Berangan-angan Main Listrik Angin-anginan

(http://prasasto.blogspot.com)

Ini saya copy paste dari (http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin--wind-turbine--wind-mill/767--pltb-11-unit-dibangun-dalam-2-tahun.html)


Meningkatnya kebutuhan listrik diluar Pulau Jawa, pemerintah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau Angin (PLTB) sebanyak 6 unit pada tahun ini dan tahun 2008 sebanyak 5 unit ditahun 2008 melalui anggaran APBN.

Pembangunan 5 unit PLTB yang akan dibangun tahun depan dimana investasi setiap unitnya Rp 15 Milyar sehingga total dana yang dikeluarkan Rp 75 Milyar" kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan energi Departemen ESDM, J Purwono pada saat raker dengan Komisi VII di gedung DPR, Jakarta (17/9/2007) seperti yang dilansir oleh detik.com

Kapasitas masing-masing pembangkit Listrik itu berkapasitas 200 KWH yang akan di bangun tiga di Maluku dan dua di Sulawesi Utara.

Untuk tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 24 milyar untuk membangun 6 unit PLTB yang dibangun di Sulawesi Utara dua dan emapt di bali. kapasitas dari masing-masing pembangkit 80 KWh. Pengelolalan dari PLTB ini setelah selesai oleh Pemda setempat dan hasilnya dijual ke PLN.

Menurut Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi harga listrik dengan menggunakan PLTB ini dua kali lebih mahal sekiar 4,5 $ sen per KWh.

Selanjut Dirjen juga mengungkapkan pengusaha dari Amerika dan Jerman berminat untuk membangun PLTB di Indonesia. Sebenarnya telah tertarik bebrapa tahun lalu tapi dengan adanya krisis yang terjadi di Indonesia baru sekarang dimulai lagi.

Pengusaha swasta sekarang ini telah mulai melalukan studi kelayakan untuk pembangunan PLTB. Daerah-erah yang mempunyai potensi besar adalah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku. Daerah-daerah ini mempunyai potensi angin yang bagun untuk dibangun pembangkit ini.

Pembangunan PLTB membutuhkan investasi 1500 USD - 2000 USD per KWh. Pemerintah mengharapkan pada tahun 2008 swasta telah mulai membangun PLTB.

di web (http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin--wind-turbine--wind-mill/795--pembangkit-listrik-tenaga-angin-menjadi-solusi.html) dikatakan pula :
Solusi yang paling memungkinkan untuk diterapkan saat ini di Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Angin. (PLT Angin). PLT Angin ini pada prinsipnya memanfaatkan angin yang tersedia di alam. PLT Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Ini dilakukan untuk menstabilkan keadaan listrik yang terpengaruh saat kecepatan angin berubah-ubah. Angin yang dapat dimanfaatkan untuk PLT Angin ini adalah angin yang termasuk pada kelas angin nomor 3(berkecepatan 12-19,5 km/jam) sampai dengan kelas angin nomor 8 (berkecepatan 61,6-74,5 km/jam). Kelas angin nomor 3 dapat ditandai dengan adanya asap bergerak mengikuti arah angin dan kelas angin nomor 8 ditandai dengan ujung pohon melengkung, dan hembusan angin terasa di telinga.

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembanglit listrik tenaga angin. PLT Angin dapat dimaksimalkan pemberdayaannya disekitar pantai di Indonesia. Namun, tidak semua pantai dan daerah dapat dijadikan PLT Angin, karena perlu dipilih daerah yang memiliki topografi dan keadaan angin yang stabil. Sampai saat ini, kapasitas total yang terpasang diseluruh Indonesia kurang dari 800 kilowatt. Terdapat lima unit kincir angin pembangkit listrik berkapasitas 80 kilowatt yang sudah dibangun. Pada tahun 2007 yang lalu, telah ditambah tujuh unit kincir pembangkit berkapasitas sama di empat lokasi, yaitu Pulau Selayar, Sulawesi Uutara, Nusa Penida,Bali, serta Bangka Belitung.

Selain digunakan di daerah pesisir pantai, PLT Angin juga dapat digunakan di daerah pegunungan dan daratan. Saat ini kapasitas total pembangkit listrik yang berasal dari tenaga angin untuk Indonesia dengan estimasi kecepatan angin rata-rata sekitar 3 m/s / 12 Km/jam, 6.7 knot/jam turbin skala kecil lebih cocok digunakan, di daerah pesisir, pegunungan, dataran.. Salah satu daerah yang cocok untuk dijadikan PLT Angin adalah daerah Sidrap.Daerah ini memiliki topografi yang menunjang, datarannya luas dan memiliki kecepatan dan stabilitas angin yang ideal. Selain untuk pembangkitan listrik, turbin angin sangat cocok untuk mendukung kegiatan pertanian dan perikanan, seperti untuk keperluan irigasi, aerasi tambak ikan, dan sebagainya.

Bagaimana di Balikpapan?
Dalam (http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin--wind-turbine--wind-mill/892--rata-rata-kecepatan-angin-di-indonesia.html) dikatakan :
Rata-rata secara global kecepatan angin di darat adalah sekitar 30 - 40 km/jam. akan tetapi kecepatan rata2 angin di daratan sangat tergantung pada dimana kita mengukur kecepatan angin tersebut dan kapan kita melakukan pengukuran. sebagai contoh wilayah Indonesia bagian Timur seperti NTT, NTB, Sulsel dan pantai selatan Jawa mempunyai kecepatan angin rata-rata yang cukup tinggi yaitu 5 m/s, sementara di indonesia bagian barat cenderung lebih rendah dari nilai tersebut.

Untuk pengukuran kecepatan angin yang lebih baik memang dilakukan pada ketinggian 10 m, dengan pertimbangan efek dari lapisan perbatas dan korelasi eddy sudah tidak mempengaruhi kecepatan angin lagi. tapi rata2 stasiun cuaca, terutama di Indonesia melakukan pengukuran pada 0,5 m hingga 2 m. Sebagian besar stasiun cuaca bahkan mengambil nilai tengahnya dengan menempatkan anemometer dalam sangkar cuaca yang berketinggian 1,2 m.

Tidak ada satupun artikel yang bisa saya temukan menyebutkan bahwa Kota Balikpapan berada dalam kategori daerah dengan kecepatan angin seperti disebutkan diatas. Mungkin ada data dari BMG lokal balikpapan yang bisa mendukung keinginan beberapa pihak untuk mengembangkan pemanfaatan PLTB di Balikpapan?
eh, sebenarnya teknologi apa sih yang akan dikembangkan untuk PLTB di Balikpapan? coba deh simak http://www.forumbebas.com/thread-81256.html, disana disebutkan bahwa Pada 8 Juli 2009 lalu AWEA (American Wind Energy Association) membuat laporan mengenai seluruh kincir angin yang ada di Amerika. Laporan itu menyebutkan bahwa 20% dari seluruh energi yang digunakan di seluruh negeri itu dihasilkan dari tenaga angin. Selain mendapatkan data spesifik tentang pasokan listrik tenaga angin mereka juga merilis 10 kincir angin terbaik berdesain canggih.

