifikasi.


3. PEMBAHASAN
Dalam Enterprise-Wide Risk Management, risiko perusahaan bukan hanya financial risk (risiko keuangan) saja, seperti risiko gagal bayar dalam suatu transaksi keuangan, risiko kesalahan dalam accounting system perusahaan ataupun risiko perubahan nilai mata uang. Selain risiko keuangan ada yang disebut risiko teknis, risiko operasional, dan risiko pasar (lazim disebut market risk atau commercial risk).
Turunnya harga minyak mentah dunia, menurunnya ekspor dan rentetan kibat lainnya dalam hal ini termasuk dalam kategori market risk. Dari identifikasi risiko-risiko tersebut, bagaimanakah risiko-risiko yang ada diukur? alam beberapa hal risiko-risiko tersebut memang sifatnya kualitatif. Namun, akhir-akhir ini pendekatan kuantitatif untuk mengukur risiko-risiko tersebut dilakukan berdasarkan variabel besar-kecilnya impact (akibat) yang ditimbulkan dan variabel tinggi-rendahnya frekuensi terjadinya risiko-risiko tersebut. Impact disini dapat diukur dlam nilai uang.
Dengan dua variabel tersebut risiko dipetakan dalam 4 (empat) bentuk:
  1. Risiko dengan impact yang besar dan frekuensi yang tinggi atau sering, seperti luktuasi nilai mata uang atau produk perusahaan yang dibajak/dipalsukan;
  2. Risiko dengan impact yang besar namun frekuensinya rendah atau jarang, seperti bencana alam atau pemboman pusat bisnis dan perdagangan;
  3. Risiko dengan impact yang kecil namun frekuensinya tinggi atau sering, seperti pengambilan inventory kantor (misalnya mesin hitung dan alat tulis) oleh karyawan perusahaan untuk kepentingan pribadi;
  4. Risiko dengan impact yang kecil serta frekuensinya rendah atau jarang, seperti pencurian inventory kantor oleh orang luar. Satu hal yang perlu diperhatikan, risiko pada suatu bidang bisnis tertentu akan berbeda dengan risiko di bidang bisnis yang lain. Sehingga prioritas risiko suatu perusahaan kemungkinan berbeda dengan perusahaan yang lainnya.
Dalam proses identifikasi risiko-risiko ini dapat ditambah satu variabel lagi, yaitu: apakah risiko-risiko tersebut diasuransikan atau tidak. Ini karena asuransi adalah salah satu bentuk penanggulangan untuk mengatasi risiko yang mungkin terjadi. Bentuk penanggulangan lainnya adalah hedging misalnya untuk risiko yang masuk dalam kategori (1), yaitu fluktuasi nilai mata uang. Sementara untuk risiko yang masuk dalam kategori (2) diatasi dengan membuat contingency plan, misalnya menyiapkan kantor cadangan yang secara teknis siap beroperasi apabila terjadi peristiwa ledakan bom.
Pada dasarnya memang tidak ada risiko yang sama sekali dapat dieliminasi. Yang ada adalah penanggulangan risiko dengan cara yang transparan dan akuntabel. Apakah itu dengan upaya menurunkan impact dan frekuensi terjadinya risiko maupun mengasuransikan risiko sehingga diperoleh gambaran bagaimana risiko yang absolute sifatnya menjadi risiko dibawah kontrol perusahaan. Upaya-upaya inilah wujud tanggungjawab perusahaan terhadap stakeholders-nya. Disinilah perlunya proses belajar dari pengalaman.Mengapa risiko harus dikelola? Jawabannya tidak sulit ditebak, yaitu karena risiko itu mengandung biaya yang tidak sedikit. Bayangkan suatu kejadian di mana sebuah perusahaan sepatu yang mengalami kebakaran salah satu pabriknya. Kerugian langsung dari peristiwa tersebut adalah kerugian finansial akibat aset yang terbakar (misalnya gedung, material, sepatu setengah jadi, dan sepatu yang siap dijual). Namun lihat juga kerugian tidak langsungnya, seperti tidak bisa beroperasinya perusahaan selama beberapa bulan sehingga menghentikan arus kas.
Akibat lainnya barangkali adalah macetnya pembayaran utang kepada kreditor dan suppliers karena terhentinya arus kas tadi yang akhirnya akan menurunkan kredibilitas dan hubungan baik perusahaan dengan para business partners tersebut. Contoh lain mahalnya risiko, misalnya, adalah perusahaan baterai yang produknya dinyatakan berbahaya bagi masyarakat oleh badan teknologi. Dampaknya, perusahaan tersebut harus menarik kembali semua baterai yang telah dipasarkan, dan itu berarti biaya yang luar biasa besar.
Kemudian ditambah lagi dengan kerugian tidak langsungnya sebagaimana contoh pertama di atas. Dua contoh di atas merupakan pure risks. Ada lagi risiko lain yang dikenal sebagai price risk. Misalnya, perusahaan raket tenis yang memerlukan material aluminium dalam memproduksi raket akan mengalami kenaikan biaya jika harga pasar aluminium mendadak naik.
Perusahaan raket tersebut barangkali bagus dalam operasinya (produknya disukai pasar, inovasi produk dan proses, penjualan meningkat, manajemen biaya efisien) namun terpaksa menderita risiko akibat kenaikan harga pasar aluminium yang di luar kontrol perusahaan. Nah, di sinilah pentingnya manajemen risiko. Manajemen risiko yang efektif dapat meminimumkan biaya risiko. Konkretnya, risiko yang dikelola dengan baik, seperti dengan asuransi dan hedging kontrak derivatif, dapat menjaga agar kinerja perusahaan terhindar dari faktor-faktor non-operasi seperti kerugian akibat pure risk dan price risk tadi.
Berdasarkan konsep investasi, risiko yang relevan dalam portofolio aset hanyalah risiko sistematis karena risiko spesifik pada dasarnya dapat dihilangkan melalui diversifikasi. Dengan demikian, investor yang investasinya telah terdiversifikasi dengan baik dalam portofolio hanya dapat mengharapkan tingkat return karena dia menanggung risiko sistematis, karena dengan melakukan diversifikasi dengan efektif, risiko spesifik aset-aset dalam portofolionya itu pada dasarnya telah tereliminasi.
Lalu apa manfaat manajemen risiko bagi peningkatan kemakmuran pemilik perusahaan? Jika pengaruh manajemen risiko terhadap discount rate tidak signifikan, mari kita lihat manfaatnya untuk arus kas bersih. Paling tidak ada tiga manfaat manajemen risiko bagi arus kas bersih: (1) menjaga kestabilan arus kas, (2) mengurangi kemungkinan perusahaan mengalami financial distress, dan (3) mengurangi kemungkinan perusahaan terpaksa mencari pendanaan baru untuk menutupi kerugian akibat risiko ataupun untuk mendanai investasi baru. (FAD)
Untuk mengelola risiko dengan baik, maka perusahaan haruslah memahami risiko apa saja yang mereka hadapi. Oleh karena itu, Anda harus memahami risiko besar apa saja yang dihadapi. Kemudian juga mendefinisikan jenis dan seberapa banyak risiko yang bersedia untuk ditanggung.
Terkadang, perusahaan tidak mengerti benar mengenai risiko apa yang mereka tanggung dan dampaknya terhadap bisnis. Misalnya, perusahaan melakukan investasi yang menjanjikan return tinggi namun ternyata gagal dan mereka hanya menjadi korban penipuan belaka.
Setiap industri memiliki jenis risiko yang berbeda-beda sehingga masing-masing seharusnya membuat klasifikasi bagi banyak kategori risiko ini, Di industri farmasi, misalnya, perusahaan dapat mengalami risiko volume bisnis ketika pesaingnya memperkenalkan obat baru yang lebih bagus. Mereka juga mengalami risiko operasional ketika produk mereka ditarik dari pasaran sehingga mengurangi pendapatan. Kemudian mereka juga terekspos terhadap risiko R&D jika obatnya tidak mendapatkan persetujuan dari BPOM.
Selain memahami jenis risiko yang dihadapi, perusahaan juga harus memahami seberapa besar risiko yang mereka tanggung. Kemudian, Anda juga harus memahami bahwa setiap unit bisnis memiliki risiko yang berbeda dan bisa saja berhubungan satu sama lain. Anda juga harus memahami bagaimana risiko tersebut berdampak terhadap risiko keseluruhan.
Dalam kata lain, perusahaan harus memili pandangan secara lebih terintegrasi. Misalnya, perbankan, harus bisa mengidentifikasi bahwa adanya penurunan dalam industri penerbangan mengakibatkan risiko antara lain: risiko volume bisnis berkaitan dengan pelayanan travel, risiko kredit (risiko tiket sudah dibeli namun belum dibayar) dan risiko pasar berkaitan dengan investasi misalnya di obligasi perusahaan penerbangan.
Merumuskan strategi adalah salah satu aktivitas paling penting perusahaan dan mempengaruhi semua keputusan investasinya . Strategi yang baik menjelaskan jenis risiko yang diasumsikan atau yang bersedia mereka terima, magnitude risiko tersebut, dan return yang diharapkan untuk menutupi risiko tersebut . Penjelasan akan elemen ini menyediakan kejernihan dan arah untuk manajer unit bisnis yang berusaha untuk menyelaraskan strategi mereka dengan strategi perseroan keseluruhan sambil membuat trade-off risk dan return.
Level return yang diinginkan bervariasi tergantung toleransi para manajer terhadap risiko. Beberapa mungkin bersedia untuk menerima risiko demi return yang lebih tinggi. Lainnya mungkin lebih konservatif. Namun setidaknya, return haruslah melebihi cost of capital.

