Spesifikasi, Konfigurasi, Masalah dan Solusi Untuk AP Senao EOC 3220 Ext

Saat ini pilihan untuk bisa menikmati internet yang sudah menjadi keharusan, menyediakan beberapa pilihan akses atau koneksi. Flash, IM2, Speedy maupun dari provider lainnya. Tetapi untuk bisa ikut menikmati internet gratis setidaknya dibutuhkan sebuah laptop yang dipersenjatai wireless 2.4 Ghz.
Untuk koneksi internet di rumah, hanya bermodalkan komputer setara Pentium 3 yang tentu saja untuk ukuran sekarang ini sudah semakin ketinggalan tetapi itu sudah lebih dari cukup. Hanya yang menjadi masalah adalah masih mahalnya koneksi internet. Contoh saja untuk sebuah koneksi unlimited Speedy yang merupakan produk dari Telkom membutuhkan dana 750ribu/bulan.
Dibalik kemahalan ada jalan untuk menjadikannya murah. Yaitu Gotong-Royong / Saweran untuk membayar bulanan akses internet. Dengan tiap orang membayar 50 ribu/bulan akan menjadi sebuah solusi yang indah untuk mendapatkan akses internet 24 jam unlimited. Dan solusi itu kini dikenal menjadi solusi dengan sebutan RT/RW-Net.

Untuk membagi akses internet membutuhkan perangkat sebagai media untuk membaginya. Penggunaan kabel LAN dengan switch adalah solusi yang biasa kita kenal. Tetapi untuk yang berjarak jauh, wireless adalah sebuah keputusan yang tepat untuk RT/RW-Net.

Membangun sebuah RT/RW Net setidaknya dibutuhkan sebuah Access Point sebagai pusat penyebaran akses internet. Saat ini perangkat wireless sendiri semakin lama semakin terjangkau. Untuk cakupan area satu RT/RW-Net tidak perlu beli perangkat wireless yang menjangkau jauh. Cukup yang murah meriah dan biasanya mampu menjangkau area 1 Km seperti Senao EOC-3220 EXT dengan antena omni directional buatan lokal sudah sangat cukup.

Spesifikasi Access point (AP) Senao EOC – 3220 Ext

Satu set perangkat Senao EOC-3220 EXT biasanya terdiri dari 1 AP, 1POE, 1 Adaptor, Kabel Grounding, dan CD User Manual.


Data Rates

1,2,5.5,6,9,11,12,18,24,36,48,54Mbps

Standards

IEEE802.11x, IEEE802.3, IEEE802.3u, IEEE802.11b/g, IEEE802.11b, IEEE802.11g,

Power Requirements

Active Ethernet PoE -48VDC/0.7A External Unit: Auto sensing 100/240VAC; 50/60Hz

Surge arrestor

20KA Surge Current

Regulation Certification

FCC Part 15/UL, ETSI 300/328/CE

Frequency Band

802.11b: 2.4002.484 GHz

Media Access Protocol

Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance (CSMA/CA)

Modulation Technology

Orthogonal Frequency
Division Multiplexing (OFDM)
DBPSK @ 1Mbps
DQPSK @2Mbps
CCK @ 5.5 & 11Mbps
BPSK @ 6 and 9 Mbps
QPSK @ 12 and 18 Mbps
16-QAM @ 24 and 36 Mbps
64-QAM @ 48 and 54 Mbps

Operating Channels

11 for North America, 14 for Japan, 13 for Europe, 2 for Spain, 4 for France

Receive Sensitivity (Typical)

-72dBm @ 54Mbps

EIRP (Effective Isotropical Radiated Power)

31dBm @1, 2, 5.5 and 11Mbps
30dBm @6, 9, 12, 18Mbps
29dBm @24, 36Mbps
28dBm @48, 54Mbps

Topology

Ad-Hoc, Infrastructure

Security

IEEE802.1x Authenticator / RADIUS
Client (EAP-MD5/TLS/TTLS) Support in AP Mode
WPA/WPA2 supplicant support in Client Bridge mode
WPA2/WPA / Pre-share Key (PSK)/ AES/TKIP
MAC address filtering (AP mode)
Hide SSID in beacons

Network Information


Topology

Ad-Hoc, Infrastructure

Operation Mode

Point-to-Point/ Point-to- Multipoint Bridge/ AP/ Client Bridge/ WDS

Interface

One 10/100Mbps RJ-45 LAN Port

Roaming

IEEE802.11b compliant

Security

IEEE802.1x Authenticator
RADIUS Client (EAPMD5/ TLS/TTLS)
WPA / Pre-share Key (PSK)
TKIP MAC address filtering
Hide SSID in beacons
Layer 2 isolation

IP Auto-configuration

DHCP client / server

Configuration

Web-based configuration (HTTP)
Telnet Configuration SNMP V1

Firmware Upgrade

Upgrade firmware via Web-browser


Mengkonfigurasi Access Point

Sebagai contoh, saya mendirikan RT/RW-Net menggunakan Gateway yang hanya terdiri dari modem ADSL gratisan dari Telkom Speedy tanpa mikrotik server.
Default setting Senao adalah sebagai klien, IP default adalah 192.168.1.1 dengan netmask 255.255.255.0 dan DHCP servernya disable. Untuk itu semua perlu di setting ulang senaonya menjadi Access Point. IP di komputer yang digunakan untuk me-remote senao terlebih dahulu di setting secara manual (misalkan 192.168.1.11 netmask 255.255.255.0).