Saya jadi teringat tahun 2007 lalu, ketika masih intens bertemu dengan Bapak Sugiek Sajagi, seorang ahli di urusan elektronika. Sampai satu saat ia memutuskan untuk ikut mengembangkan Kincir Angin mini yang kemudian melalui Lomba Teknologi Tepat Guna berhasil menarik berita secara nasional (http://osdir.com/ml/org.region.indonesia.mahawarman/2008-05/msg00007.html)
Nih, berita lengkapnya :
KOMPAS/AMBROSIUS HARTO / Kompas Images
Sugiek Sajagi, Jumat, 22 Februari 2008 | 02:15 WIB
Oleh Ambrosius Harto

Jakarta dan sekitarnya baru satu-dua hari merasakan pemadaman listrik. Tetapi, daerah-daerah lain sudah lama merasakan hal itu. Bahkan, pemadaman listrik itu telah membuat frustrasi warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pasalnya, keadaan itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan belum bisa diselesaikan.

Sebagian warga bosan karena barang-barang elektronik rusak, atau mereka mesti bolak-balik beli solar untuk menghidupkan generator set. Sugiek Sajagi pun gelisah karena krisis listrik yang tak kunjung teratasi. Menunggu perbaikan dari pemerintah dianggapnya cuma membuang waktu. Dia lalu bereksperimen dan berhasil membuat kincir angin untuk membangkitkan listrik.

Kincir yang mirip baling-baling pesawat itu bukan dibuat di laboratorium dengan peralatan canggih. Dia membuatnya di bengkel kerja yang sekaligus menjadi rumahnya. Dalam bangunan berdinding kayu itu, televisi, radio, dan sirkuit elektronik menumpuk.

”Sudah lama saya menjadi tukang memperbaiki barang elektronik,” kata Sugiek, pria yang meraih juara ketiga pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional IX 2007 itu

Inspirasi Sugiek membuat kincir berawal dua tahun lalu. Suatu malam mantan kru kapal laut ini menggenjot sepeda yang lampunya menyala. Dia tahu tenaga (listrik) untuk menyalakan lampu itu berasal dari putaran dinamo akibat kayuhan kaki.

”Kalau begitu, selama ada dinamo dan pemutar, listrik bisa dihasilkan,” ujar Sugiek.

Lelaki ini pun bereksperimen dan lahirlah ide membuat pembangkit listrik yang digerakkan hewan. Sugiek memang memelihara beberapa kambing untuk dijual.

Percobaan yang dilakukannya berhasil meski daya listrik yang dihasilkan kecil. Lagi pula, percobaan dengan menggunakan kambing dirasakannya tak manusiawi. ”Kambing saya jadi enggak bisa jalan lurus, cuma muter-muter terus,” katanya.

Sugiek kembali memutar otak dan lahirlah ide membuat kincir angin. Dia terinspirasi gambar kincir angin di Belanda dan baling-baling pesawat. Kincir dan baling-baling ketika berputar akan menghasilkan energi gerak. Energi itu bisa digunakan memutar generator listrik.

Ide itu direalisasikan dengan eksperimen swadaya. Sugiek membeli dinamo yang mampu berputar 1.500 kali per menit (rpm), baterai (aki) untuk menampung daya listrik, roda pemutar, potongan fiberglass untuk membuat kincir atau baling-baling, dan kabel.

Hasilnya, pada putaran ke-750 dinamo menghasilkan energi yang dapat diserap baterai. Dalam dua jam baterai penuh dan menghasilkan daya listrik 1.500 watt. Daya itu cukup untuk menyalakan televisi, kulkas, mesin cuci, komputer, dan kipas angin sekaligus selama empat jam. Selama kincir berputar, aki otomatis bisa terus menyerap energi

Kreasi Sugiek itu diminati sebagian penduduk Balikpapan. Dalam kurun dua tahun, ia menjual lebih dari 40 kincir kepada penduduk dan beberapa rumah sakit. Keuntungan dari penjualan kincir lalu dia pakai untuk biaya hidup sehari-hari dan bereksperimen lagi.

”Duit saya lebih banyak habis untuk eksperimen bikin benda ini, bikin barang itu, ha-ha-ha,” tutur pria yang menjual kincir anginnya seharga Rp 15 juta-Rp 20 juta per unit, tergantung kemampuan dinamonya itu.

Ia berusaha berpegang pada prinsip bahwa temuan-temuan yang dia hasilkan harus bermanfaat dan mampu menolong warga yang kesulitan.

Selain kincir, ia juga memodifikasi kacamata hitam dari plastik untuk membantu memulihkan penglihatan yang kabur. Dia menembak kacamata itu dengan laser sehingga ada belasan lubang kecil. Selanjutnya, kacamata itu disinari inframerah selama beberapa jam.

”Lubang-lubang dan kandungan inframerah membantu mata bisa melihat dengan lebih enak,” ujar Sugiek. Kacamata hasil modifikasinya itu telah dijual hingga Surabaya (Jawa Timur) dan Semarang (Jawa Tengah).

”Kegilaan” bereksperimen terkait dengan lika-liku hidupnya. Lulus sekolah menengah pertama pada 1958, Sugiek pergi ke Jember, Jatim, dan belajar di Sekolah Teknik Menengah dr Soebandi. Di kota itu ia indekos di rumah Kepala SMA Negeri 3. Dia juga mengajari anak pemilik rumah pelajaran aljabar dan elektronik. Sebagai ”imbalan”, Sugiek boleh belajar di SMA Negeri 3.

Selepas SMA, lelaki yang bisa berbahasa Belanda, Perancis, Inggris, Jerman, Spanyol, dan Jepang ini sempat kembali ke Balikpapan selama setahun. Namun, keinginannya belajar masih menggebu. Sugiek lalu pergi ke Jakarta dan menuntut ilmu di ATN/STTN (kini Institut Sains dan Teknologi Nasional).

”Di STTN saya tidak lulus-lulus, malah berantem sama dosennya,” kenang Sugiek yang suka ”berkeliaran” di Pelabuhan Tanjung Priok dan secara tak sengaja terbawa kapal hingga ke Amerika Serikat.

Selama di kapal ia memperdalam ilmu elektronik dari teknisi kapal. Dia jadi tahu bagaimana cara memperbaiki radio panggil hingga radar. Sesampai di AS, Sugiek ”terdampar” dan tinggal di San Ramon, California, selama lima tahun.

