Standar Kualifikasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penanaman Modal

Pemerintah mendirikan kantor PTSP untuk membantu investor memperoleh kemudahan pelayanan, fasilitas fiskal dan informasi penanaman modal secara cepat. Kesederhanaan, keringanan dan kemudahan yang dimiliki PTSP termasuk juga dalam memberikan:

  1. Layanan semua jenis perizinan penanaman modal sampai realisasi proyek investasinya;
  2. Layanan non-perizinan penanaman modal yang meliputi penerbitan rekomendasi, termasuk rekomendasi visa izin tinggal terbatas, pemberian fasilitas fiskal dan non-fiskal serta pelayanan informasi.
  3. Layanan pengaduan masyarakat tentang pelayanan penanaman modal yang dirasakan;
  4. Layanan bantuan pelaksanaan penanaman modal termasuk fasilitasi (bantuan) pelayanan perizinan dan non-perizinan penanaman modal.

Diperkirakan tidak semua PTSP nasional (provinsi maupun kabupaten/kota) memiliki kinerja layanan yang terukur. Untuk mencapai tingkat kesempurnaan layanan tertentu, pemerintah memberikan kriteria sesuai tolok ukur yang dimilikinya. Standar kualifikasi untuk menilai standar PTSP nasional meliputi persyaratan dasar, persyaratan tambahan serta keunggulan lain yang dimiliki masing-masing PTSP.

Standar kualifikasi yang ditetapkan pemerintah akan menjadikan PTSP nasional memiliki 2 penggolongan. Kriterianya adalah PTSP nasional yang belum mencapai standar kualifikasi persyaratan dasar di bidang penanaman modal dan PTSP nasional yang sudah mencapai standar yang dimaksud. PTSP nasional yang belum mencapai standar persyaratan dasar dikualifikasikan sebagai "Non-Bintang", sementara yang sudah mencapai persyaratan standar dikualifikasikan "Berbintang".

Terhadap PTSP nasional yang berbintang, pemerintah akan memberikan pemeringkatan, yakni terdiri dari Bintang 1 sampai Bintang 5. Dengan pemeringkatan tersebut, PTSP baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan memiliki kewenangan yang lebih spesifik dan terarah.

PTSP tingkat provinsi berkualifikasi Non-Bintang, Bintang 1 sampai Bintang 3 berhak:
  1. Melayani PMDN berdasarkan peraturan tentang pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah, pemerintahan daerah provinsi, dan pemerintahan daerah kabupaten/kota yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi;
  2. Meningkatkan kualifikasi pemeringkatan;

PTSP tingkat provinsi berperingkat Bintang 4 berhak:
  1. Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya;
  2. Melayani perizinan yang dilimpahkan (yang sebelumnya menjadi kewenangan) pemerintah;
  3. Meningkatkan kualifikasi pemeringkatan;

PTSP tingkat provinsi berperingkat Bintang 5 berhak:
  1. Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya;
  2. Melayani perizinan yang dilimpahkan (yang sebelumnya menjadi kewenangan) pemerintah secara lebih luas;

PTSP tingkat kabupaten/kota yang berkualifikasi Non-Bintang, Bintang 1 sampai Bintang 3 berhak:
  1. Melayani perizinan yang sudah menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, seperti; Izin Lokasi, Izin Mendirikan Bangunan, dan Undang-undang Gangguan/Hinder Ordonantie (UUG/HO);
  2. Melayani PMDN yang ruang lingkupnya berada di dalam satu kabupaten/kota yang berdasarkan peraturan perundang-undangan. Peraturannya mengenai pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah, pemerintahan daerah provinsi, dan pemerintahan daerah kabupaten/kota yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota;
  3. Meningkatkan kualifikasi pemeringkatan;

PTSP tingkat kabupaten/kota berperingkat Bintang 4 berhak:
  1. Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya;
  2. Melayani perizinan yang dilimpahkan (yang sebelumnya menjadi kewenangan) pemerintah;
  3. Meningkatkan kualifikasi pemeringkatan;

PTSP tingkat kabupaten/kota berperingkat Bintang 5 berhak:
  1. Melayani perizinan dan non-perizinan sesuai kewenangannya;
  2. Melayani perizinan yang dilimpahkan (yang sebelumnya menjadi kewenangan) pemerintah secara lebih luas;

Sejalan dengan keberadaan PTSP nasional serta kewenangan memproses perizinan, maka kewenangan melayani permohonan fasilitas fiskal dan non-fiskal juga mengikutinya. Penanam modal yang membutuhkan layanan fasilitas fiskal dan non-fiskal yang menjadi kewenangan pemerintah dapat mengajukan ke PTSP BKPM. Kepada investor yang membutuhkan layanan insentif daerah dan kemudahan penanaman modal daerah lainnya dapat mengajukan ke PTSP nasional yang berwenang di masing-masing daerah.

Dalam soal penyeragaman kinerja layanan, seluruh PTSP nasional harus menggunakan mekanisme front office (FO) dan back office(BO). Investor juga berhak mengajukan permohonan perizinan dan non-perizinan penanaman modal secara manual maupun lewat SPIPISE ke seluruh PTSP nasional sesuai dengan tingkat kewenangannya.

Kinerja PTSP nasional dikenakan standar waktu layanan. Penerbitan perizinan dan non-perizinan harus selesai diproses paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja. Waktu pemrosesan itu tentunya dimulai sejak berkas permohonan diterima secara lengkap dan benar. Namun jangka waktu penerbitan perizinan dan non-perizinan yang terkait dengan tata ruang, lingkungan hidup, keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku.

Jika tidak puas dengan layanan PTSP, penanam modal dapat melayangkan pengaduan secara langsung kepada Kepala BKPM atau kepala instansi daerah setempat yang menjadi penyelenggara PTSP. Pengaduan disampaikan melalui petugas loket, telepon, faksimile dan sarana elektronik lainnya maupun melalui kotak pengaduan yang tersedia.

Tim Pertimbangan dan Penilaian PTSP

Untuk memfasilitasi keberadaan dan kinerja instansi PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Pemerintah Republik Indonesia membentuk Tim yang beranggotakan lintas lembaga pemerintah. Tim tersebut bertugas untuk menilai standar kualifikasi maupun menjaga kesinambungan kualitas layanan perizinan dan non-perizinan penanaman modal yang diselenggarakan oleh intansi PTSP di seluruh Indonesia. Tim terdiri dari :
  1. Tim Pertimbangan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Penanaman Modal (Tim Pertimbangan PTSP);
  2. Tim Penilai Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Penanaman Modal (Tim Penilai PTSP);
  3. Tim Teknis Penilai Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Penanaman Modal (Tim Teknis Penilai PTSP).

Selengkapnya.....

10 Tempat Terindah di Indonesia Yang Wajib Dikunjungi

Gara-gara chat dengan teman, jadinya berusaha tahu 10 tempat terindah di Indonesia yang wajib dikunjungi :
1. Borobudur


Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan salah satu candi Buddha terbesar di dunia. Candi ini dibangun ketika Samaratungga – raja dari dinasti Syailendra memerintah di Jawa Tengah. Candi ini dianggap merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur terletak di desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur sangat besar dan terdiri dari blok batu-batu besar dengan arsitektur yang sangat megah. Karena itu candi Borobudur saya tempatkan pada barisan pertama karena tingkat kesulitan pembuatannya.

2. Pulau Komodo
Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Pulau Komodo terdapat kadal terbesar di dunia, yaitu biawak Komodo (Varanus komodoensis). Komodo dipercaya sebagai sisa binatang purba Dinosaurus yang masih hidup. panjang komodo dapat mencapai 3 meter dengan berat bisa mencapai 140 kg. Pada peariran di pulau Komodo juga terdapat perairan yang termasuk keajaiban dunia bawah air. Dasar laut perairan Komodo adalah yang terbaik di dunia, di permukaan laut menyembulnya daratan-daratan kering yang berbukit karang. Sangat pantas pulau Komodo dimasukkan dalam daftar keajaiban di Indonesia.