Setelah selesai jangan lupa kabel LAN yang digunakan sudah tertancap ke komputer dan senao. Ping terlebih dahulu untuk memastikan koneksi oke dan stabil. Jika ping ke 192.168.1.1 berhasil, maka senao sia di remote melalu web browser.
  • Buka browser firefox, ketikkan 192.168.1.1 di address bar. Tunggu sampai adanya pop-up untuk menuliskan username dan password. Default password dan password untuk senao adalah admin/admin.
  • Masuk ke menu Management –> Operation mode lalu pilih AP. kemudian senao akan memberikan pop-up yang memberitahukan bahwa IP senao berubah menjadi 192.168.1.2 dengan netmask yang sama. Biarkan saja IP-nya seperti itu jika network yang kita gunakan di 192.168.1.0/24. Jika ingin merubah IP-nya sesuai network di lapangan, masuk ke menu TCP/IP Settings –> LAN Interfaces, silakan mengganti IP dan subnet sesuai dengan kebutuhan. Lalu klik apply changes dan tunggu sebentar untuk update settingannya.
  • Dengan begini sudah selesai konfigurasi Senao untuk Access Point. Tinggal mainkan access control untuk membatasi klien yang masuk berdasarkan MAC Address. Atau bisa juga pake security WEP/WPA. Jangan lupa juga untuk ganti password default senao-nya.


Pengetesan
  • Dari beberapa perangkat wireless point to point yg pernah dipasang, perangkat Senao dan Mikrotik lah yang harganya relatif murah untuk range dekat dan terbilang handal. Ada kasus yang saya lihat di internet mengatakan untuk kelas senao saat dipasang di suatu area kawasan industri jababeka dengan perangkat Senao 3220 INT 3220+ dalam jarak udara sekitar 4 km, wlan bisa konek namun link sangat jelek dan tidak stabil saat terjadi proses transfer data. Saat diganti menggunakan Radio Mikrotik, link lancar dan transfer datapun mendapatkan badwidth yg relatif besar. Sedangkan saat radio senoa di pasang di wilayah karawang, dengan jarak yg sama dengan jarak saat dipasang di kawasan jababeka, koneksi yang diperoleh sangat bagus. Kesimpulan saya, senoa tidak dianjurkan untuk daerah yang sudah tinggi tingkat interference nya, seperti di daerah kawasan industri. Namun senoa memiliki daya pancar yang kuat, dan harga yang “murah”. Sehingga jika cukup dengan Senao mengapa harus beli yang mahal.
  • Pengalaman lain yang saya baca dari internet menyatakan jika perangkat ini di setting hanya bekerja di kelas B, klien pun sudah mendapatkan maksimum 11Mbps.
  • Untuk sebuah kasus gangguan pada AP, lakukan pengecekan pertama di radio senao-nya. Dengan menggunakan antena rubber duck bawaan radio senao, dilakukan pengetesan sinyal (Contohnya bisa dengan menggunakan HP iPAQ). Jika sinyal oke dan stabil, lanjutkan dengan pengecekan terhadap antena omni directional 360 derajat, Pada contoh kasus yang ditemui di internet menunjukkan bahwa terlihat selotipe yang digunakan membungkus N-Connector basah. Lalu selotipe yang membungkus dilepas semuanya dan terlihat juga semua bagian N-connector baik di pigtail dan di antena basah. Hal ini sepertinya menjadi root cause dari melemahnya sinyal yang seharusnya terpancar. Setelah dikeringkan dengan hair dryer, dan memastikan kembali bagian dalam N-Connector telah kering, lalu dicoba dengan memasangkannya ke radio senao EOC-3220 EXT. Test pun dilakukan kembali dengan HP iPAQ, terlihat di iPAQ sinyal oke dengan ping time dibawah 3 ms.
Kini, dengan mengandalkan pipa 6m ditambah balok ulin sebagai tiang penyangga setinggi 3 meter, SSID Kampoengnet53 sudah nekad mengudara dan melayani klien. Semoga saja tidak ada klien yang bengong di depan komputer dan sudah bisa mendengarkan streaming radio dari seluruh Indonesia, download Mp3 terbaru, download film terbaru, atau dowload isi buku sekolah gratis.