4. KESIMPULAN
Seperti halnya strategi, strategi risiko perusahaan juga haruslah memiliki beberapa scenario yang berbeda. Perusahaan asuransi jiwa misalnya, haruslah mengetahui bagaimana laba mereka akan bervariasi dalam kondisi ekonomi yang berbeda-beda. Sehingga, jika terjadi skenario pesimis dimana kondisi ekonomi sedang buruk, mereka memiliki strategi untuk menghadapinya.
Berbeda dengan risiko kredit yang sudah melekat begitu dana kredit itu disalurkan, risiko pasar baru bisa terlihat dalam waktu yang agak lama. Misalnya, ketika debitor bank mengalami masalah akibat perubahan makro yang memburuk. Sebagai konsekuensinya, bank harus merestrukturisasi kredit dengan memberikan diskon bunga misalnya. Hal-hal seperti itu menjadi bagian dari risiko pasar yang dihadapi bank.


Daftar pustaka


1. Philip Kotler and Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi 12, Terjemahan, PT. INDEKS, Jakarta, 2008
2. Philip Kotler and Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Jilid 2, Edisi 12, Terjemahan, PT. INDEKS, Jakarta, 2008
3. http://www.vibiznews.com diakses 6 Desember 2008
4. http://mercubuanacenter.com/info/manajemen/jurnal-manajemen-resiko-20081031920.html diakses 6 Desembe


Selengkapnya.....