3. Danau Tiga Warna Kelimutu
Danau ini oleh dunia disebut sebagai salah satu dari sembilan keajaiban dunia. Danau tiga warna terletak di Gunung Kelimutu, Flores,NTT. Di sana ada tiga danau yang berdekatan namun dengan warna-warna yang berbeda. Danau kawah tersebut adalah Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Kooh Fai (danau hijau) dan Tiwu Ata Mbupu (danau biru). Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah setiap saat, dari merah menjadi hijau tua dan kemudian merah hati, hijau tua menjadi hijau muda, cokelat kehitaman menjadi biru langit. Fenomena alam ini merupakan keajaiban.

4. Puncak Jayawijaya dan Carstenz
Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak benua (Seven Summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia. Puncak Jayawijaya terletak di Taman Nasional Laurentz, Papua. Puncak ini diselimuti oleh salju abadi. Salju abadi di Puncak Jayawijaya merupakan satu dari tiga padang salju di daerah tropis yang terdapat di dunia.
Di negeri kita yang dilalui garis khatulistiwa ini, menyaksikan adanya salju di Indonesia tentunya sesuatu yang mustahil untuk bisa dimengerti. Carstenz Pyramid (4884 mdpl) adalah salah satu puncak yang bersalju tersebut. Puncak tertinggi di Asia Tenggara dan Pasifik ini terletak di rangkaian Pegunungan Sudirman. Puncak ini terkenal tidak hanya karena tingginya, tetapi juga karena terdapat lapisan salju di puncaknya.

5. Prambanan
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Candi Prambanan terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi. Arsitektur bangunan ini sangat megah dan terdapat candi-candi baik besar maupun kecil pada Kompleks Candi Prambanan ini. Juga ada legenda bahwa candi-candi tersebut hanya dibuat dalam satu malam saja oleh kesaktian Bandung Bondowoso sebagai syarat mempersunting Loro Jonggrang. Tapi bukan karena legenda itu Prambanan dimasukkan dalam daftar ini tapi karena kehebatan arsitekturnya yang memukau dunia.

6. Pulau Bali
Pulau ini termasuk salah satu pulau terindah di Dunia. Pulau Bali merupakan pulau wisata terbaik di dunia. Objek-objek wisata di pulau Bali seperti Kintamani, Pantai Kuta, Danau Batur, Goa Gajah, Tampak Siring, Bedugul, Tanah Lot dan sebagainya. Pulau ini dimasukkan dalam daftar ini karena banyak tempat yang sangat menakjubkan dengan arsitektur bangunan dan keindahan alam di pulau ini yang juga sudah diakui dunia.

7. Bromo
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung dari lima gunung yang terdapat di komplek Pegunungan Tengger di laut pasir. Daya tarik gunung ini adalah merupakan gunung yang masih aktif. Objek wisata Gunung Bromo ini merupakan fenomena alam dengan Kekhasan gejala alam yang tidak ditemukan di tempat lain adalah adanya kawah di tengah kawah (crater in the crater) dengan hamparan laut pasir yang mengelilinginya.

8. Toraja
Toraja terletak Sulawesi Selatan. Tanah Toraja sangatlah unik, terutama dalam hal penguburan mayat. Mayat-mayat tidak dikubur, tetapi diletakkan di dalam gua-gua di bukit batu. Mayat-mayat ini ditemani oleh patung-patung yang menggambarkan orang yang meninggal tersebut. Di sini terdapat kuburan di bukit batu. Salah satu bentuk kuburan adalah kuburan batu yang dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Menurut kepercayaan animisme Aluk To Dolo di kalangan orang Tana Toraja, makin tinggi tempat ditaruhnya mayat tersebut makin cepat rohnya bertemu dengan Tuhan atau surga.

9. Krakatau
Gunung Krakatau yang letusannya pernah mengguncangkan bumi. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan juga menimbulkan tsunami yang menewaskan sekitar 36.000 jiwa.
Suara letusan gunung Krakatau sampai terdengar di Alice Springs, Australia dan pulau Rodrigues dekat Afrika. Gunung Krakatau berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan debunya dikatakan sampai ke luar angkasa. Walaupun Krakatau sudah tidak berbahaya seperti dulu lagi (mudah-mudahan) tapi sejarahnya merupakan salah satu keajaiban alam tersendiri.

10. Danau Toba
Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa Danau Toba dulunya adalah sebuah gunung berapi. Danau ini berada di bekas kawah supervolcano terbesar di dunia. Gunung Toba diperkirakan meletus pada 73 ribu tahun lalu. Letusan ini tercatat sebagai letusan Gunung api terbesar yang mempengaruhi iklim di seluruh dunia.

Selengkapnya.....

Pejabat Beretika Masih Langka

(http://prasasto.blogspot.com)

Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa konsep etika dan pandangan tentang perlunya mencegah konflik kepentingan bagi pejabat publik di Indonesia masih sangat langka. Orang yang menegakkan etika itu malah dianggap sebagai orang aneh.

"Saat saya bekerja di IMF (Dana Moneter Internasional), kalau kita ragu soal norma-norma konflik kepentingan, kita bisa bertanya. Hasilnya adalah keputusan yang baik. Sehingga bekerja di lembaga seperti itu menjadi sangat mudah. Namun saat kembali ke Indonesia, saya sering menghadiri rapat tentang suatu kebijakan yang akan berimplikasi pada anggaran, baik belanja atau insentif, ternyata pihak yang ikut dalam kebijakan itu akan mendapatkan keuntungannya. Tidak ada rasa risih," ujar Seri Mulyani saat berbicara dalam 'Kuliah Umum tentang Kebijakan Publik dan Etika Publik' di Jakarta, Selasa (18/5/2010) malam.

Sri Mulyani menuturkan, kalau kebetulan yang menjadi pejabat itu berlatar belakang pengusaha, dia bisa melepaskan bisnisnya. Namun, tetap saja ada banyak keluarganya yang menjalankan bisnis dia. "Lalu ketika dia membuat kebijakan, saya dibuat terpana atau bengong. Ada keputusan yang dibuat, lalu esok harinya yang mengimpor barang (atas dasar keputusan itu) adalah perusahaannya. Ini adalah suatu hal yang merupakan penyakit di zaman Orde Baru, namun dulu dibuat tertutup. Sekarang malah dibuat seolah telah dibuat dengan keputusan demokratis dan dengan check and balance, namun sebenarnya tanpa etika," ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan, ia sering kali meminta keluar dari ruang rapat pejabat publik yang kebetulan menjadi komisaris pada perusahaan yang sedang dibahas dalam rapat tersebut. Sikap tegas itu justru dibalas dengan cibiran. "Ada satu saat saya membuat rapat, dan rapat ini jelas berhubungan dengan perusahaan. Kebetulan yang diundang adalah beberapa komisaris perusahaan itu . Saya minta yang terkait dan berafiliasi dengan yang dibicarakan silahkan keluar. Mereka malah bilang, Mba Ani jangan sadis begitu," ujarnya.

Situasi kultur politik dan sikap pejabat publik yang seperti itu membuat Sri Mulyani resah. Apalagi proses politik hingga terpilihnya pimpinan daerah atau pimpinan tertinggi republik di awal oleh proses yang sangat menguras biaya sangat tinggi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk menjadi pejabat publik di daerah pun membutuhkan biaya tinggi.

"Tentu ini menjadi keresahan bahwa dalam ruang publik, masyarakat yang seharusnya menjadi ultimate share holder kekuasaaan, yang memilih CEO di Republik ini, dan memilih yang dia minta untuk mengawasi CEO-nya. Harus dihadapi kenyataan bahwa pemilihan itu di awal di hulunya dengan proses yang membutuhkan biaya yang luar biasa. Termasuk Presiden. Bahkan kalkulasi return on investment pun tidak masuk," tuturnya.

Laporan wartawan KOMPAS Orin Basuki

http://www1.kompas.com/read/xml/2010/05/18/22261615/smi.pejabat.beretika.masih.langka

Selengkapnya.....

Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Oleh: Dahlan Iskan CEO Jawa Pos Group
Kaltim POst, Senin, 07 Desember 2009

HATI kecil saya masih berharap mudah-mudahan hasil pemeriksaan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century itu tidak seluruhnya benar. Sebab, kalau memang tidak ada yang salah, akibatnya akan sangat dramatis: kita bisa kehilangan menteri keuangan yang sangat kita banggakan. Seorang menteri, Sri Mulyani, yang reputasinya begitu hebat.