Di Negeri Paman Sam itu, ia sempat bersekolah untuk menambah pengetahuan di bidang teknologi. Ketika kembali ke Indonesia pada 1972, dia semakin tenggelam dengan teknologi. Berbagai pekerjaan sebagai teknisi dijalaninya. Sugiek pernah menjadi teknisi perusahaan minyak dan gas bumi, ”tukang” memperbaiki pesawat terbang, kapal laut, sampai radar.

”Entah mengapa, tetapi saya tetap merasa kurang sreg dengan berbagai pekerjaan itu. Saya memutuskan berhenti ’ikut orang’ tahun 1980,” katanya.

Berbekal tabungan bekerja selama beberapa tahun dan keahlian yang dimilikinya, dia lalu membuka bengkel di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, sambil terus bereksperimen menciptakan barang-barang yang bermanfaat.

Selain pembangkit listrik tenaga angin dan kacamata inframerah yang laku di pasaran, Sugiek antara lain juga menciptakan pembangkit listrik tenaga air dan perahu dengan tenaga sinar matahari. Belakangan, dia juga membuat alat pengusir nyamuk, kecoa, dan tikus yang berbentuk seperti ponsel bertenaga listrik. Alat yang terakhir dia ciptakan itu hak ciptanya dia jual kepada sebuah perusahaan Korea.

Adakah semua ciptaannya itu dipatenkan? ”Malas, prosesnya rumit dan lama. Biar saja ditiru orang lain, asalkan bermanfaat buat masyarakat,” jawab Sugiek yang masih berusaha membuat kincir yang berharga lebih terjangkau, sekitar Rp 7 juta.

See?...... yang kita butuhkan sesungguhnya adalah investor yang mau mengembangkan teknologi ini dengan berinvestasi di Balikpapan..... dan menjual produknya keluar Balikpapan.... bukan dijejalkan untuk Balikpapan...

Selengkapnya.....

Bio-Plastic Degradable, Plastik Ramah Lingkungan

Bionic bio-plastic

Umumnya Bioplastik memiliki daya tahan lebih rapuh dan kurang tahan panas, serta sukar dibentuk, dibanding dengan bahan sejenis yang berbahan dasar daripada minyak bumi, sehingga masih kurang banyak digunakan dalam industri khususnya komponen plastik saat ini.

Fuji Xerox, bekerjasama dalam riset dan teknologi dengan Fuji Photo Film Co, dimana Xerox yang berbasis di Jepang, bekerjasama untuk mengubah itu. Bahan Bioplastics yang ada saat ini " sangat miskin kandungan - daya tahan panas dan kekuatan mekanik yang rendah," kata Kenji Yao, salah satu ilmuwan peneliti di Fuji Xerox's Desain untuk Kelompok Lingkungan di Kanagawa, Jepang. “Memerlukan perubahan komposisi dan kandungan di dalamnya."

Untuk meningkatkan daya resistansi dari plastik, daya tahan panas dan tahan api, Fuji Xerox bekerjasama dengan produsen bahan Unitika untuk mengembangkan polymer alloy teknologi yang memungkinkan terjadinya pencampuran jagung berasal polylactic-asam (corn-derived polylactic acid) dengan minyak berbasis plastik.

Kelompok tersebut mengembangkan dua bahan aditif, sebagaimana yang dikembangkan kedalam teknologi adonan dan cetakan, merata pada dua bahan campuran tersebut yang memberikan daya kekuatan dan lebih tahan panas. Plastik baru ini, yang sekuat seperti acrylonitrile-butadiene-styrene (ABS) yang digunakan dalam industri pipa, golf dan Lego bata, memiliki biomassa isi sekitar 30 persen, dibandingkan dengan 10 sampai 20 persen dibandingkan dengan bioplastics, Kata Yao. Plastik buatan Fuji Xerox juga mengurangi emisi karbon dioksida yang timbul sebesar 16 persen dibandingkan dengan plastik berbahan dasar biomassa lainnya, katanya.

Pada bulan November, Fuji Xerox memulai untuk mengintegrasikan plastik ke dalam beberapa produk-produknya di Jepang, produk ini memenangkan sejumlah penghargaan eco award, dan menjadi yang pertama dalam program penggunaan bioplastic untuk komponen-komponen bergerak mekanis, katanya.

Kelompok ini kini bekerja untuk mengurangi emisi karbon-dioksida, meningkatkan kandungan biomassa dan mengembangkan kekuatan dari bioplastic, katanya. Namun, produk ini menghadapi beberapa tantangan. Terutamanya adalah, bioplastic masih tiga kali lebih mahal ketimbang ABS, walaupun Yao berharap akan menjadi lebih murah dalam waktu dua tahun.

Ken Ito, Ketua dan CEO dari Laboratorium Fuji-Xerox Palo Alto, mengatakan proyek ini bertujuan untuk membawa produk bioplastic ke Amerika Serikat tahun ini atau tahun depan. Tujuannya adalah untuk mengurangi emisi karbon dan mengurangi bahan-bahan yang terbuat dari minyak, kata Michiaki Yasumo, manajer Design untuk Kelompok Lingkungan.

"Kami percaya produk ini [berbasis bio] akan menjadi bahan utama di masa mendatang," katanya, dan selanjutnya menambahkan bahwa kelompok ini juga menyelidiki kemungkinan pembuatan bioplastic dari biomassa cellulosic, seperti switchgrass, diluar dari yang sedang digunakan yaitu biomassa zat tepung, seperti pati jagung atau tebu.
Oleh: Jennifer Kho

Karakteristik utama dari bio-plastic

Perkembangan kedepan diharapkan memberikan penyadaran bahwa penggunaan bio-plastik dalam produk elektronik akan memberikan kontribusi ramah lingkungan dengan karakteristik utama dari bio-plastik adalah sebagai berikut:

(1) Top-Level daya tahan api (UL94 5V dan UL94 V-0 / 1.6mm uji lembar ketebalan) telah dicapai dengan menggunakan bahan anorganik yang aman yang menyerap panas selama pembakaran.

(2) Hal penting lainnya seperti tahan panas, moldability (mudah-bentuk), dan kekuatan telah disempurnakan dengan tambahan bahan tambahan khusus yang meningkatkan produk ini.

Bio-plastic

Plastik yang terbuat dari sumber biomassa yang dapat membantu proses pengurangan permasalahan lingkungan saat ini seperti kenaikan gas CO2 yang menyebabkan pemanasan global dan terkurasnya sumber daya minyak bumi.

Polylactic acid
Type bio-plastik yang terbuat dari jagung, dan lain-lain ini adalah merupakan bio-plastik yang pertama yang akan diproduksi secara massal. Namun, bahan ini tidak cukup tahan api dan tidaklah cukup bila digunakan dalam produk elektronik.