Mengatasi Masalah Pada AP

Beberapa referensi di situs-situs menyebutkan adanya masalah yang bisa saja terjadi dengan perangkat Akses Point (AP) Senao EOC 3220 EXT. Masalah yang pernah saya baca yaitu :
  • Selama 1 tahun lebih tidak ada masalah. Tiba2 senao tidak bisa di akses (tidak bisa di ping), dan dari client juga tiba2 disconnect. SSID tidak bisa di temukan lagi. Lalu IP ternyata gak ketemu juga.
  • senao 3220 umurnya tidak panjang dan sering overheat alias panas berlebihan, mungkin bikin chip wireless nya jadi mati.
  • Ada pengalaman menggunakan radio senao 3220 sebanyak kurang lebih 20 buah dan yang kuat hingga 2 tahun cuman 2 biji.
  • Pada saat awal isp berdiri dengan lingkungan wifi yang relatif masih sedikit, untuk koneksi ke klien lancar dan gak ada hambatan. Sekarang dengan klien 15an dengan bandwith sekitar 32 kbps-an (rata2 ada yang 64 kbpsan) untuk 1 omni dengan senao EOC yg 400 mw sebagi AP nya, beberapa klien sudah mulai ada yang tidak normal, kadang lancar kadang untuk buka web saja susah. Hanya buat donlot saja kayaknya yang lancar. Padahal ada 1 klien yang musti di ptp meski jarak hanya kurang dari 1 km an.
  • Pengalaman lain menyebutkan (sengaja disalin asli sesuai dengan bahasanya dari sono) I have 4 EOC-3220ext with firmware 1.41.05. One or the units is wired to a router with internet access and is configured in AP mode and WDS is enabled with the other 3 units Mac address The other 3 units are set the same as the first same channel 9 and SSID NET and in each of the other 3 WDS has the first units Mac address. ip addresses, internet router 192.168.168.254. first wired EOC-3220ext 192.168.168.250 and the other 3 EOC-3220ext 251 to 253 This setup is working 6 weeks. this week the wired unit keeps dropping its connection with the router. I have changed the units around replaced power supply and re-wired but still the same problem I have a wired or wireless connection with EOC-3220 192.168.168.251. I can log into Eoc-3220 192.168.168.250 but nothing else I can go to EOC 3220 192.168.168.252 log into it and log into EOC 3220 192.168.168.250 and nothing else If there was a fault with my internet router or cat5 cable to the the first EOC3220 I should be able to log into one of the EOC's and see all the others Also if I connect to the router I can log into all the eoc's The only fix is to power down the router and EOC wired to it for 1 hour power up again and everything is fine again for a few hours.
  • Tiba-tiba link putus dan tidak bisa konek ke radio baik di ping maupun diakses via Web. Setelah dibawa ketempat beli, tenyata radionya reset sendiri ke konfigurasi default.
Kang Onno punya jawaban yang jitu untuk semua kasus ini :
  • Itu akibatnya kalau pada mainan power amply semua. Padahal sudah di sebutkan jauh-jauh hari di KEPMEN dll bahwa max. TX power 100mW. Pada ngotot pake amply ya terpaksa tanggung sendiri akibatnya ..
  • Solusi yang dipakai anak-anak sekarang menggunakan 100mW max, pakai chipset antheros biasanya di pasang di routerboard running mikrotik / UFOakses di set max. bandwidth 5MHz bisa tembus hingga 20-an km . Perlu diketahui pula, Senao di kenal gak baik buat lingkungan, power besar, tapi budeg ..
Dari pengalaman saya sendiri, Senao EOC 3220 Ext memang "rada budeg". Kita tidak bisa berharap penuh dengan "kecerdasan" Eoc3220 ini untuk mengatur dan membagi lalu lintas data pada jaringan. Terbukti beberapa client mengeluh dengan kondisi "server not found" sering terjadi pada saat browsing.

Solusi yang saya lakukan adalah dengan mengisi alamat pada default gateway dan DNS Server dengan 192.168.1.1 dan ternyata itu hingga hari ini cukup bisa mengatasi masalah "server not found".


Masalah yang lain adalah Wifi merk senao outdoor dengan type EOC3220 ext atau yang sejenis tidak dilengkapi tombol reset pada hardwarenya, hal ini cukup merepotkan kalau terjadi hang atau ada masalah konfigurasi atau administrator wifi lupa akan ip untuk konfigurasi.

Satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah ini adalah hanya dengan menggunakan port RS-232 (null modem/COM 1). Kabel ini bisa dibuat sendiri, dan diperlukan kabel serial RS232 9 pin (DB9) dengan konektor female dikedua ujungnya. Meski biasanya bisa ditemukan di toko-toko komputer, biasanya yang ada bukan kabel null modem, melainkan kabel serial biasa dengan konektor F/M (Satu Female dan di ujung lainnya menggunakan konektor Male). Jika Anda tidak bisa menemukan kabel null modem, diakali aja… Gunakan 2 buah kabel serial tersebut, kemudian dipotong lalu sambung kembali sehinggga membentuk konektor Female dikedua sisinya. atau bisa pakai UTP Cat5 dengan konektor DB9 female dikedua ujungnya. Yang perlu diperhatikan adalah hubungan antar pin dibuat sesuai dengan hubungan untuk kabel null modem seperti berikut :

Keterangan lengkap mengenai Null Modem ini bisa di baca di sini

Setelah kabel Null Modem siap, selanjutnya ikuti saja langkah-langkah berikut :