Baik di dunia internasional maupun dalam mengendalikan keuangan negara. Secara internasional dia terpilih sebagai menteri keuangan terbaik di dunia dua tahun berturut-turut. Di dalam negeri dia dikenal sebagai menteri pertama yang berani mereformasi birokrasi di departemennya. Juga menteri yang sangat ketat mengendalikan anggaran negara.

Bahkan, dialah satu-satunya menteri yang berani minta berhenti ketika ada gelagat pemerintah akan membela seorang konglomerat yang dia anggap tidak seharusnya dibela. Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada yang tiba-tiba mengatakan: kesimpulan BPK itu diperoleh dengan cara kerja yang kurang benar. Maka kita tidak akan kehilangan menteri keuangan yang pandainya bukan main itu.

Pandai dalam ilmunya, pandai dalam menjelaskan pikirannya, dan pintar bersilat kata. Saya melihat kecepatan berpikirnya sama dengan kecepatan bicaranya. Kalau lagi melihat cara dia mengemukakan pikiran, seolah-olah otak dan bibirnya berada di tempat yang sama. Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang tiba-tiba menemukan data bahwa BPK telah salah ketik.

Maka, kita tidak akan kehilangan menteri yang mampu rapat dua hari dua malam nonstop untuk menyelamatkan keuangan negara. Rapat itu tidak boleh berhenti karena lengah sedikit berakibat pada kebangkrutan ekonomi nasional. Rapat itu tentu melelahkan karena angka-angkalah yang akan terus berseliweran. Angka-angka yang rumit: kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya.

Angak-angka itu saling bertentangan, tapi menteri tidak boleh memilih salah satunya. Dia harus membuat keputusan yang harus memenangkan semua angka yang saling merugikan itu. Padahal, dia baru saja tiba dari Washington, AS, untuk berbicara di forum KTT G-20 yang amat penting itu. Di Washington dia tahu bahayanya ekonomi dunia.

Tapi, dia mampu memikirkan keuangan internasional sekaligus keuangan nasional dalam waktu yang sama di belahan dunia yang berbeda. Dia harus menghadiri KTT G-20 di Washington saat itu (kebetulan saya ikut di rombongan situ) saat rupiah tiba-tiba melonjak menjadi Rp 12.000 per dolar AS.

Dia harus tampil cool di forum dunia yang Singapura pun tidak boleh ikut di dalamnya itu sambil tegang bagaimana harus mengendalikan rupiah yang sudah membuat warga negara Indonesia panik semuanya. Dialah menteri yang datang ke Washington hanya untuk mengemukakan pikiran briliannya dan harus langsung kembali ke tanah air pada hari yang sama untuk mencurahkan perhatian pada ekonomi yang hampir bangkrut itu.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang mengatakan bukan dia yang harus bertanggung jawab. Tapi, ada pihak lainlah yang harus mendapat hukuman. Kalau tidak, kita akan kehilangan seorang menteri yang di saat ibu kandungnya, Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko, sedang sakit keras menjelang ajalnya, dia tidak bisa menengok sekejap pun.

Dia memilih mencurahkan segala pikiran, tenaga, dan emosinya untuk menyelamatkan ekonomi bangsa ini. Dia tidak bisa menjenguk ibu kandungnya yang jaraknya hanya 45 menit penerbangan di Semarang sana. Dia harus mencucurkan air mata untuk dua kesedihan sekaligus: kesedihan karena ibundanya berada di detik-detik akhir hidupnya dan kesedihan melihat negara dalam bibir kehancuran ekonomi.

Dua-duanya tidak bisa ditinggal sedetik pun. Rupiah lagi terus bergerak hancur dan detak jatung ibunya juga lagi terus melemah. Dan, Sri Mulyani memilih menunggui rupiah demi nyawa jutaan orang Indonesia. Maka hati kecil saya masih berharap ada data di kemudian hari bahwa kebijaksanaan itu sendiri tidak salah. Sebab, sebuah kebijaksanaan bisa diperdebatkan salah benarnya.

Saya masih berharap yang salah itu dalam pelaksanaan kebijaksanaannya. Yakni, saat mendistribusikan uangnya yang Rp 6,7 triliun itu. Dan saya sangat-sangat yakin dia tidak mendapatkan bagian serupiah pun. Maka saya sangat bersedih karena sampai hari ini belum ada satu pihak pun yang berhasil mengatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK itu salah.

Belum ada yang membantah bahwa hasil pemeriksaan BPK itu keliru. Semua masih mengatakan, hasil pemeriksaan BPK itu menunjukkan bahwa dia bersalah dalam mengambil keputusan. Dan hukum harus ditegakkan.






SocialTwist Tell-a-Friend

Selengkapnya.....

Pakta Integritas - Seperti Apa Yang Aku Ketahui

Dalam web SSFGG (Support For Good Governance) yang merupakan wujud dari bentuk kerjasama pemerintah Indonesia dengan Jerman melalui GTZ disebutkan bahwa Pakta Integritas (PI) merupakan suatu bentuk kesepakatan tertulis mengenai tranparansi dan pemberantasan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa barang publik melalui dokumen-dokumen yang terkait, yang ditandatangani kedua belah pihak, baik sektor publik maupun penawar dari pihak swasta.

Nampaknya Jelas disebutkan disitu bahwa maksud dari Pakta Integritas pada awalnya terfokus pada komitmen dalam proses pengadaan barang dan jasa. Namun dalam perkembangannya Pakta Integritas berkembang dan digunakan disemua lembaga pemerintah yang diawali dengan penerapan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 pada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dengan penandatanganan Pakta Integritas (PI) yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anti Korupsi pada tanggal 9 Desember 2005 lalu. Kemudian pada tanggal 17 April 2006, seluruh pejabat eselon 1 dan 2 serta 5 orang pemantau independen PI menandatangani PI di Kementerian PAN.

Selanjutnya dalam web www.kormonev.Menpan.go.id disebutkan bahwa Pakta Integritas diartikan sebagai janji untuk melaksanakan segala tugas dan tangung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Sekretaris Jenderal TII Rizal Malik, dikatakan bahwa, peraturan tentang pembuatan Pakta Integritas ini sudah ada, yaitu lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003. Atau secara lengkap dalam web Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara disebutkan bahwa landasan hukum dari Pakta Integritas adalah :

Manfaat yang diharapkan dari Pakta Integritas adalah mencegah terjadinya penyimpangan di bidang pengadaan barang dan jasa, anggaran, disiplin, mencegah para pimpinan, pejabat dan karyawan dari perbuatan penyimpangan yang menjurus pada perbuatan tindak pidana korupsi, meningkatkan kredibilitas instansi, mendorong kelancaran pelaksanaan program kerja yang berkualitas.

Benarkah?

Sebagai contoh, seorang Panitia Pengadaan, baik dalam Tim maupun sebagai Pejabat Pengadaan Sedikitnya pasti ikut menandatangani Pakta Integritas yang Format maupun bentuk dokumen pakta integritasnya standar sebagaimana tercantum dalam lampiran Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
Kini, dengan komitmen yang semakin besar dalam upaya mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan pemerintahan, banyak pejabat dilingkungan pemerintah baik pusat dan daerah turut menandatangani Pakta Integritas.
Walaupun nampaknya belum ada acuan standar yang digunakan sebagai format baku dalam isi Pakta Integritas yang dibuat. Bandingkan saja format Pakta Integritas yang digunakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. Terasa sangat panjang.
Contoh lain seperti Pakta Integritas yang dilaksanakan pada Kabupaten Dharmasraya-Sumatera Barat dimana di dalam Pakta Integritasnya mencantumkan sembilan prinsip dasar, yakni :
  1. komitmen antikorupsi dari pemerintah,
  2. komitmen antikorupsi dari pihak swasta atau pelaku usaha,
  3. komitmen pemerintah dan pihak swasta terhadap partisipasi masyarakat,
  4. komitmen atas pemantau independen,
  5. adanya mekanisme pengelolaan pengaduan,
  6. mekanisme pemberian penghargaan dan hukuman,
  7. mekanisme resolusi konflik,
  8. mekanisme perlindungan saksi,
  9. dan kesepakatan batasan rahasia.
Atau sebagaimana yang tampak pada point dalam Pakta Integritas yang penulis alami, dimana didalamnya mencatumkan tiga point pokok yaitu :
Pertama, peran serta secara pro aktif dalam pencegahan KKN.
Kedua, penerapannya sesuai dengan jabatan yang diamanahkan. dan
Ketiga, prinsip turut memberikan perlindungan terhadap saksi dan pelapor atas informasi penyimpangan dan indikasi perbuatan KKN.