Flame resistance
Plastik yang digunakan dalam produk elektronik memerlukan daya tahan api yang tinggi untuk mencegah kebakaran. Standar untuk daya tahan api (flame resistance) yang diatur oleh Under Writer Laboratories (UL) di Amerika Serikat yang diadopsi secara luas. Susunan dari high flame resistance adalah 5V, V-0, V-1, V-2, NOT V-2 (UL94 session). Kebanyakan produk elektronik seperti komputer dan TV memerlukan standar lebih tinggi dari V-1. Khusus produk yang menghasilkan panas dengan suhu tinggi, seperti proyektor memerlukan 5V.

Flame-retarding additives
Additives yang menghambat pembakaran setelah penyalaan. Compound Halogen seperti organic bromine compounds dan phosphorus compounds seperti red phosphorus dan phosphorus ester yang banyak digunakan, tetapi seperti kebanyakan halogen compounds menghasilkan gas beracun saat dibakar. Red phosphorus juga dapat menghasilkan zat beracun saat dibakar, dan phosporus esters itu sendiri beracun dan dapat menyebabkan kerusakan biologis setelah dibuang. Jadi dalam hal ini keselamatan compounds yang dikurangi.
Sumber: NEC

Plastic Bags, The Environment And Alternatives Plastic Bags
Oleh Michael Bloch

Kantong Plastik Biodegradable

Kantong plastik sangat populer dikalangan konsumen dan pengecer karena sangat fungsional, ringan, kuat, murah, dan merupakan wadah yang higienis untuk sarana transportasi makanan dan produk lainnya.

Ketika orangtua saya telah tumbuh dewasa, kantong plastik masih merupakan barang yang mewah. Kini kantong plastik menjadi lebih murah, dan baik. namun kami tidak berfikir seperti itu lagi. Ribuan kantong plastik yang dibuang tidak akan terurai di lingkungan selama ratusan tahun. Kebanyakan Kantong plastik terbuat dari Polyethylene, yang merupakan oleh-produk dari industri minyak bumi.
Tidak hanya ada masalah dengan daya urai kantong ini, tetapi juga masalah bahan kimia yang dilepaskan sebagai bagian dari proses pembusukan; Organo-chlorine (sangat beracun), methane (gas rumah kaca yang memberikan kontribusi untuk pemanasan global) dan nitrous oxide. Ada alternatif lain, tetapi bahkan beberapa pilihan yang dipuji-puji sebagai earth-friendly diisukan memliki dampak yang negatif terhadap lingkungan, walaupun tidak ke sudut polyethylene bags.

Oxo-biodegradable plastic: Oxo-biodegradable plastic masih dibuat dari hasil sampingan minyak bumi, tapi tidak dapat menghilangkan seluruh racun. Bakteri pengurai plastik menjadi CO2, air, dan humus.

Hydro-biodegradable bags: Kantong Hydro-biodegradable dibuat dari pati berbasis plastik; yakni tanaman. Tetapi sesungguhnya produk ini tetap tidak ramah-lingkungan seperti yang disebutkan. Selain masalah biaya dan daya tahan, untuk menguraikan bahan ini ke dalam lingkungan alam membutuhkan lingkungan yang memiliki banyak bakteri dan selama proses pembusukan mengeluarkan banyak methane dan karbon dioksida.

Multi-use bags: Tentu saja, yang terbaik adalah kantong yang terbuat dari bahan-bahan organik yang dapat di daur ulang. Beberapa industri yang pedulin telah memulai memproduksi reusable bag, tapi sayangnya, banyak dari produk tersebut hanya baik dalam penggunaan begitu banyak keperluan dan setelahnya dibuang begitu saja. Masalahnya adalah bahwa dalam beberapa kasus, kantong-kantong itu justru berisi banyak bahan kimia berbahaya yang jumlahnya melebihi dari jumlah kantong itu sendiri yang bisa di daur ulang !
Sedapat mungkin, belilah kantong yang ramah-lingkungan yang terbuat dari bahan-bahan yang dapat diperbaharui atau lainnya yang tidak merusak di dalam lingkungan maupun didalam produksinya.

Michael Bloch adalah penulis dan pemilik Green Living Tips.com, secara online didukung oleh sumber daya energi yang menawarkan berbagai tips ramah-lingkungan, panduan hijau, saran dan berita lingkungan terkait untuk membantu konsumen dan bisnis dalam mengurangi biaya, konsumsi dan dampak lingkungan pada planet ini.

http://www.greenlivingtips.com
http://www.bioplastic-product.com







SocialTwist Tell-a-Friend

Selengkapnya.....

Memilih Water Heater Untuk Rumah Tangga

Menggunakan water heater atau pemanas air memang perlu untuk sebagian orang. Terutama bagi masyarakat yang berada pada negara-negara yang beriklim dingin. Pada suhu dingin yang ektrim berendam dalam bath tub dengan air panas dapat membantu melupakan sejenak masalah dan dinginnya udara musim dingin. Namun, perkembangan trend masyarakat modern saat ini di daerah tropis seperti di Indonesia juga cukup meminati penggunaan water heater. Kebanyakan pembeli water heater merupakan penduduk kota besar yang sering pulang malam karena kesibukan di kantor. Berendam di bath tub ataupun sekedar membersihkan diri dengan air hangat setelah seharian bekerja cukup dapat mengistirahatkan tubuh dan membuatnya lebih rileks.

Namun bagi orang yang belum pernah dan baru akan memulai untuk menggunakan water heater, adakalanya tidaklah mudah untuk memilih water heater jenis apa yang sesuai dengan kebutuhan dan juga bagaimana memulainya, menginstalasinya serta menemukan perawatan yang tepat untuk water heater yang dipilih sehingga tetap dapat memberikan hasil yang maksimal.

Begitu banyak tips yang disarankan dan membahas hal ini yang bisa diperoleh kalau kita browsing melalui internet. Namun karena sering informasi yang diperoleh masih sepotong-sepotong atau terpisah-pisah pada alamat yang berbeda, untuk itu saya coba untuk merangkumnya kedalam sebuah tulisan, sehingga harapannya akan lebih mudah dipahami dan lebih tuntas.

Umumnya di tiap negara memiliki jenis water heater favorit mereka masing-masing, contohnya water heater tenaga gas yang popular di China dan Amerika Serikat ataupun water heater tenaga listrik yang popular di Jepang. Untuk itu, bagi kita di Indonesia ada type water heater yang perlu ketahui.

Tipe water heater

Storage Water Heater (pemanas air yang menggunakan tabung penyimpan air).