Buka terlebih dahulu penutup konektor serial pada radio senao yang terletak dibagian bawah dekat port RJ 45. ( lihat gambar ).
  1. Hubungkan kabel serial ke port com pada komputer/laptop.
  2. Jalankan aplikasi Hyperterminal bagi anda pengguna windows 98, 2000, xp (ada dibagian accessories-communication). Klik Start kemudian pilih Programs -> Accessories -> Communications -> HyperTerminal.
  3. Berikan nama koneksi apa saja, misalnya Senao 3220. Kemudian pilih koneksi COM1 (atau COM2 tergantung port di komputer).
  4. Setting HyperTerminal baudrate “38400″, data bits “8″, parity “none”, stop bits “1″, flow control “None”. Kemudian tekan “OK”.
  5. Matikan power pada POE selama kurang lebih 5 detik kemudian On-kan kembali.
  6. Tunggu sampai prompt # muncul pada layar HyperTerminal.
  7. Ketik “flash reset”, Tekan enter.
  8. Ketik “reboot”, tekan enter. Perangkat Senao akan reboot dan semua setting akan dikembalikan seperti semula.
  9. Jika tidak terdapat kerusakan, Anda bisa mengakses kembali melalui WEB dengan alamat IP default : 192.168.1.1
Sedangkan masalah terakhir yang pernah saya temui di situs-situs adalah masalah adaptor. Adaptor untuk senao 3220 ext yang pernah coba digunakan adalah Mean Well Input 100-240V , 50/60HZ, 0,5A Output : 48 V - 0.375A , 18W MAX.

Semoga membantu...




Selengkapnya.....

Website Speed Test
































Masukkan Alamat Web/Blog Anda : (Misalnya : kampoengnet53.blogspot.com)












Powered by iWEBTOOL




Selengkapnya.....

Arti Kode Pada Gambar Segitiga Daur Ulang Produk Plastik

Menyaksikan tayangan di TV belakangan ini khususnya berkaitan penggunaan produk dengan bahan-bahan dari plastik maupun melamin bisa bikin kita berpikir seribu kali kalau mau mengijinkan anak-anak kita jajan makanan di luar. Sampai-sampai ada pemberitaan di media tentang penggunaan plastik dibuat sebagai campuran untuk jajanan gorengan. Edan.
Menurut WWF, selain terdapat bahan-bahan berbahaya yang sudah terdaftar seperti DDT dan polychlorinated biphenyl, saat ini banyak bahan beracun lain yang juga beredar luas. Bahan-bahan itu adalah senyawa perfluorinated, phthalates, senyawa phenolic --termasuk bisphenol A-- dan brominated flame retardants (BFR).
Bisphenol A adalah perusak hormone. Berbagai penelitian telah menghubungkan Bisphenol-A dengan dosis rendah dengan beberapa dampak terhadap kesehatan, seperti perubahan permanen pada organ kemaluan, meningkatkan kadar prostat, penurunan kandungan hormon testoteron, memungkinkan terjadinya kanker payudara, sel prostat menjadi lebih sensitif terhadap hormon dan kanker, dan membuat seseorang menjadi hiperaktif.
Bisphenol A digunakan untuk produksi plastik polikarbonat dan resin dan dapat ditemukan pada kemasan makanan dan minuman seperti juga pada compact disc (CD) beberapa peralatan medis. Beberapa bahan perawat gigi mengandung bahan yang sama.
Pemerintah Kanada mengumumkan bahwa negara itu berencana melarang import dan penjualan botol bayi "polycarbonate", "bisphenol A", sehingga Kanada menjadi negara pertama di dunia yang membatasi penggunaan bahan kimis kontroversial itu.
Menteri Kesehatan Kanada, Tony Clement mengatakan pada suatu pers rilis di Ottawa, Jumat, 18/4-2008, bahwa tingkat "bisphenol A" yang dihadapi orang dewasa tidak berbahaya. Namun, studi laboratorium telah memperlihatkan bahwa ketika bayi terbuka pada bahan tersebut, keadaan itu dapat mengarah kepada masalah gangguan syaraf dan prilaku pada masa depan.
Larangan tersebut hanya akan berlaku pada botol bayi dan bukan kemasan makanan lain yang dibuat dengan menggunakan "bisphenol A". Masa komentar terbuka 60-hari akan diberikan kepada semua pihak terkait untuk menyampaikan pendapat ke pemerintah. Peraturan baru direncanakan dikeluarkan dalam waktu sekitar satu tahun.
Bicara tentang plastik, pernahkah Anda memperhatikan tulisan kode nomor yang tertera pada gambar segitiga daur ulang (Recycling triangle) ? biasanya gambar segitiga daur ulang ini terdapat pada bagian bawah kantung/kotak/botol kemasan. Sebenarnya kode ini menyatakan dari material atau jenis bahan apa kantung kemasan itu dibuat.