Bagimanapun, nampaknya, komitmen penting dalam menunjang suksesnya pelaksanaan GCG melalui Pakta Integritas haruslah menyentuh seluruh jajaran aparatur pemerintah dan juga pihak swasta.
Di pihak pemerintahan khususnya, komitmen GCG haruslah bersifat top-down. Tanpa pimpinan yang berkomitmen dan pimpinan yang tidak mampu menjadi panutan, maka penandatangan Pakta Integritas bagi aparatnya hanyalah menjadi seperti kata pepatah "meludah ke langit". Melakukan sesuatu yang hanya akan menyakiti diri sendiri.






SocialTwist Tell-a-Friend

Selengkapnya.....

Lucunya Bekerja Di Lingkungan Dengan Sangkaan Korupsi

Ini mungkin tindakan yang paling tidak populer.
Tapi karena lucu, ya sudah di copy paste saja sambil minta ijin kepada yang punya blog di Pusat Study Indonesia. Dengan judul yang sedikit saya modifikasi.

Soal sependapat atau tidak dengan isi tulisan blog itu, terserah jalan pikiran masing-masing pembacanya.

Berikut ini kutipan selengkapnya :

Banyak orang ternyata di Indonesia yang sudah risih mempunyai rekan kerja yang ternyata seorang koruptor.

Korupsi sebenarnya tidak saja merugikan institusi tapi juga bisa merugikan dan bahkan mengancam karir rekan kerja lain yang tidak tahu menahu.

Beberapa keluhan dari seorang yang mempunyai rekan kerja yang ternyata seorang koruptor adalah:

1. Beban kerja semakin berat karena rekan kerja koruptor tidak akan mau mengerjakan pekerjaan tanpa disuap dulu. Dia akan berusaha menangani kerja yang ada uang suapnya. Akibatnya rekan kerja yang kebagian "pekerjaan berat" yang tanpa suap.

2. Seorang koruptor biasanya sangat piawai menjilat atasan, bahkan kerjasama dengan atasan atau pemeriksa. Sehingga karir rekan-rekannya bisa terancam apabila atasan kollaborator mudah dibujuk dan punya kesempatan untuk memecat bahwan yang anti-koruptor tersebut.

3. Adanya pengucilan, apabila semua orang telah menganggap yang tidak bisa "diajak main" atau ikut nimbrung korupsi adalah seorang kampungan dan sok suci. Sehingga sangat rentan mendapat sangsi pekerjaan karena dianggap "tidak gaul" atau tidak bisa bekerja dalam "team work"

4. Koruptor sering mengejek dan meledek rekan kerja yang anti korupsi sebagai "si lugu" atau "dasar pekerja rodi".

5. Atasan yang kollaborator lebih condong memberi pekerjaan rutin yang tanpa "masukan/suap" kepada bawahan yang sok suci. Sehingga pekerjaan menjadi overload. Karena rekan kerja koruptor biasanya hanya mengerjakan bila disuap. Hal ini biasanya terjadi di lingkup kerja pelayanan publik.

6. Sesama rekan kerja yang punya idealisme juga sering terjadi perpecahan. Satu pihak biasanya ada yang berani membongkar kasus korupsi itu, di lain pihak bisanya ada yang takut atau sungkan. Hal ini bisa diperparah apabila ternyata ada juga yang simpati kepada koruptor itu karena berbagai hal, jadi melupakan aspek korupsinya. Kalau sudah begini, lingkungan keja bisa ditebak bak "api neraka" atau "perang dingin" di kantor.

7. Yang lebih susah adalah, apabila ternyata korupsi itu terbongkar. Rekan-rekan yang tidak tahu menahu pun ikut diperiksa polisi. Bagi orang-orang sok suci yang terperangkap pernah "ditraktir" oleh sang koruptor, walau tidak tahu itu hasil korupsi, ikut diciduk.

8. Karena sang koruptor punya banyak uang dari hasil korupsi, bisanya karirnya cepat melonjak tinggi. Rekannya yang profesional dan tidak mau korupsi dan dicap "sok suci" tersebut bisanya mempunyai karir yang lambat dan bisa-bisa tidak naik-naik sampai pensiun atau dipecat atau mengundurkan diri.

9. Ada juga koruptor yang tidak mementingkan karir. Biasanya ini terjadi di PNS. TArget mereka adalah mengumpulkan duit untuk masa tua. Segera setelah kebutuhan primer, sekunder dan tertier sudah terpenuhi bisanya dia akan meloncat pagar mencari karir lain yang gajinya lebih besar, di swasta, pengusaha, partai politik dll.

10. Korupsi yang sangat sulit diungkap adalah apabila rekan kerja itu menjadi "beking" atau "insider" bagi perusahaan umum yang berkepentingan. Sulit untuk membuktikan kasusnya. Bisanya fasilitas kantor diarahkan untuk mendukung segala bisnis dan usaha perusahaan tersebut. Rekan yang tidak mau korupsi jadi ikut "kerja paksa" mensukseskannya, karena target peekerjaan kantor sudah di"manipulasi" untuk hal itu.

11. Melaporkan kasus korupsi belum dianggap baik di Indonesia. Biasanya akan dicap "pelapor" "bocor" dan "pembongkar rahasia negara" dll. Sukur-sukur tidak dituntut balik.

12. Koruptor biasanya mempunyai "beking" juga. Misalnya diinstansi yang lebih atas, atau malah di pihak "berwajib". Sehingga atasan yang baik dan tidak mau berkolaborasi akan sungkan dan takut mengatasinya. Bisa-bisa kena tegoran dari atasannya yang lebih atas di mana beking nya ada di situ.

13. Atasan yang koruptor biasanya meng-eksploitasi bawahan yang lugu untuk urusan korupsi. Bila terbongkar bawahan yang ditangkap.

14. Koruptor bisanya sangat suka berderma. Sehingga masyarakat yang punya urusan sangat merindukan kehadirannya. Rekan-rekannya yang tidak mau korupsi bisa-bisa kena cap "pelit" "tidak mau bagi-bagi rezeki" dll.

15. Koruptor ada juga yang menyembunyikan niat buruknya atau korupsinya dengan jiwa "nasionalisme". Jadi karena merasa negara "telah memberinya rezeki yang banyak, dia sangat kuat nasionalismenya. Kalau ada acara selalu ikut, membenci orang yang dianggap tidak nasionalis dan sering kali menunjukkan nasionalismenya secara over. Sebuah nasionalisme seorang penipu yang justru merusak nasionalisme.

16. Ada juga koruptor temporer, bisanya hanya korupsi di waktu muda, kalau sudah tua atau di posisi penting akan tobat.

17. Koruptor seringkali bisa dieksploitasi pihak asing untuk kepentingan mereka. Bisanya dia akan membuat kebijakan yang seakan-akan membela kebijakan Indonesia padahal jangka panjang nya membuat Indonesia semakin terpuruk. Biasanya ini terjadi di BUMN, badan regulasi dll.

18. Ada juga rekan kerja yang ternyata seorang koruptor menyembunyikan image nya dengan menunjukkan sikap tampat seorang yang "saleh" beribadah.

Dikutip lengkap dari : http://politik2009.blogspot.com/2008/12/sulitnya-punya-rekan-kerja-ternyata.html

Saya menemukan satu pendapat dari seorang guru yang rajin ngeblog dan juga ikutan Facebook. Ia mengatakan bahwa anti-korupsi bisa diajarkan melalui pelajaran matematika. Dalam blognya, Bu Guru yang calon PhD dan saat ini ditulis sedang menimba ilmu di Australia menulis sebagai berikut ; lagi-lagi saya salin lengkap saja, supaya tidak bias dan pemahamannya diserahkan kepada pembacanya. Tetapi hanya di bagian ke II dari 2 bagian tulisan yang ada di blognya sebagai berikut :
Menghitung Angka, Memahami Nilai Sebuah Kerugian
Thursday, 14 February 2008
Sitti Maesuri Patahuddin
Pelajaran matematika memiliki banyak tema yang bisa digunakan. Ada operasi bilangan statistik, pengukuran dan lain-lain. Semua ini bisa menjadi acuan dalam mengajarkan korupsi.