Tipe ini (yang menggunakan tabung penyimpanan) adalah yang paling umum digunakan dan biasanya menggunakan listrik maupun gas sebagai sumber panasnya. Dan penggunaan gas biasanya lebih murah dibandingkan listrik.
Karena menggunakan tangki (storage), hal yang perlu anda perhatikan adalah kebutuhan air yang akan digunakan dan semakin banyak berarti anda harus memilih tangki yang lebih besar dan semakin besar tempat yang anda butuhkan untuk menaruh tangki tersebut.
Kelebihan dari tipe ini adalah air panas akan tersedia setiap saat karena air di dalam tabung akan secara berkala dipanaskan tetapi di lain sisi, biaya listrik per bulan untuk tipe ini lebih besar di banding lainnya.

Tankless or on-demand water heater (pemanas air yang tidak menggunakan tabung penyimpan air).

Tipe yang satu ini tidak akan menyimpan air tetapi langsung melakukan pemanasan melalui unit koil yang ada pada saat anda akan menggunakan. Kelebihan dari tipe ini adalah biaya listrik per bulan lebih kecil tetapi di lain sisi untuk mendapatkan panas yang cukup, daya listrik di rumah harus cukup besar. Sedangkan kekurangan dari tipe ini adalah ketersediaan air panas tidak dapat selalu disediakan, terutama untuk pengguna yang ingin menggunakan air panas secara berkesinambungan dan dalam jumlah yang besar.



Jenis Water Heater


Umumnya water heater yang terdapat di pasaran saat ini terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu water heater yang menggunakan listrik sebagai sumber energi, water heater menggunakan gas serta water heater yang menggunakan energi sinar matahari atau solar water heater.
  1. Water Heater Gas. Pada Water Heater model ini, prinsip kerjanya hampir sama bila kita memasak air dengan kompor gas. Hanya saja air tidak ditempatkan kedalam panci /ceret, tetapi air dilalukan kedalam pipa-pipa yg meliuk-liuk dengan ditambahkan sirip-sirip (seperti radiator / condensor), kemudian dibagian bawahnya di bakar dengan gas LPG. Perpindahan Kalor / Panas yg terjadi akan diserap oleh sirip-sirip dan pipa yg telah berisi air. Demi keamanan, perlu diperhatikan Ventilasi udara didalam kamar mandi tersebut.(gunakan Exhaust Fan) Water heater bertenaga gas dapat menggunakan gas yang dipasang langsung melalui pipa ke rumah-rumah ataupun gas yang tersedia dalam tabung harga yang ditawarkan oleh water heater bertenaga gas tidak jauh berbeda dari water heater tenaga listrik. Namun, akses gas melalui pipa yang tidak umum di Indonesia cukup merepotkan pelanggan yang menggunakan water heater tenaga gas, hal ini karena pelanggan harus membeli dan memasang tabung gas untuk water heater mereka. Perlu diperhatikan beberapa pengalaman yang menuturkan bahwa Water Heater gas beresiko bocor, terutama bila proses instalasinya dilakukan oleh tukang yang mungkin kurang berpengalaman, khususnya bila unit Water Heater dipasang didalam kamar mandi. Plus minus dari jenis ini adalah : (+) harga lebih murah dibanding pemanas lain, (+) dapat beroperasi kapan pun, tanpa hambatan listrik mati (WH listrik), mendung (WH surya), atau AC mati (WH panas AC). (-) pemasangan ribet, (-) harga gas yang kian melambung membuat pengeluaran membesar.
  2. Water Heater Listrik : Sedangkan Water Heater model ini prinsip kerjanya hampir sama bila kita memasak air dengan Listrik (seperti thermos listrik). Air ditampung dalam sebuah tangki berisolasi yang dilengkapi dengan pipa ber elemen pemanas listrik yang melingkar. Perpindahan Kalor / Panas yg terjadi akan diserap oleh air yg telah diisi didalam tangki tersebut. Demi keamanan, perlu diperhatikan pengaman Listrik dari alat tersebut. Wajib menggunakan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). Water heater yang menggunakan listrik biasanya berharga antara 2 juta sampai puluhan juta rupiah, tergantung dari kapasitas air yang dihasilkan dan teknologi yang digunakan. Teknologi yang biasa diterapkan pada water heater adalah irit pemakaian energi seperti listrik dan gas atau penggunaan CFC atau Freon, untuk water heater tanpa CFC tentu harganya akan lebih mahal. Besarnya listrik yang dibutuhkan oleh water heater listrik antara 1500 watt sampai 5000 watt. Saat ini pengguna water heater bertenaga listrik adalah yang terbesar, hal ini dikarenakan masalah harga yang dibawah dua tipe water heater lainnya. Supaya pemakaian listrik tidak terlalu boros, termostat WH bisa diatur tidak terlalu panas, jadi WH tidak nyala terus menerus. Untuk menghindarkan kesetrum, bisa dipasang anti kontak pada WH. (+) praktis, karena tinggal disambungkan ke sumber listrik langsung dapat dipakai. Plus minus jenis ini adalah : (+) ada yang dilengkapi remote controller, jadi tabung dapat disembunyikan (-) membutuhkan daya listrik cukup besar, minimal 350watt, bahkan bisa 2x lipat untuk kapasitas air yang besar. (-) kalau mati listrik, tidak dapat dipakai.
  3. Solar Water Heater : Kerja water heater seperti ini menggunakan prinsip radiasi. kaca yang dipakai pada alat tersebut digunakan untuk memerangkap panas matahari seperti peran CO2 pada global warming. panas yang di perangkap digunakan untuk memanaskan air yang ada di dalam pipa tembaga dan kemudian air menuju tempat penyimpanan. Jenis yang satu ini memang paling hemat listrik karena menggunakan tenaga matahari sebagai sumber panas tetapi untuk harga alat ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan tipe lainnya. Water heater tenaga surya merupakan pemain baru di pasar water heater. Tipe tenaga surya sangat cocok untuk daerah tropis yang memiliki banyak sinar matahari sepanjang tahun. Selain itu tipe ini tidak memerlukan biaya operasional yang besar karena menggunakan tenaga surya yang gratis. Namun, harga untuk satu unit water heater tenaga surya tergolong mahal dibandingkan dengan dua tipe sebelumnya, kisaran harganya antara 12 juta sampai dengan 20 juta tergantung kapasitas air yang dihasilkan antara 180 liter sampai 300 liter. Kekurangannya adalah pemasangan yang lebih rumit (diletakkan di atas atap rumah), biaya yang cukup mahal bila terjadi pengantian kalau terjadi kebocoran dan panas yang dihasilkan akan tergantung dari panas matahari yang ada sehingga bila memungkinkan, pilihkan solar water heater yang mempunyai tenaga cadangan bila matahari sedang tidak "bersahabat". Saat ini sudah tersedia type WH kombinasi tenaga surya dengan listrik. plus minus jenis ini adalah : (+) ramah lingkungan, karena memanfaatkan energi tak terbataskan (+) hemat energi, biaya operasional nol, biaya timbul hanya ketika cadangan energi (berupa listrik) dinyalakan. (-) sangat tergantung terhadap panas matahari, jadi dapat disimpulkan malam hari tidak dapat digunakan (-) instalasinya ribet, butuh panel surya di atap, sehingga ada biaya tambahan
  4. Water Heater panas AC. water heater jenis ini sudah mulai dipasarkan di Indonesia. WH dihubungkan ke compressor AC. Dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh AC kemudian panas yang dikeluarkan kompresor AC dipakai untuk memanaskan air. Plus minus jenis ini adalah : (+) hemat energi, biaya operasional nol (karena memanfaatkan buangan panas AC) (+) mengurangi udara panas di sekitar luar rumah, karena panas buangan AC dalam pemrosesan akan menjadi udara dingin (-) ketergantungan dengan AC, kalau AC tidak menyala kita tak dapat memakainya (-) peletakan WH harus dekat dengan letak kompresor AC, kalau jauh akan memperlambat pemanasan.
Menurut saya sesuaikan saja pilihan Anda dengan keadaan, misalnya Kalau Anda tinggal di luar Balikpapan, ada kemungkinan harga gas berlipat ganda, jadi hindari WH gas, atau mungkin di rumah Anda intensitas penggunaan AC tinggi maka pilih saja yang WH panas AC, atau jangan pilih WH surya jika tinggal di dataran tinggi, atau mungkin pilih WH listrik untuk memudahkan Anda dalam operasional dan perawatan, karena mungkin Anda punya dana berlebih.