Kode dan material dimaksud yaitu :

1 - Polyethylene Terephthalate (PET),
Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Umumnya dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Dijawab oleh artikel ini: Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut. Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
2 - High Density Polyethylene (HDPE), Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu;
3 - Polyvinyl Chloride (PVC), Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).
4 - Low Density Polyethylene (LDPE),Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE – LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
5 - Polypropylene (PP),Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP – PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6 - Polystyrene (PS), Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS – PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
7 - Other Plastics, Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER – Other (SAN ? styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, PC - polycarbonate, Nylon). Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.
PC - Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.

Material yang menjadi bahan dasar pembuatan kemasan tersebut memberikan informasi tentang cara penanganan daur ulang yang tepat dan sesuai. Sebagai contoh khusus untuk penanganan material dengan kode nomor 7 adalah yang paling sulit karena jenis bahan yang digunakan termasuk sulit untuk didaur ulang. Sedangkan Bahan plastik dengan kode nomor 1 dan 2 lebih mudah di daur ulang ketimbang jenis plastic lainnya.

Bagaimana Dampak Penggunaan Plastik terhadap Kesehatan?

Kebanyakan plastik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (plasticizers). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA), dan bifenil poliklorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan.
Bahan pelembut seperti PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.
Bahan pelembut lain yang dapat menimbulkan masalah adalah DEHA. DEHA mempunyai aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan pada manusia). Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati. Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi jika setiap hari kita terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).
Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita membakar bahan yang terbuat dari plastik. Pembakaran plastik ini dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi kita. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.
Bahan pelembut ESBO (epoxidized soybean oil) juga biasa digunakan sebagai insektisida. Sejauh ini, bahaya bahan pelembut ini bagi kesehatan manusia belum ada/dalam penelitian. Sedangkan bagi lingkungan, ESBO mampu membunuh zooplankton, dan hal ini berakibat pada terganggunya rantai makanan hewan-hewan laut. Hal tersebut pun akan berdampak pada terganggunya sumber protein, khususnya ikan, bagi manusia.

Semoga bermanfaat.

Diambil dari
http://www.robert-id.com/
http://tiwy.multiply.com
dan dari berbagai sumber lainnya


Selengkapnya.....

Aspek Produksi Tepung Cassava

Kasava (ubi kayu) merupakan komoditi hasil pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi makanan olahan selain beras. Kasava mudah dibudidayakan dengan hama penyakit yang relatif tidak ada. Kasava sudah memasyarakat di seluruh tanah air dan telah banyak dimanfaatkan menjadi berbagai macam makanan olahan tradisional. Menurut BPS, produksi kasava pada tahun 1989 adalah sebesar 17.091.069 ton dengan daerah penghasil utamanya yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Yogyakarta.

Dalam upaya pengembangan kasava sebagai diversifikasi menu makanan rakyat, pengolahan kasava menjadi tepung kasava adalah alternatif utama yang mempunyai prospek cukup baik, karena teknologi pengolahannya cukup sederhana, tidak mudah rusak, dapat disimpan lebih lama, memberikan nilai tambah lebih tinggi serta dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.
Penggunaan tepung kasava selain sebagai bahan beraneka ragam menu makanan rakyat, juga merupakan komoditi yang dapat dieksport. Selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri seperti industri mie, roti ataupun instant noodle. Penggunaannya bisa sebagai bahan baku tunggal maupun campuran tepung terigu.
Prospek usaha tepung kasava cukup cerah mengingat kepada faktor–faktor sebagai berikut :
  • Potensi bahan baku dan penolong cukup besar.
  • Teknologi pengolahan cukup sederhana.
  • Kemungkinan pemasaran cukup luas, baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri (eksport).
Pada saat sekarang ini tepung kasava sudah mulai digunakan oleh perusahaan kue lapis legit di Jakarta dan sudah dieksport ke manca negara.
Untuk industri skala pedesaan, sebaiknya diarahkan pada industri pembuatan Chips Kasava (ubi kayu iris) yang selanjutnya dijual pada industri tepung kasava untuk diolah lebih lanjut. Potensi industri mie dan makanan sekitar 1.736 unit usaha dengan kebutuhan tepung terigu sebesar ± 39.460 ton, sedangkan industri roti dan kue kering sekitar 11.651 unit usaha dengan kebutuhan terigu sebanyak ± 63.146 ton.

Dengan demikian jika kebutuhan industri akan tepung terigu adalah sebanyak 108.606 ton dan sebanyak 59% dari jumlah tersebut disubsidi dari tepung kasava, maka jumlah tepung kasava yang dibutuhkan adalah sebanyak 54.303 ton. Dari ke 5 Pilot Proyek Industri tepung kasava yang ada menghasilkan ± 3.750 ton tepung, maka masih ada peluang pasar dalam negeri sebesar 50.533 ton.

I. Aspek Produksi

Kapasitas produksi unit usaha tepung kasava direncanakan sebanyak 1 ton /hari atau 300 ton / tahun, dengan perhitungan didasarkan atas jumlah lama kerja 25 hari/bulan atau 300 hari kerja per tahun.