Seorang guru dapat memilih tema 'Awas Korupsi!' atau 'Ancaman Korupsi' selama periode sebulan. Jadi semua topik matematika pada bulan itu dibahas berdasarkan tema tersebut. Beberapa hal dapat dilakukan untuk memfasilitasi siswa mencapai tujuan belajar matematika. Misalnya, memberi kesempatan siswa mendiskusikan dan menyepakati definisi korupsi.

Di sini, siswa berlatih mengkomunikasikan ide-idenya dan secara bersama-sama membuat kesepakatan tentang definisi tersebut. Definisi akan membantu mereka mengidentifikasi contoh atau bukan contoh dari suatu tindak korupsi. Mereka bisa mendiskusikan contoh-contoh di sekitar mereka. Misalnya “Apakah sopir bus yang tidak memberikan tiket bus adalah sebuah tindak korupsi”.

Dalam pengajaran bilangan misalnya, kita berharap anak mengerti bilangan satu juta dan satu miliar (bilangan yang dipilih tentu tergantung dari level kelasnya). Pembelajaran ini bukan hanya sekedar menginformasikan bahwa satu juta mempunyai enam nol (1.000.000) dan satu miliar mempunyai sembilan nol (1.000.000.000), tetapi siswa dibantu memahami seberapa besar nilainya.

Misalnya, seberapa banyak satu juta biji jagung? Atau, satu miliar rupiah? Ini terkait dengan 'number sense'. Contoh yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari akan mempermudah siswa memahami makna dan dampak korupsi, dan diharapkan membuat mereka menjadi generasi anti-korupsi.

Ketika sebuah berita di koran menyebutkan 'Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 100 miliar yang disalurkan melalui Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI)”, guru perlu merumuskan pertanyaan: berapa besarkah/nilai uang 100 miliar tersebut? Anak dapat difasilitasi melakukan kegiatan investigasi, seperti mengidentifikasi kebutuhan di sekolahnya dan nilai/harganya (harga buku-buku pelajaran, alat olahraga, komputer, laptop, video, bangku sekolah dan lain-lain).

Mereka pada akhirnya memahami bahwa uang Rp 100 miliar tersebut dapat dibelikan ratusan komputer dan jutaan buku untuk kebutuhan beribu-ribu siswa, puluhan lapangan olahraga yang memadai, membebaskan biaya sekolah ribuan siswa, dan lain-lain.

Alternatif lain, mereka bisa dilibatkan dalam kegiatan pemecahan masalah: bagaimana merencanakan pemanfaatkan uang Rp 100 miliar untuk membangun sebuah perpustakaan umum di sebuah daerah. Para kelompok siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan perencanaanya di depan kelas atau di majalah dinding.

Melalui kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah, diharapkan anak tertarik belajar matematika (karena berhubungan dengan kehidupan sehari-hari), membantu mereka memahami konsep-konsep matematika secara mendalam (karena terlibat langsung dalam mengerjakan matematika), menyadari pentingnya matematika (karena melihat peran matematika dalam kehidupan), mengembangkan keterampilan yang esensial dimiliki untuk kehidupan masa depannya: berfikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, dan lain-lain.

Dengan pemaknaan yang mendalam tentang bilangan, para siswa mengerti berapa nilai kerugian korupsi Rp 100 miliar rupiah yang ditimbulkan bagi dirinya dan masyarakat lainnya. Para siswa akhirnya diharapkan dapat lebih cepat memahami permasalah masyarakat dan mengkritisi kejadian yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, moral anak terhadap korupsi dibangun sejak dini dan semoga mereka bisa imun terhadap virus korupsi.

Kita semua berharap, upaya para guru didukung para orangtua dan masyarakat ini akan menjadikan anak-anak pemimpin masa depan bangsa Indonesia terhindar dari penyakit korupsi. Tak kalah pentingnya, kegiatan semacam ini tentu bisa menyurutkan nyali para pejabat pendidikan untuk melakukan korupsi.

Tulisannya ini secara lengkap juga dipublikasikan pada Pendidikan Network dengan judul yang sama.

Nah untuk study kasus, coba pelajari berita di Harian Tribun Kaltim tanggal 28 Februari 2009 halaman 22 http://issuu.com/tohirtribun/docs/gabung_280209/21





SocialTwist Tell-a-Friend

Selengkapnya.....

Beginikah Bangsa Kita Di Mata Tetangga?

"Man Rapes Dog

Police on Tuesday arrested an Indonesian refugee residing in Kiunga, Western province, for allegedly having unnatural sex with a female dog, *The National* reports. North Fly provincial police command..."

Entah kenapa, berita tentang kita di luar negeri kok sering aneh-aneh ya....
Berita ini dari Sdr. Malum Nalu, seorang Jurnalist yang tinggal di Port Moresby-Papua New Guinea.
Komentar atas tulisan itu bahkan kelihatannya ada yang datang dari Nigeria.

Untuk lengkapnya, beritanya adalah seperti ini :

Police on Tuesday arrested an Indonesian refugee residing in Kiunga, Western province, for allegedly having unnatural sex with a female dog, The National reports.

North Fly provincial police commander Chief Insp Tobby Hamago said the suspect was arrested for committing an act of unnatural sex by sexually penetrating a female dog between 9am and 10am on Sunday last week at Kumbit Corner, Kiunga.

According to police reports, the suspect, 25, from Timka village in Merauke district of Indonesia’s Irian Jaya, was arrested after a formal complaint was received from the owner of the female dog.

“The suspect is now detained at Kiunga police cells awaiting a court appearance,” Chief Insp Hamago told The National yesterday when contacted about the incident.

He said the dog was a local breed.

Police said the suspect was caught in the act red-handed by four Kumbit Corner residents, who reported the matter to police, Insp Hamago said.

Police said the suspect was seen naked with his trousers down to his ankles while he sexually penetrated the animal from the rear.

They said the suspect covered the dog’s mouth with his T-shirt.

“People have come in and given their versions of the story, which are similar to this,” Chief Insp Hamago said.

It was reported that this was not the first time the suspect had been sighted sexually penetrating female dogs.

Police said he would be charged with committing unnatural sex under section 210 (1) (b) of the Criminal Code.

dikutip dari Malum Nalu - Port Moresby PNG

anonymous :

"Rape" is a word that can be arguably used for human beings, when one is not agreed to a sexual intercourse. For a man to penetrate this poor dog can not be termed as "rape" case because the animal is not biologically tuned to give evidence before a court of law to testify.




Selengkapnya.....

Ini Caleg Pilihan Saya, Nggak Usah Mikir !!


Dari sekian banyak foto, gambar, baliho Calon Legislatif (baca : pencari kerja di DPR-DPRD)yang saat ini ( 16 Januari 2009) di Balikpapan banyak bertebaran di pinggir-pinggir jalan, tembok-tembok pagar penduduk, selebaran dan sticker yang menempel di angkot dan mobil tim sukses dan bahkan foto-foto yang berbentuk kalender. Ternyata itu membuat saya sudah mulai bisa memantapkan pilihan, siapa caleg yang akan menjadi pilihan saya.
Sungguh, nggak usah mikir, pasti dipilih. Anda pasti tahu yang mana Caleg yang bakal jadi pilihan banyak orang.



Selengkapnya.....

Crowd Parking Management At The Plaza Balikpapan

Gak taulah kalau cara penulisannya salah.
Bermula dari kisah malam mingguan bersama keluarga, tadi malam jam 19.00 bersama seluruh keluarga aku pergi berkunjung ke dokter keluarga. Tidak seperti biasanya, asisten dokter alias tukang daftar, belum ada, apalagi dokternya. Acara ke dokter batal.
Akhirnya, diputuskan kami langsung saja ke The Plaza Balikpapan. Window Shopping ceritanya. Karena Lantai Basement dan Lantai I sudah penuh dengan kendaraan. Dapat parkir di Lantai II.
Kelar keliling dalam Plaza, jam 21.30 kami kembali menuju tempat parkir mobil. Disitu suara klakson mobil sudah bersahut-sahutan. Hanya dalam hitungan beberapa menit, saya sudah terjebak dalam antrian kendaraan yang hendak turun dan keluar dari gedung parkir The Plaza Balikpapan.
Hingga Jam 22.30 kami masih dalam antrian di gedung sontoloyo itu.