Hal-hal yang perlu Anda diperhatikan sebelum memutuskan pilihan water heater yang akan digunakan adalah :
  • Ukuran rumah anda, water heater dapat dipasang secara terpisah untuk setiap kamar mandi ataupun dipasang terpusat dan mengalirkan air panas ke seluruh kamar mandi.
  • Kapasitas air yang dihasilkan, water heater menampung air dan memanaskan air yang telah ditampung untuk kemudian disalurkan ke kamar mandi. Makin besar kapasitas water heater maka makin banyak air yang ditampung dan disalurkan.
  • Daya yang dibutuhkan, jika anda menggunakan listrik atau gas, sebaiknya sesuaikan dengan konsumsi listrik atau gas yang biasa digunakan. Tingkat panas maksimum yang dapat dihasilkan (biasanya untuk instant water heater tidak terlalu panas). Berapa penambahan listrik atau pembelian tabung gas yang dibutuhkan dalam sebulan. Jangan sampai pengeluaran anda langsung membengkak setelah menggunakan water heater. Untuk menghadapi harga listrik yang terus mahal. Sebaiknya perhatikan indicator Energy Factor (EG) yang terdapat di setiap produk. Makin tinggi EG, makin hemat energi water heater tersebut.
  • Instalasi/Pemasangan water heater, Sejauh mana instalasi/ pemasangan dapat dilakukan, apakah harus membongkar bagian tertentu dari rumah anda. Untuk pemasangan water heater bertipe solar water heater atau bertenaga surya, dibutuhkan atap yang kuat. Beberapa atap masih membutuhkan penyangga tambahan untuk bias dipasang water heater. Posisi Tempat penyimpanan tangki (apabila menggunakan tangki).
  • Harga, water heater yang ada di pasaran saat ini banyak yang berasal dari produk luar negeri maupun produksi dalam negeri, salah satunya adalah Wika. Sebaiknya jika biaya bulanan dan harga awal yang murah, gas dan tenaga surya bisa menjadi pilihan. Water heater gas paling murah seharga 2-3 juta, namun masih harus mengeluarkan biaya pembelian tabung gas tambahan tiap bulan. Untuk tenaga surya termurah dijual dengan harga 7 juta rupiah.
Tips Memilih Water Heater

Berikut beberapa tips ringan untuk memilih water heater adalah sebagai berikut :
  1. Utamakan faktor keamanan saat memilih water heater. Pilih water heater listrik yang dilengkapi pengaman di bagian dalam dan switch anti kontak di luarnya. Gunakan water heater gas yang dilengkapi safety device.
  2. Pilih harga pemanas air yang sesuai dengan kondisi keuangan. Water heater listrik atau gas bisa didapatkan dengan harga Rp 1 jutaan (ada juga yang di atas itu). Untuk water heater tenaga surya, setidaknya harus disiapkan dana lebih besar. Selain itu perlu diingat bahwa ada biaya ekstra yang harus dibayarkan untuk pemasangan pipa air panas per meternya.
  3. Pilih kapasitas pemanas air yang sesuai dengan jumlah penghuni-dilihat dari jumlah pemakai, jumlah kamar mandi dan apa yang digunakan dalam kamar mandi (shower atau bathup). Untuk bathup yang digunakan 1 orang, minimal dibutuhkan water heater listrik dengan kapasitas 30 liter dan minimal 50 liter jika yang menggunakan 2 orang. Apabila kamar mandi menggunakan shower dan pemakainya 2 orang bisa menggunakan water heater listrik berkapasitas minimal 15 liter. Water heater tenaga surya dengan kapasitas 150-250 liter bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan satu rumah tangga.
  4. Saat memilih water heater yang sesuai, penting untuk mencermati di mana anda tinggal. Jika di kota besar di mana suhu air biasanya dudah cukup tinggi, lebih efisien untuk menggunakan water heater listrik. Dengan air yang suhunya cukup tinggi, proses proses pemanasan air tak berlangsung terlalu lama sehingga daya listrik yang terpakai juga tak terlalu banyak. Jika tempat tinggal anda berada di daerah dingin, sebaiknya menggunakan water heater gas. Suhu air yang cenderung lebih dingin akan membutuhkan proses pemanasan lebih lama, sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih irit jika menggunakan water heater jenis ini. Untuk jenis produk, Anda bisa memilih wika instruments, yaitu distributor water heater berpengalaman.
  5. Serahkan pemasangan water heater pada tenaga ahlinya (misalnya ahli wika instruments), supaya aman saat digunakan.
  6. Pilih produk yang berkualitas, bisa dilihat dari harga dan garansi yang diberikan. Hal ini untuk mengantisipasi timbulnya masalah-masalah yang tidak diinginkan. Pilihlah distributor water heater berkualitas.
Referensi :
  1. Yahoo Forum http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080321051836AAyzSwj )
  2. Panduan Rumah http://panduanrumah.com/water-heater-pada-rumah-atau-apartemen/
  3. Otakku http://www.otakku.com/index.php/2008/02/08/water-heater/



SocialTwist Tell-a-Friend

Selengkapnya.....