A) Bahan Baku, Bahan Penolong, Pengemas, dan Bahan Bakar

Bahan baku utama yang digunakan untuk pembuatan tepung kasava adalah kasava (ubi kayu). Kasava mengandung 25% pati dan karbohidrat lainnya, 2% serat kasar, 3% protein, 65% air dan 5% bahan lainnya. Kasava merupakan bahan pangan yang mudah rusak akibat kerusakan enzim, mikroorganisme dan sebagainya, sehingga harus segera diproses paling lambat 2 hari setelah panen. Jika kasava segar yang telah dipanen tidak segera diolah, akan terjadi perubahan visual yang ditandai dengan timbulnya bercak berwarna biru kehitaman (browning), lunak (kepoyoan), berjamur dan akhirnya menjadi busuk.

Cara yang telah dicoba untuk mengawetkan kasava segar adalah dengan menumpuknya di atas lapisan jerami, rumput atau daun-daun kering. Kasava segar (utuh) sebanyak 300 – 500 kg per unit, ditimbun di atas alas tersebut yang berdiameter 1,5 m dan tebal 15 cm. Selanjutnya kasava ditutup dengan lapisan jerami yang sama, kemudian diatasnya ditutup tanah sampai ketebalan 15 cm. Sekeliling timbunan harus diberi saluran supaya bahan tidak terendam air. Dengan cara ini kasava dapat tahan sampai dengan 3 bulan.

Selain cara tersebut di atas, berdasarkan pengalaman dipabrik gaplek, pengawetan kasava segar dapat dilakukan dengan cara direndam dalam bak air setelah dikupas kulit luarnya. Melalui cara tersebut kasava memiliki daya tahan simpan selama 3-4 minggu. Akan tetapi, cara pengawetan tersebut mempunyai kelemahan yaitu menyebabkan kandungan pati kasava menurun.

Sebagai bahan penolong digunakan air dalam jumlah yang cukup untuk mencuci singkong setelah dilakukan pengupasan. Adapun bahan pengemas yang digunakan adalah kantong plastik polypropilene untuk kemasan isi 250 g dan 500 g, sedangkan untuk kemasan 25 kg dapat menggunakan karung plastik yang dilapisi dengan kantong plastik polypropilene. Untuk mengetahui kebutuhan bahan baku, penolong, bahan bakar & listrik untuk kapasitas 300 ton / tahun dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel
Kebutuhan Bahan Baku Dan Penolong Untuk 1 Bulan

No

Jenis bahan

Harga

(Rp/Kg)

Sat

1

2

3

4

5

Kasava segar

Bahan pengemas (kap 22,5 kg)

Listrik

Air

Bensin

400

1000

-

-

1.850

Kg

Pak

-

Liter

Liter


1. Standar produksi

Tepung kasava adalah tepung yang dibuat untuk berbagai jenis produk. Oleh karena itu dalam proses pembuatannya harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi makanan ataupaun bahan makanan (khususnya yang menyangkut faktor keamanan makanan, kesehatan) serta persyaratan menu.
Sebagai pedoman dalam produksi dan pemasaran tepung kasava maka disusun SNI tepung kasava nomor 2463 – 1990, seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel
Persyaratan mutu SNI tepung kasava Nomor 2464-1990

No

Uraian

Satuan

Persyaratan

1

Keadaan


Bau


Rasa


Warna




Khas Singkong


Khas singkong


Putih

2

Benda – benda asing

%, b/b

Tidak boleh ada

3

Derajat putih (Ba SO4 = 100%)

%, b/b

Min 85

4

Abu

%, b/b

Maks 1,5

5

Air

min NaOH/100

Maks 12

6

Derajat asam

gram

Maks 3

7

Asam sianida

mg/kg

Maks 40

8

Kehalusan, lolos ayakan 80 mesh

%

Min 90

9

Pati

%, b/b

Min 75

10

Bahan tambahan pangan

Mg/Kg

Min 759 sesuai SNI 022-M dan permenkes No. 722/1988

11

Cemaran logam

- Timbal (Pb)

- Tembaga (Cu)

- Seng ( Zn)

- Raksa (Hg)



Mg/Kg

Mg/Kg


Mg/Kg

Mg/Kg



Maks 1,0

Maks 10,0


Maks 40,0

Maks 0,05

12

Arsen (As)


Maks 0,5

13

Cemaran mikroba

- Angka lempeng total

- E. coli

- Kapang



Koloni/gr


APM/gr

Koloni/gr



Maks 1,0x106


Maks 3

maks 1,0x104


Dengan mempertimbangkan keamanan, mutu dan kebersihannya, maka komponen yang menentukan mutu pada hasil olahan atau tepung kasava antara lain adalah :