Sungguh gak habis pikir. Seperti juga sistem parkir di Bandara Sepinggan, Plaza Rapak maupun Hotel Novotel Balikpapan, begitu pula The Plaza Balikpapan, semua dikelola oleh Sun Parking.
Malam itu semua lokasi parkir kendaraan roda empat di The Plaza penuh dengan kendaraan. Dan Sun Parking hanya mengoperasikan 2 loket pembayaran parkir ! itupun palang pintunya macet ! Damn.... Damn Sun Parking !
Way out dari The Palza pun cuma bisa dilalui oleh mobil secara satu-persatu. Saya tidak paham dengan jalan pikiran manajemen Sun Parking disitu. Tapi nampaknya harus ada perubahan.
Jam 23.00 barulah saya sekeluarga bisa keluar dari cengkeraman manajemen parkir Sun Parking di The Plaza Balikpapan.
Ini seperti melengkapi sontoloyonya kapitalisme sistem perparkiran Sun Parking di Balikpapan. Sepertinya tidak cukup dengan model Hotel yang parkirnya diatur oleh mereka, lalu tata cara pengelolaan parkir menginap di Bandara yang terbilang aneh. Dan pengelolaan parkir di Plaza Rapak yang semaunya.
Sungguh menjengkelkan.

Selengkapnya.....

Calon Legislatif Atau Calon Wakil Rakyat, Seeeeh..

Saat ini, Menjelang pemilihan wakil rakyat untuk tingkat Kota ku dan di tingkat Propinsi Ku suasananya terasa aneh-aneh.
Maksudku, semakin banyak iklan - iklan dengan foto diri yang berbentuk banner dan baliho terpasang di sudut-sudut jalan raya. Sticker menempel dimana saja. Bendera berkibar kesana kemari, centang perentang dihajar musim hujan dan angin. Kalender berhamburan penuh dengan foto seseorang yang tak pernah kukenal. Bahkan ada pula yang terpasang gambarnya di kaca belakang mobil. Rata-rata foto diri itu terpasang lengkap dengan logo, warna partai dan nomor urut. Ada yang memasang semboyan, ada yang deklamasi, ada yang mohon restu dan ada yang minta dukungan.
Semuanya memasang tampilan terbaik. Semua pasang wajah ramah dan sopan seakan tanpa dosa. Seolah-olah tampang mereka ini sudah familiar di mata dan hati rakyat dan masyarakat kebanyakan.
Sebagian dari mereka ada yang bikin acara tebar pesona. Mulai dari bikin toko murah, berakrab-akrab ria, sampai yang mendadak rajin ikut rapat-rapat antar tetangga.
Tetapi sesungguhnya kalau secara teliti saja kita perhatikan. Ternyata tak satupun yang menyebut dirinya sebagai corong aspirasi rakyat. Tak seorangpun yang menyebut dirinya sebagai calon yang pantas menjadi wakil rakyat. Tidak ada yang memproklamirkan dirinya mampu membawa kehendak rakyat atau setidaknya berani menyebut dirinya sudah diusung oleh rakyat dari daerah tertentu dan karenanya berani maju, lalu pasang tampang disudut-sudut jalan.
Dalam upayanya menebar pesona, model propaganda yang paling getol digembar-gemborkan adalah rayuan dan bujukan yang ditujukan kepada semua mata yang terjebak kedalam slogan yang disaput cantiknya baliho untuk akhirnya mau mendukung sang calon.
Aku akhirnya tidak bisa membedakannya dengan penjual hiasan kaligrafi yang mengetuk ngetuk pintu-pintu rumah dan membujuk si tuan rumah agar mau membeli dagangannya.
Aku merasa hal itu nyaris seperti pengemis yang datang tanpa permisi kerumah lalu memasang wajah memelas meminta belas kasihan, yang seandainya kita menolak, berubahlah tampangnya menjadi ketus dan kurang ajar.
Tidakkah seharusnya orang-orang yang duduk di kursi terhormat itu adalah orang-orang yang DIMINTA oleh rakyat. Bukan orang-orang yang MEMINTA kepada rakyat?
Betapa terhormatnya mereka bila duduk dikursi terhormat karena diminta oleh rakyat.
Tetapi, sebaliknya, bila meminta-minta kepada rakyat, itu sama halnya dengan melamar pekerjaan. Melamar sebuah jabatan. Jabatan legislatif.
Dan, karena sebuah pekerjaan dengan jabatan Legislatif, maka selayaknya mereka harus mengurus Kartu Kuning ke Disnaker. Seperti halnya pekerjaan - pekerjaan lain.
Lalu, siapakah sesungguhnya mereka ini?
Calon Legislatif atau Calon Wakil Rakyat, seeeeeeeeh...........



Selengkapnya.....

Sudah Di Bilik : Nyoblos... Enggak.... Nyoblos.... Enggak

Mati-matian aku menguatkan hati supaya tetap teguh mau berangkat ke TPS.
Eh, sampai di bilik, kok, tetep aja bimbang...
Nyoblos... enggak.... nyoblos.... enggak.....
Golput aja... apa milih.... golput..... milih...
Kan, di putaran satu aku sudah milih....


Seumpama disodori buah, nih...
Ada Duren,
ada Rambutan,
ada Nangka
ada Apel...

Padahal menurut dokter, aku sudah divonis menderita diabetes.
Bisa dibayangkan... buah yang pasti kupilih. Yang aman, untuk diriku, pasti.
Apel.
Tapi belakangan, si penjual bilang, apelnya tinggal sedikit. Nangkanya busuk.
Pilih yang lain saja....

Kayak buah simalakama...
Mending nggak makan tuh buah, daripada gulaku naik.

Selengkapnya.....

Sembako Gratis Dari Cagub

Minggu sore...
Enak-enak menikmati hari libur, setelah menghadiri kondangan resepsi pernikahan seorang kawan. Tau-tau ada rame-rame, tetangga bilang ada pembagian sembako gratis..
Karena heboh, iseng tanya sama tetangga. Gratis? Kayaknya dari Cagub ya?
Ternyata ada info beberapa hari yang lalu, ada yang minta Copy Kartu Keluarga ke rumah - rumah. 
Untuk pembagian sembako, katanya.
Ini sih bukan gratis, tapi nodong.
Lho, Copy KK kemarin buat apa? Jangan... jangan...
Pikir-pikir, halah, sudahlah, gratis ini. Lumayan, 5kg beras, 1kg gula pasir, 1 liter minyak goreng.
Nyoblosnya? Ah, tidak ada pengaruhnya.
Nyoblos gak nyoblos, apa pedulinya si Cagub sama aku?
Pastinya si Cagub nyari ganti dong, bagi - bagi beras gratis? Robinhood , kali.

Selengkapnya.....

Black Campaign : An Embarassing Under Educated Campaign

Black campaign yang dilakukan oleh sekelompok orang, tetapi sesungguhnya tidak memberikan solusi apapun terhadap persoalan Kalimantan Timur pada saat ini masih saja dilakukan.
Asumsinya mungkin bahwa seluruh masyarakat disini tidak ambil pusing dengan yang namanya korupsi. Korupsi mungkin hanya sebuah terminologi yang digunakan oleh gerombolan yang menamakan dirinya sebagai suatu Forum untuk menjastifikasi pejabat negara, pejabat publik dan semua perangkat abdi masyarakat dan abdi negara yang gajinya dibayar dari pajak dan penghasilan negara.
Kayak iklan obat serangga saja.
"Kalau ada yang lebih baik....
Lebih baik? Yang lebih mahal, banyak...."

Selengkapnya.....

Wakil Rakyat Minta Reward Diakhir Masa Pengabdian

Ternyata mereka itu lebih miskin dari kita-kita....

Diambil dari situs berita www.tribunkaltim.co.id

Sabtu, 6 September 2008 | 22:43 WIB

Priyo Suwarno

Redaktur Pelaksana

PERILAKU para politisi --terutama yang duduk di lembaga legislatif-- semakin kacau dan memalukan. Simak saja kasus-kasus yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai dari Hamka Yamdhu, Saleh Djasit, Al Amin Nur Nasution, Hamka Yamdu, Anthony Zeidra Abidin, Sarjan Taher, Bulyan Royan.

