Yang Terekam Saat Penutupan PON XVII di Stadion Palaran
Diposting oleh Sentot Prasasto di 16:51 0 komentar
Label: Sport
Venue Untuk 11 Cabang Olahraga PON di Balikpapan

Lokasi Jl.Mulawarman Kelurahan Manggar Balikpapan Timur.
Dibangun khusus sebagai sarana PON, gedung yang menelan dana Rp.55milyar ini disebut-sebut sebagai lapangan tembak termegah se Asia Tenggara.
Lokasi : Jl. Ruhui Rahayu, Sepinggan - Balikpapan
Gedung ini dibangun dengan dana Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan. Hingga sekarang masih mencari pihak swasta yang bersedia mengelola dan memasarkan penggunaan gedung ini.

Jl.Jend.Sudirman, Prapatan - Balikpapan
Gedung tua ini sehari-hari digunakan sebagai lapangan bulu tangkis yang dikelola oleh PERTAMINA
Gedung ini sehari-hari digunakan sebagai gedung bulu tangkis yang dikelola oleh sebuah perusahaan swasta di Balikpapan.

Jl. Syarifuddin Yoes, Gunung Bahagia - Balikpapan
Lapangan olah raga baru ini dibangun dalam dua tahap, Tahap pertama menelan biaya Rp.67milyar dan hingga H-10 masih terkendala pada pembangunan tahap kedua yang anggarannya disediakan sebesar Rp.55milyar. Seorang kawan di dunia maya mengusulkan supaya Balikpapan memanggil Sangkuriang saja, siapa tahu dengan tendangan legendanya sarana olah raga ini bisa selesai pembangunannya dalam 1 malam saja.

Jl. Garuda, Klandasan Ulu - Balikpapan
Sebelum dibangun lebih megah, dahulu bernama Hotel Balikpapan. Asset yang convention hall nya dijadikan arena binaraga ini adalah milik Pemerintah Kota Balikpapan yang selanjutnya berdasarkan kerjasama dengan pihak swasta kini beroperasi di bawah manajemen group perhotelan Perancis, Accor. dengan nama Hotel Novotel.

Jl. Jend. Sudirman, Gn. Bahagia - Balikpapan
Lapangan Golf dengan 18 hole Milik Pertamina ini berada di tengah kota dan lokasinya berdekatan dengan Bandara Sepinggan Balikpapan.

Jl.Soekarno-Hatta km.12, Karang Joang - Balikpapan
Venue ini dibangun dengan dana Rp.16milyar tahap I dan Rp.8milyar pada tahap II dengan menggunakan lokasi Waduk Manggar yang merupakan waduk tadah hujan dengan airnya yang berwarna agak keruh kekuning-kuningan ini menjadi pusat kegiatan olahraga dayung. Waduk ini merupakan sumber air yang sangat vital bagi masyarakat Balikpapan yang pernah merasakan kekeringan sepanjang tahun 1997 akibat kemarau yang berkepanjangan dan keringnya sumber air baku PDAM yang mengandalkan Waduk Manggar ini. Sejatinya waduk ini merupakan hulu Sungai Manggar yang muaranya berada di Timur Balikpapan dan pembangunan sarananya terasa sangat dipaksakan.

Jl.Syarifuddin Yoes, Sepinggan - Balikpapan
Gedung baru ini sengaja dibangun menjelang PON dengan dana APBN senilai leboh dari Rp.20milyar. Dikebut pembangunannya dan rampung tepat pada saat akan digunakan. Letaknya berada bersebelahan dengan DOME/BSCC.

Jl. Tanjungpura, Prapatan - Balikpapan
Lapangan Sudirman merupakan asset Kodam VI Tanjungpura dan dijadikan tempat start selama pelaksanaan PON ke XVII bagi kejuaraan drumband.
Selengkapnya.....
Diposting oleh Sentot Prasasto di 22:16 0 komentar
Label: Sport
Stadion Palaran stadion impian, stadion Segiri stadion kenangan
Setiap kali melewati jalan Kusuma Bangsa di Samarinda, selalu saja aku teringat masa-masa ketika dahulu pertamakali belajar berenang, latihan Pramuka, jadi tempat nongkrong dan nge Gank, pawai 17an, sampai shalat Ied. Semuanya terasa begitu saja melintas dalam ingatan ketika aku memandang areal Gelora Segiri atau yang sering disebut Sport Hall itu.


Kompleks luar biasa ini pasti jadi arena PON XVII yang luar biasa. Pasti nantinya menelan biaya perawatan tahunan yang bakal lebih luar biasa. Serta manajemen pengelolaan yang juga luar biasa. dan.......... atlet-atlet yang biasa-biasa saja. Atau, begini, kita optimis sajalah, kalau Stadion itu nantinya malah bakal memunculkan atlet-atlet baru seperti Kawanku Abdul Kahar MIM, Supriadi dan lain-lain? Atau, rasional sajalah, ada gula ada semut. Gulanya Stadion, semutnya datang dari berbagai Propinsi : Atlet-atlet instan yang dihujani bonus. Kita jadi supporter saja, duduk di tribun kelas Festival sambil teriak-teriak.

Listriknya nanti bagaimana, ya? tanya kawanku yang satu lagi. Rupanya dia terlalu membayangkan yang susah-susah. Harus ada genset besar yang biaya operasinya memerlukan ratusan liter solar per hari, katanya. Seharusnya dia optimis dan sadar kalau pada saat pelaksanaan PON ini di bulan Juli nanti adalah setelah pesta Pemilihan Gubernur Kaltim di bulan Mei 2008. Gubernur yang baru pasti sudah bisa menjamin nggak akan ada mati listrik. Cling.... instan dalam 2 bulan saja.
Eh, dia bilang, mungkin malah bertanya, kenapa membangun sarana sebesar ini dan dengan biaya luar biasa ini bisa saja? tetapi kalau membangun jembatan dan jalan yang jelas-jelas bakal membuka akses bagi perekonomian masyarakat kok lebih sulit? berapa banyak selisihnya bila dibandingkan dengan membangun jembatan Mahkota II? berapa banyak selisihnya bila dibandingkan dengan membangun Jembatan Pulau Balang? Kenapa tidak merenovasi Stadion Gelora Segiri saja? Apa yang di Sempaja itu tidak cukup? Seberapa maal dibanding pembangunan Lapangan Terbang di Samarinda?
Kawan, nanti pada saat pelaksanaan ada banyak tamu yang datang, bisa jadi 150.000 orang. Kalau tiap orang dari para tamu itu membelanjakan uangnya 10juta selama di Kaltim, coba lihat, Kaltim mendapat pemasukan 1,5trilyun. Nah, pemasukan itulah yang akan dipakai membangun jalan dan sarana lainnya. Obyek wisata di Kaltim juga bakal lebih cepat dikenal se Nusantara. Intinya begitulah....
Lalu, kapan jembatan Pulau Balang dibangun? wah, ingat kampung dia.
Ya, nanti kan Gubernur yang baru bakal merampungkan itu. Apes-apesnya kalau terlanjur janji sana janji sini, yah, areal Stadion Segiri dijual saja buat pembangunan Plaza dan perhotelan. Kan sudah ada Stadion yang baru ini. Terus uangnya dipakai membangun jembatan impianmu itu. Jawabku sekenanya sambil memutar balik kendaraan keluar dari komplek stadion Palaran, pulang ke Balikpapan.
Diposting oleh Sentot Prasasto di 18:50 1 komentar
Label: Sport