Aspek Produksi Keripik Singkong

Tanaman ketela/Singkong (manihot utilissima POHL) merupakan salah satu hasil komoditi pertanian di Indonesia yang biasanya dipakai sebagai bahan makanan. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka ketela ini bukan hanya dipakai sebagai bahan makanan saja tetapi juga dipakai sebagai bahan baku industri pengolahan tepung tapioka (tepung kanji) yang merupakan bahan baku kerupuk, gula cair, dsb. Selain itu ketela juga dapat dijadikan gaplek untuk bahan makanan pengganti nasi, gothok, gogik, roti, biskuit dan keripik. Pembuatan keripik ini merupakan salah satu cara pengolahan ketela untuk menghasilkan suatu produk yang relatif awet dengan tujuan untuk menambah jenis produk yang dihasilkan, sehingga mempunyai nilai tambah lebih besar. Keripik Singkong adalah salah satu jenis makanan kecil yang dibuat dari ketela/Singkong yang diiris tipis lalu digoreng dan siap dikonsumsi. Untuk mendapatkan rasa yang disukai konsumen, maka ditambah bumbu-bumbu yang digunakan sebagai penambah rasa seperti garam, barbekyu, gula putih, lombok sehingga diperoleh rasa seperti rasa pedas, manis, keju, asin dan lainnya. Pembuatan keripik Singkong saat ini masih terbatas pada usaha kecil atau industri rumah tangga dengan ditujukan untuk pasaran lokal. Pada umumnya dipasarkan melalui pedagang perantara, warung, toko-toko kecil, penjaja jalanan serta pasar swalayan dengan pengemasan dan cara pengemasan bervariasi tergantung pada sasaran yang dituju. Dengan makin baiknya pengolahan dan pengemasan sehingga diperoleh keripik Singkong yang bermutu dan terjaga kebersihan, diharapkan pemasaran produk ini dapat menjangkau konsumen yang lebih luas bahkan diarahkan untuk diekspor. Semua jenis ketela pada prinsipnya dapat dijadikan keripik, namun ketela yang paling baik untuk dibuat krepik adalah jenis ketela manis yakni ketela mangi, ketela valenca dan ketela begog. Ketiga jenis ketela ini rasanya manis dengan kadar racun yang sedikit dan sangat baik untuk dibuat keripik.

Tabel Komposisi Kimia ketela dalam setiap 100 gram

No.

Komposisi

Jumlah

1

Kalori

146.00 kal

2

Protein

1.20 g

3

Lemak

0.30 g

4

Karbohidrat

34.70 g

5

Kalsium

33.00 mg

6

Fosfor

40.00 mg

7

Besi

0.70 mg

8

Vitamin A

0.0 Sl

9

Vitamin B1

0.06 mg

10

Vitamin C

30.00 mg

11

Air

62.50 g


Aspek Produksi

Kapasitas produksi keripik Singkong dapat direncanakan untuk industri modern adalah 30.000 kg/tahun dan untuk industri rumah tangga adalah 15.000 kg/tahun dengan perhitungan berdasarkan atas jumlah lama kerja 25 hari perbulan atau sekitar 300 hari per tahun. Tetapi besaran kapasitas produksi ini sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya ketersediaan bahan baku dan permintaan konsumen terhadap produk keripik. Hal ini seperti yang dialami oleh sebuah home industri, dimana tingginya permintaan konsumen terhadap keripik yang dihasilkannya maka kapasitas produksi adalah 14.400 kg/tahun dengan lama kerja 30 hari perbulan.
Untuk memperoleh hasil produksi yang berkualitas baik, bahan dan peralatan yang dipergunakan harus dipersiapkan dengan baik. Adapun bahan dan peralatan yang digunakan/diperlukan untuk pembuatan keripik Singkong adalah sebagai berikut :


A) Bahan Baku dan Bahan Penolong



B) Peralatan Produksi

1) Meja dan kursi kerja.
2) Timbangan.
3) Pisau anti karat.
4) Pisau perajang (pasah).
5) Ember dan Bak plastik.
6) Wajan penggorengan.
7) Serok Kawat yang besar dan kecil.
8) Tampah.
9) Kompor, Tabung gas.
10)Plastik sealer (tangan).

No.

Jenis Bahan

Kebutuhan

Satuan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

Meja Kerja

Timbangan Kap. 10 kg

Pisau anti karat

Pisau perajang (pasah)

Ember

Bak Plastik

Wajan

Serok besar dan kecil

Tampah

Kompor

Tabung gas

Kursi

Plastik sealer

1

1

2

1

2

2

2

2

5

1

1

3

1

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah

Buah



C) Proses Produksi


Kegiatan produksi keripik Singkong mulai bahan baku mentah sampai siap dijual melalui beberapa tahapan, sebagai berikiut :


1) Pengupasan kulit

Umbi Singkong yang telah dipilih dikupas tetapi sebelumnya dipotong terlebih dahulu masing-masing ujungnya. Pengupasan kulit umbi Singkong dilakukan digarit dengan ujung pisau, kemudian kulit tersebut mulai dikelupas sampai bersih atau dikupas seperti mengupas buah mangga.


2) Pencucian

Umbi Singkong yang telah dikuliti dicuci dengan air hingga seluruh kotoran bersih. Kemudian, dibilas dengan air bersih sehingga kotoran yang melekat pada Singkong bener-bener bersih.


3) Perajangan/pengirisan

Umbi Singkong yang telah dicuci diiris-iris (dirajang) tipis-tipis dengan memakai pisau atau alat pasah sehingga diperoleh irisan yang sama tebalnya.


4) Penggorengan

Umbi Singkong yang telah dirajang langsung bisa dilakukan penggorengan, tetapi minyak gorengnya harus benar-benar sudah panas (± 160 - 200°). Penggorengan dilakukan sampai irisan Singkong berwarna kuning atau selama 10 menit . Jika keripik Singkong yang diinginkan mempunyai beberapa rasa, maka keripik Singkong sebelum diangkat dari penggorengan terlebih dahulu diberi bumbu seperti garam, gula dll. Sedangakan untuk rasa barbegue, keju dan pedas dengan cara ditaburkan pada irisan Singkong yang masih digoreng dengan terlebih dahulu bumbu tersebut dilarutkan dalam air. Jenis minyak goreng yang digunakan sangat berpengaruh pada hasil keripik Singkong yang bermutu baik dan tahan lama disimpan. Minyak goreng yang sudah hitam dan berbau tidak boleh digunakan lagi.