Mereka dulunya adalah para 'pejuang' moral. Ambil contoh Anthony Zeidra Abidin (angkatan 1978) tokoh pers mahasiswa yang luar biasa lantang meneriakkan pemberantasan korupsi di zaman orde baru. Lewat tabloid mingguan Salemba (UI Jakarta) selalu menyuguhkan berita keras melawan semua perilaku menyimpang penguasa orde baru, terutama memberantas korupsi. Tokoh ini kemudian sukses dalam karier politik sampai pada puncaknya menjadi Wakil Gubernur Jambi. Tak tahunya, ya sama-sama masuk daftar hasil tangkapan KPK.

Seperti tidak ada celah baik perilaku anggota dewan itu --tentu tidak semua-- kalau tidak urusan harta pasti urusan wanita dan tahta. Sehingga ada pameo menyebutkan tokoh-tokoh moralis yang masuk ke lembaga legislatif seringkali berubah perilaku, menjadi buruk dan menufik.
Dia suka melawan semua kata-kata yang pernah diucapkan sendiri. Mau contoh? Bulyan Royan termasuk vokalis di DPR RI. Dia pernah mengusulkan hukuman gantung bagi koruptor. Nyatanya, dia ketangkap basah menenteng uang 'pelicin' dari pengusaha perusahaan galangan kapal.

Para pengusaha, pimpinan BUMN serta orang-orang yang berkecimpung dan berkait dengan lembaga legislatif pernah mengilustrasikan bahwa: Anggota-anggota dewan ibarat monster yang tidak pernah kenyang! Besok minta itu, lusa minta ini, kalaulah sudah diberi minta tambah lagi...minta dan minta lagi.

Persoalan korupsi juga merambah ke daerah. Misalnya DPRD Kaltim. Dana APBD Kaltim sebesar Rp96 miliar diambil oleh Kepala Biro (Karo) Keuangan Sekwan H Asraruddin untuk dibagi-bagikan kepada 45 anggota DPRD Kaltim. Sukardi Djarwo Putro (Ketua) menerima uang Rp3,6 miliar dan Khairul Fuad Rp16,5 miliar, sedangkan anggota DPRD lainnya menerima rata-rata Rp1,4 miliar. Meski penanganan kasus itu terkesan tidak tuntas, pengadilan sudah pernah menjatuhkan vonis hukuman kepada Djarwo, Kasyful dan Khairul Fuad.

Kini, merasa telah mengabdikan diri kepada rakyat selama lima tahun, sejumlah wakil rakyat di DPRD Kaltim yang barangkali merasa berjasa dan telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan wilayah ini mendesak Pemprov Kaltim agar memberikan penghargaan (reward), berupa kepemilikan sebidang tanah dan mobil untuk akhir masa tugas mereka.

Ini terungkap saat rapat paripurna tentang penyampaian laporan kegiatan masa persidangan kedua tahun 2008. Ketua DPRD Kaltim Herlan Agussalim memerintahkan Sekretaris DPRD Kaltim Fachruddin Djaprie berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Fachruddin mengaku hingga kini ia belum menindaklanjutinya.

Pengabdian diri yang mana? Setiap bulan mereka sudah menikmati kompensasi langsung mulai dari uang kehormatan, uang rumah, uang kendaraan, uang kesehatan, uang asuransi, uang sidang, uang perjalanan, uang telepon, serta uang-uang sah lainnya.

Untuk mengakhiri 'keluh kesah' terhadap semua anggota dewan ini, sebaiknya kutip saja ucapan Koordinator Pokja 30, Samarinda, Carolus Tuah, "Apa ukuran rasionalnya Dewan minta diberi tanah. Di Kota Bangun saja rakyat harus baku tikam (saling membunuh) karena sengketa tanah, kok anggota Dewan seenaknya minta tanah. Jika benar mereka minta tanah, sebaiknya diberi tanah untuk liang kubur!"

Ungkapan ini terasa sangat sarkas, tetapi ini bukan penghinaan, sebaliknya mengandung makna filosofis tinggi dan mempunyai pesan agung. Sebaiknya anggota dewan --tentu kita semua-- bersiap-siap menabung kebajikan sebagai bekal menuju rumah masa depan tipe 21, yaitu ukuran 2 X 1 meter. Disanalah kita semua akan berakhir!


Selengkapnya.....

Ketika Olahraga Tersandung Budaya


Siapapun takkan bisa menyangka.
Bila Simbol, lambang, corak, bahkan mungkin warna, adalah juga bagian dari budaya.
Maskot yang sudah lama dicetuskan dilombakan dan disosialisasikan ternyata bisa saja membuat orang tersinggung. Inilah yang terjadi di Bumi Kalimantan Timur. Salah satu anak bangsa merasa terusik ketika mendapati simbol-simbol tertentu yang digunakan pada pakaian yang dikenakan pada maskot PON yang digambarkan sebagai pola pada pakaian yang menutupi aurat. Akibatnya aparat bertindak cepat. Menutup semua gambar dengan cat semprot.
Adalah lebih luar bisa lagi ketika sebuah insiden kecil terjadi di Venue Dayung. Duta Wisata Balikpapan yang sejatinya ikut mengharumkan nama bumi Kalimantan Timur dengan cara memperkenalkan budaya dan pakaian adat dari Kalimantan Timur malah diminta melepaskan seluruh atribut dan pakaian adatnya oleh oknum tertentu dengan alasan Duta Wisata itu bukan putra asli Kalimantan (@*#%!!!)
Bila maksud baik berbuah tak sedap, Maka kitapun hanya bisa bertutur : Astagfirullah.........

Mari kita sukseskan PON XVII demi Kalimantan Timur dan bangsa Indonesia seutuhnya.

UPDATED

Dan ternyata pengaruh sesungguhnya adalah luar biasa. Bayangkan seluruh produk, pernak-pernik, asesories, cinderamata, produk kerajinan yang menggunakan maskot PON ditarik seluruhnya dari peredaran oleh para pengusaha (yang rata-rata pengusaha kecil dan juga penduduk/rakyat Kalimantan Timur) yang mencari makan di Bumi Kalimantan Timur ini. Mereka takut.... (ah, ini gak pantas terjadi di Bumi Indonesia yang sudah merdeka 63 tahun !!!) sungguh takut....
Yakin aku pasti kita sependapat seandainya semua ikut melihat dan mendengar seperti aku juga.
Terbayang kerugian yang mereka alami ... kepedihan yang dirasakan ... apalagi kios sudah kebanjiran .... dagangan yang tersisa malah jadi acaman pula ....


Selengkapnya.....

Selamat Pemilihan Gubernur

Mulai bulan ini, terasa lebih hangat dari bulan sebelumnya. Walaupun hampir tiap hari hujan, walaupun hampir tiap hari tiada sinar matahari menembus bumi. Saat ini kita mungkin sedang menikmati pesta yang disebut pesta demokrasi. Menuju Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur.
Disaat yang sama dalam skala lebih besar, negara tetangga Malaysia sedang menjalankan pilihanraya. Kalau mau membandingkan yang lebih dasyat lagi adalah pemilihan pendahuluan di Amerika Serikat.
Sebelum semuanya terjadi marilah kita berusaha agar pilgub kita kali ini bukan cuma sekedar ajang gaet suku. Mudah-mudahan bendera/panji yang dikibarkan hanya kebetulan berdampingan dan berselang seling. Mudah-mudahan bukan sekedar pamer kekuatan dan kekuasaan. Bukan cuma joget massal di lapangan terbuka dengan musik hiruk pikuk. Bukan cuma sekedar serombongan sepeda motor yang konvoi sana konvoi sini sambil bawa anak istri. Bukan cuma tempel poster, bikin jorok pemandangan kota.
Bolehlah kita berharap, kampanye kali ini adalah ajang adu strategi dan konsep membangun dan memajukan bumi kita Kalimantan Timur. Bolehlah kita berharap kali ini ada ajang debat terbuka antar calon. Biar tampak kecerdasan dan kematangan yang dapat diterima oleh akal orang Kalimantan.
Dan, bolehlah kita berharap, Pilgub kali ini sama berkualitasnya dengan pilihanraya di Malaysia. Sama berharganya dengan debat publik antara Obama dan hillary.
Mudah-mudahan...

Selengkapnya.....