a. Air
Kadar air yang terlalu tinggi menyebabkan produk mudah ditumbuhi jamur, yang dapat mengakibatkan perubahan warna atau bau, pada akhirnya produk menjadi rusak dan tidak tahan lama. Walaupun produk cukup kering, jika proses pengeringannya kurang baik karena terlalu lama, kemungkinan jamur dapat tumbuh dan terjadi fermentasi selama produk dikeringkan. Hal ini terlihat dari tingginya kadar asam produk tersebut.
b. Pati
Dalam proses pengolahan menjadi tepung, kasava dapat mengalami penurunan atau kehilangan sebagian kadar patinya. Penurunan tersebut dapat disebabkan antara lain oleh proses pengeringan yang terlalu lama, yaitu adanya fermentasi pati oleh jamur.
c. Benda – benda asing
Yang dimaksud dengan benda-benda asing adalah tanah, pasir, batu kecil, kayu atau tangkai yang terbawa ke dalam produk. Benda asing tersebut tidak boleh ada dalam tepung kasava, karena produk ini untuk konsumsi makanan manusia. Adanya benda-benda asing tersebut mencerminkan bahwa proses pengolahannya kurang baik, antara lain disebabkan oleh proses pencucian yang kurang bersih, kontaminasi dalam proses penjemuran, terkontaminasi oleh hewan peliharaan, peralatan yang digunakan kurang bersih, cara pengemasan kurang baik dan lain-lain.
d. Cemaran mikroba
Cemaran mikroba mencerminkan bahwa proses pengolahan kurang bersih dan kurang tepat. Karena itu untuk keamanan dan kesehatan dalam persyaratan tepung kasava untuk konsumsi manusia adanya cemaran mikroba harus diminimalisir.

2. Proses Produksi

Tepung kasava dapat dibuat dengan 2 (dua) cara, yaitu melalui proses pembuatan kasava iris kering dan kasava parut kering.
Secara rinci urutan proses pembuatan tepung kasava adalah :
1) Persiapan bahan
Dalam proses pembuatan tepung kasava, bahan-bahan yang digunakan perlu dipersiapkan dengan baik. Kegiatan ini meliputi pencucian awal dan pemilihan (sortasi). Pencucian dilakukan untuk menghilangkan kotoran atau tanah, terutama jika kasava ditanam pada kondisi tanah liat.
Kasava yang digunakan harus segar, maksimum 2 hari setelah panen dan dipilih yang baik, tidak ada bagian-bagian yang rusak, serta memiliki kadar HCN dalam tepung yang masih berada pada batas aman untuk dikonsumsi (kadar HCN lebih kecil dari 50ppm)
2) Pengupasan
Pengupasan dilakukan dengan menggunakan pisau anti karat (stainless steel), dengan memastikan bahwa seluruh bagian kulit benar-benar terkupas. Pengupasan dimaksudkan untuk mengurangi sebagian kandungan HCN, karena kadar HCN terbanyak terdapat pada lapisan kulit luar.
3) Pencucian
Pada tahap ini, kasava yang telah dikupas dicuci dengan air bersih di bak pencucian. Pencucian ini dilakukan untuk menghilangkan enzim yang dapat menyebabkan perubahan warna pada kasava yang pada akhirnya mempengaruhi warna pada tepung yang dihasilkan. Proses pencucian juga dimaksudkan unutk menghilangkan HCN yang terdapat dalam umbi, karena HCN bersifat larut dalam air.
Untuk mendapatkan hasil pencucian yang efektif, air pencuci dalam bak sebaiknya selalu diganti dan menggunakan alat bantu, misalnya sikat.
4) Pemotongan/perajangan/pemarutan
Kasava yang telah bersih, dipotong atau diperkecil ukurannya dengan cara merajang, mengiris atau memarut sehingga diperoleh kasava dengan permukaan yang luas (kecil dan tipis) agar mempercepat proses pengeringan. Cara lain adalah dengan diparut kemudian diperas untuk mengurangi sebagian kadar airnya. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pengeringan dan mengurangi sebagian kadar HCN dari umbi.
5) Pengeringan/penjemuran
Kasava yang telah dipotong pipih atau diparut, ditempatkan dalam loyang aluminium atau sasak berlapis dan dijemur di atas para-para kayu. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kebersihan dan menghindarkan produk dari kemungkinan terinjak-injak manusia maupun hewan dan mengurangi kemungkinan kontaminasi oleh debu, tanah dan kotoran hewan. Proses pengeringan sebaiknya dimulai sejak matahari terbit, agar proses pengeringan awal tidak terlalu cepat sehingga tidak terjadi ‘case hardening’, yaitu suatu keadaan dimana bagian luar (permukaan) bahan sudah kering sedangkan bagian dalamnya belum kering. Dari pengalaman yang telah dilakukan di berbagai negara, untuk mempercepat proses pengeringan dan mendapatkan hasil pengeringan yang merata, maka harus dibalik secara teratur, minimal setiap 1 jam sekali. Keuntungan lain yang diperoleh dari proses pengeringan adalah mengurangi kadar asam sianida (HCN), karena sifat asam sianida selain mudah larut dalam air juga mudah menguap karena panas.
6) Penepungan
Kasava iris dan kasava parut yang telah kering dimasukkan dalam alat penepung, sehingga diperoleh tepung kasava dengan kehalusan tertentu.
7) Pengemasan dan penyimpanan
Tepung kasava, iris atau parut kering, mempunyai sifat mudah menyerap uap air, maka harus dikemas dan ditutup rapat. Pengemasan tepung kasava dapat menggunakan kantong plastik polypropilene atau karung plastik dengan ukuran 250 gram, 500 gram dan 25 kg. Selanjutnya pada kemasan tersebut diberi label dan disimpan dalam gudang sampai siap untuk dipasarkan. Suhu gudang/ruang penyimpanan harus dijaga dan perlu ada sirkulasi udara, karena temperatur yang tinggi (700C) dapat mengakibatkan gelatinasi.

3. Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP)
GMP untuk industri makanan dikenal dengan sebutan “Pedoman Cara Produksi yang Baik dan Benar untuk Makanan” (SK Menkes. No. 23/Menkes/SK/1/1978 tanggal 24 Januari 1978). Tujuan diberlakukannya GMP ini adalah untuk menjamin agar makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia harus aman. Pada prinsipnya, penerapan GMP di perusahaan makanan dimulai dari persiapan bahan baku sampai dengan penyiapan dan pengangkutan produk akhir harus ditangani dengan kondisi sanitasi (bersih dan higienis).
a. Bahan baku
1. Penerimaan bahan baku
Tidak boleh menerima bahan baku yang diketahui mengandung parasit, mikroorganisme atau racun, busuk atau mengandung benda asing lainnya.
2. pemeriksaan bahan baku
Hanya bahan baku yang bersih dan baik yang boleh digunakan untuk proses selanjutnya.
3. pemeriksaan bahan baku dan bahan penolong
Harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah busuk/basi, terkontaminasi dan rusak.
b. Pencegahan kontaminasi silang
Tindakan yang efektif untuk mencegah kontaminasi bahan makanan oleh kontak langsung atau tidak langsung dengan bahan lain pada tahap permulaan proses, antara lain :
1. Pemisahan bahan mentah dan bahan rusak
2. Perilaku karyawan
3. Pencucian tangan
4. Kebersihan peralatan
c. Penggunaan air
Air yang digunakan adalah air yang memenuhi persyaratan air minum.
d. Pengolahan
Proses pengolahan harus diawasi oleh petugas yang mampu dan ahli serta dilakukan dalam kondisi yang baik dan tanpa penundaan yang tidak perlu.
e. Pengemasan
Semua makanan harus dikemas dalam wadah yang dapat melindungi makanan dari kontaminasi dan peruraian. Bahan pengemas harus bersih dan higienis serta sesuai dengan produk yang akan dikemas.
f. Penyimpanan dan pengangkutan produk akhir
Penyimpanan dan pengangkutan harus dilakukan pada kondisi sedemikian rupa untuk menghindari kontaminasi dan atau perkembangbiakan mikroorganisme serta melindunginya dari peruraian produk atau kerusakan.

4. Mesin dan peralatan
Berdasarkan kemampuan dari bengkel-bengkel yang ada, maka peralatan/mesin yang digunakan dalam pembuatan tepung kasava beragam, tergantung teknologi dan kapasitas produksinya.
Peralatan/mesin yang diperlukan untuk unit usaha tepung kasava dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel
Kebutuhan Mesin Dan Peralatan Produksi

No

Jenis alat

Sat

Jumlah

1

Pisau pengupas

Buah

15

2

Bak pencucian

Buah

2

3

Mesin pemotong

Buah

2

4

Mesin penghancur

Buah

1

5

Mesin penepung

Buah

1

6

Mesin jahit karung

Buah

1

7

Rak pengering

Buah

50

8

Baki pengering

Buah

650

9

Bak penampung tepung

Buah

1

10

Ember plastik besar

Buah

4

11

Troley/kereta dorong

Buah

3

12

Timbangan duduk(100kg)

Buah

2



II. Kebutuhan tanah dan bangunan

Tanah yangdimaksudkan disini adalah tanah untuk lokasi pabrik/tempat usaha. Sedangkan bangunan adalah untuk kantor, gudang bahanbaku/barang jadi dan ruang produksi. Lokasi pendirian unit usaha dari kasava menjadi tepung kasava sebaiknya dekat dengan bahan baku, sehingga dapat menghemat biaya transportasi dan mempercepat proses pengolahan dari kasava menjadi tepung kasava. Oleh karena itu industri tepung kasava cocok untuk didirikan didaerah pedesaan atau lokasi transmigrasi.
Selain mempertimbangkan persyaratan lokasi usaha, untuk menyesuaikan tata ruang diperlukan pertimbangan yang cukup matang atau pemanfaatan ruangnya dapat dilakukan secara maksimum. Ruang produksi sebesar 60 m2 digunakan untuk menempatkan mesin pemotong, penghancur, penampung, timbangan dan jahit karung.

III. Kebutuhan tenaga kerja

Tenaga kerja yang diperlukan dalam pembuatan tepung kasava adalah untuk bagian pencucian (1 orang), pengupasan (1 orang), pemotongan (2 orang), penghancur (1 orang), penepungan (1 orang), pengemasan (2 orang) dan penjemuran (2 orang). Untuk memenuhi tenaga kerja unit usaha ini tidak harus mempunyai keterampilan khusus karena teknologi yang digunakan sederhana.



Selengkapnya.....