5)Pengemasan

Sebelum dikemas keripik Singkong diangin-anginkan sampai dingin, lalu dimasukan dalam plastik polyetilene dengan ketebalan 0.05 mm. Keripik Singkong dengan berat 200 gram dapat dikemas dalam plastik ukuran 20 x 25 cm. Selain menggunakan plastik dapat juga digunakan kaleng. Pada kemasan dicantumkan label (nama perusahaan, berat netto, merk dagang, ijin depkes dan lain-lain yang diperlukan). Keripik Singkong yang dikemas dalam plastik dapat tahan simpan selama 4 – 6 bulan, sedangkan yang dalam kaleng tahan disimpan 6 bulan. Limbah hasil produksi dari pembuatan keripik Singkong adalah kulit Singkong dan potongan dari ujung dan pangkal Singkong dan selama ini masih belum dimanfaatkan secara optimal padahal dari limbah tersebut masih bisa menghasilkan uang dengan dibuat pakan ternak, tepung dari potongan umbi atau dijual kepertenakan, namun umumnya dibuang.


Selengkapnya.....

Aspek Produksi Petis Udang

Limbah udang / kepala udang dapat diolah dan merupakan bahan baku pembutan petis salah satu produk industri kecil yang telah banyak dikenal dan makin digemari oleh masyarakat kita, maka untuk memenuhi kebutuhan konsumen perlu kiranya diimbangi dengan usaha–usaha peningkatan produksi dan mutu yang baik. Di banyak daera di Indonesia khususnya di provinsi Kalimantan Timur, produksi udang makin meningkat, baik hasil tangkapan nelayan di laut, sungai, maupun hasil budidaya tambak.
Limbah kepala udang sebagian besar belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Untuk mengoptimalkan manfaat dan nilai ekonomis dari limbah udang tersebut, maka dalam uraian ini akan dijelaskan cara pengolahan petis, aspek teknis, aspek ekonomis dan keuangan. Melihat peralatan yang digunakan sangat sederhana serta modal yang relatif kecil, maka usaha ini dapat dilakukan oleh masyarakat nelayan dipedesaan.
Jika diasumsikan kita akan berproduksi dengan kapasitas produksi petis udang 16 kg perhari atau 4800 kg/th, dengan hasil 48.000 pak (botol)/tn (1 pak = 1/10kg), maka bahan baku dan bahan penolong yang dibutuhkan adalah 15 kg kepala udang (5 kg babonan petis), 16 ons garam, 8 kg tepung tapioka, 16 kg gula pasir, dan bahan pewarna secukupnya / hari. Ini akan menghasilkan 16 kg petis udang. dan kerusakan diasumsikan 10%, sehingga yang dapat dijual hanya 90% saja.
A) Bahan Baku dan Bahan Penolong
Bahan baku utama industri pengolahan petis adalah limbah yang berupa kepala udang, rinciannya adalah :

No
Jenis
Kebutuhan
Satuan
1
 Kepala Udang
15
Kg
2
 Gula Pasir
16
Kg
3
 Air
7.5
Liter
4
 Bawang Putih
20
Kg
5
 Garam ber Yodium
16
Pak
6
 Kantong Plastik
1
Pak
7
 Tepung  Tapioka
8
Kg
8
 Minyak Tanah
10
Liter

B) Peralatan yang digunakan
Peralatan yang digunakan jumlahnya tergantung dari besar kecilnya usaha yang akan dilaksanakan. Jenis peralatan yang digunakan antara lain :

No
Jenis
Kebutuhan
Satuan
1
 Panci / wajan
4
Buah
2
 Baskom Plastik
4
Buah
3
 Ember Plastik
4
Buah
4
 Gilingan Udang
1
Buah
5
 Saringan
4
Buah
6
 Pisau
4
Buah
7
 Sendok
4
Buah
8
 Timbangan
2
Buah
9
 Plastik sealer
1
Buah
10
 Kompor
2
Buah

C) Proses Produksi / Pegolahan
Sebenarnya proses pembuatan petis ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap pembuatan babonan petis dan tahap pembuatan petis.
C.1 Proses pembuatan babonan petis
1) Pencucian
Bahan mentah (kepala udang) harus dicuci bersih. Pencucian tidak bersih akan memberikan kesempatan berkembangnya bakteri pembusuk pada bahan mentah yang diolah, sehingga produk yang dihasilkan akan mempunyai mutu rendah.
2) Penumbukan / penggilingan
Penumbukan / penggilingan dimaksudkan untuk mendapatkan udang yang sebanyak–banyaknya. Penumbukan yang halus selain berpengaruh pada jumlah sari juga terhadap hasil babonan.
3) Penyaringan/pemerasan
Penyaringan/pemerasan dimaksudkan untuk memisahkan antara sari dan ampasnya.
4) Pengentalan
Sari udang yang diperoleh dari hasil penyaringan, kemudian dimasak sampai kental. Hasil yang diperoleh ini disebut babonan petis. Proses pengentalan ini dapat juga ditambah gula.
Secara umum bagan proses pembuatan babonan petis sbb :
  •  Kepala udang
  •  Penumbukan/Penggilingan
  •  Penyaringan/pemerasan
  •  Pengentalan
  •  Babonan petis.
C.2 Proses pembuatan Petis
Proses pembuatan Petis
Perbandingan bahan adalah sebagai berikut :
Babonan : Gula : Garam : Tepung : Air = 3 : 10 : 1 : 5 : secukupnya
1) Membuat Larutan Gula dan Garam
Gula dan garam dimasukkan ke dalam air secukupnya sampai semua garam dan gula larut.
2) Membuat Adonan
Tepung dilarutkan dengan sedikit air, kemudian dimasukkan ke dalam larutan garam dan gula tadi.
3) Pencampuran dan Pemasakan
Sambil adonan dipanaskan dan diaduk terus, babonan petis dimasukkan. Pemanasan dilakukan sampai campuran/adonan tersebut mengental.

Hal-hal yang harus diperhatikan.
  • Tepung yang digunakan sebaiknya tepung gaplek sebab nilai kalori, Karbohidrat kadar protein dan kadar lemaknya lebih tinggi dari pada tepung onggok.
  • Tepung tersebut dimasak dengan air terlebih dahulu, kemudian dibiarkan selama 3 hari baru ditambahkan pada pembuatan petis yang akan diolah.
  • Dianjurkan kadar gula dalam petis minimum 45%, sebab fungsinya sebagai bahan pengawet.
  • Pemakaian garam hendaknya garam beryodium.
  • Makin banyak babonan petis yang digunakan akan makin mempertinggi kadar protein dalam petis.
D). Pencegahan Pencemaran Lingkungan.
Limbah bahan baku berupa kulit udang dan lain-lain, dibuang ke dalam sebuah lubang sedalam 20 m, dengan panjang 2 m x 2 m. Bila lubang tersebut telah penuh, ditutup kembali dengan tanah kemudian dibuatkan lagi lubang serupa. Dengan demikian tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat adanya usaha ini. Daging udang dapat diolah kembali sedemikian rupa menjadi kerupuk udang.


Selengkapnya.....