Memaki PLN

Apa yang lebih menjengkelkan dari situasi gagal upload? maksudku sebuah situasi dimana sebuah file besar yang sudah separoh upload....dan gagal.
Jawabanku adalah listrik yang mati-hidup-mati.
Tetapi sesungguhnya hikmah besar dari situasi sontoloyo itu adalah bahwa dalam satu bulan ternyata aku bisa hemat dalam pemakaian listrik, setidaknya 30 jam sebulan.
Hitung sendirilah kalau lamanya waktu setiap kali listrik padam adalah 6 jam (bukan byar pet byar pet kayak kompor kehabisan gas), dan dalam sebulan ada 5 hari dengan jatah mati listrik. Pasti lumayan hemat.


Seorang kawan yang istrinya super teliti ternyata menghitung bahwa rata-rata pemakaian listrik dirumahnya yang punya barang elektronik "lengkap" seperti mesin cuci, kulkas, tv, dispenser, rice cooker, kipas angin dan AC, mengkonsumsi daya 5Kwh perhari. Itu berarti dalam satu bulan pemakaiannya adalah 150Kwh.
Lantas karena ada "program hemat listrik" yang diwujudkan dengan acara byar-pet, maka pemakaiannya sebulan menjadi sekitar katakanlah 140Kwh. Yah lumayan baguslah... dipaksa hemat 10Kwh.
Seorang kawan yang lain malah sibuk menggerutu, dalam seminggu di tempatnya bisa kena jatah mati listrik 2 kali dan itu pada jam kerja. Dan ia harus menghidupkan Genset. Maka dimaki-maki nyalah PLN. Artinya dalam sebulan ia mengeluarkan makian 8 kali. Kalau 0,1% orang dalam satu kota yang penduduknya 500.000 punya cara yang sama untuk memuntahkan kekesalan dengan cara memaki-maki, maka itu berarti ada 500 orang mengeluarkan kata-kata makian dalam satu waktu..... Untunglah faktanya tidak begitu...
Karena yang sesungguhnya mungkin 10% yang memaki-maki... ha...ha....
Belakangan kawanku yang ikut "program hemat listrik" ikut-ikutan memaki-maki. Gara-garanya ia nonton berita di TV yang menceritakan rencana perubahan tarif listrik dengan program insentif dan disinsentif. Dia rupanya terlalu optimis bahwa dengan program baru itu maka listrik tidak akan pernah pet lagi. Sehingga dalam hitungannya pemakaian listrik di rumahnya menjadi 150Kwh dalam sebulan, naik 10Kwh. kalau rata-rata pemakaian terdahulu yang jadi patokan berarti 140Kwh/bulan, maka dia harus berhemat menjadi 80%X140Kwh/bln=112Kwh maksimum pemakaian per bulan. Lha kalau yang dihitung 150Kwh, artinya ia harus hemat menjadi 120Kwh maksimum pemakaian per bulan.
Lah? lalu persoalanmu dimana?
Dia jawab bahwa rasa-rasanya sudah setahun ini dia menikmati byar pet itu. Nah, kalau listriknya byar terus, artinya dirumahnya bakal sebulan penuh bisa menikmati listrik. otomatis konsumsi listriknya kembali normal seperti zaman dahulu. Dan dia yakin bakal kena disinsentif terus. Dia merasa ini akal-akalan PLN untuk menaikkan tarif listrik.
Yah, memaki-maki PLN lah ia.
Karena pusing dengar ocehan dan makiannya, akhirnya kukasih saran saja,
Berharap sajalah listrik tetap byar pet, biar kamu dapat insentif.
Nggak bisa, katanya. Karena semua takut disinsentif, pasti semua pada berhemat dan akhirnya liastrik byar terus. Apa lagi dia yakin kalau dengan calon Gubernur Kaltim yang baru punya komitmen soal listrik. Pasti listriknya sebentar lagi byar terus. Lalu ia mulai memaki-maki lagi.
Aku jadi jengkel juga. Terus akhirnya sekalian saja aku bilang, nanti listriknya bakal byar terus, tetapi suplaynya bakal dikelola swasta dan harga per Kwhnya bakal lebih mahal. Kayak Tarakan.
Yah, memaki-maki PLN lah dia.....
Kupikir-pikir apa urusanku dengan PLN? memaki lah kau.... aku nggak ikut-ikut.

Selengkapnya.....

Indon (cobalah browsing)

Gara-gara iseng browsing, aku nemu topix.com, sebuah news community yang didalamnya ada forum dari berbagai negara. Kebetulan ada forum khusus Indonesia. Pakai bahasa Indonesia.
Setelah kubaca, bukan main, isinya kebanyakan thread yang menghujat.... antar bangsa, khususnya dengan negara tetangga, Malaysia.

Di forum Indonesia itu ada lebih dari 1.000 thread. Kebanyakan umpatan ejekan caci-maki.
Lantas aku coba masuk ke forum Malaysia. Luar biasa, ada 13.000 thread. Hampir semuanya sama seperti di forum Indonesia.


Entah karena latah, entah karena punya jiwa nasionalisme... atau yang seperti itulah. Aku jadi terbawa-bawa suasana. Rasanya sungguh tidak nyaman membaca apa-apa yang ada dalam thread itu. Walaupun sesungguhnya mungkin forumer yang ada disitu cuma segelintir orang iseng "yang terlalu banyak punya waktu nongkrong di depan komputer". Tetapi apa-apa yang tertulis disitu perlu rasanya dicermati.
Beberapa forumer dengan mudah terlihat IPnya. beberapa terlihat posting bukan dari dalam negerinya sendiri. Kelihatannya semua berawal dari soal klaim pulau, klaim budaya dan..... TKI. Lalu dengan menuruti saran seorang forumer yang ada disitu. Aku coba untuk googling dengan kata INDON.


Meyedihkan. Hasilnya sungguh menyedihkan. Begitukah cara pandang masyarakat di negara tetangga kita terhadap bangsa Indonesia?
Kalau bisa aku tidak percaya saja pada thread yang ada di forum itu. Tapi sangat sulit. Seperti ketika seorang forumer berkomentar tentang buruknya nasib bangsa Indonesia akibat banjir yang tak kunjung ada penyelesaiannya. si forumer membandingkan dengan kondisi Malaysia yang punya Smart Tunnel.
Aku nggak ngerti apa itu Smart Tunnel, sampai pada suatu malam aku sempat nonton tayangan National Geographic Channel tentang Smart Tunnel itu sendiri. Itu tentang terowongan sepanjang 9 km yang berfungsi ganda, sebagai jalan raya dan sebagai saluran pembuangan air bah. Sesungguhnya secara pribadi harus kuakui bahwa apa yang dilakukan dengan Smart Tunnel itu adalah smart. Sungguh beda rasanya ketika pemimpin negeriku ini bicara tentang bagaimana mengatasi banjir yang menimpa Jakarta khususnya di jalur menuju Bandara Cengkareng. Dia lemparkan wacana bikin jembatan melintasi banjir langsung ke Airport Cengkareng. Mau ambilnya gampangnya saja, mana yang mudah dan untung.
Malaysia juga digambarkan punya ketegasan yang luar biasa untuk menata lingkungannya, menata sendi-sendi kehidupannya, sampai-sampai disebut-sebut dengan negara yang rasis. Dan hebatnya bangsa Indonesia turut ambil bagian dalam proses itu...... dengan menjadi TKI.
Indon. orang Malaysia menyebut kita terutama para TKI dengan sebutan itu. Sebutan sialan itu sangat merendahkan. Artinya bisa saja diartikan menjadi tolol, dumbber, Stupid, konyol, kampungan, udik, jorok, TKI yang orang upahan, kuli babu, tukang buang hajat di sungai-sungai. Sebutan itu mungkin sudah lama digunakan, dan hebatnya kita biasa saja. Seolah-olah seperti kita memanggil orang asing dengan sebutan bule.


Yah, kelihatannya kehidupan kita berjalan seperti biasanya sajalah. Penyedia Jasa Tenaga Kerja tetap kirim TKI. Rakyat yang sulit dapat pekerjaan yah tetap adu nasib jadi pekerja ilegal keluar negeri. Devisa dari TKI tetap datang. Pemerintah tak kunjung tegas menata ketenagakerjaan. Banjir ya tetap banjir, longsor ya tetap longsor. Mau Pilkada ya pilkadalah...
Yah, Indon sajalah......

Selengkapnya.....