PICO dan Gadget

Di PICO, koneksi dengan USB yang tersedia cuma 3. Biasanya 1 saya pakai untuk wireless Mouse Prolink, Lalu satu lagi untuk Flash Disk, dan terakhir saya gunakan untuk Modem USBConnect.
Walaupun begitu, ternyata saya terkadang masih membutuhkan setidaknya 1 lagi colokan USB yang harus tersedia. Dan itu jadi masalah buat PICO saya. Akhirnya setelah pilih-pilih USB hub, saya menemukan satu solusi yang cukup simple dan tanpa kabel. mereknya Epraizer, ukurannya 3.5W x 6.5L x 1.5H (cm) dengan 4 colokan.
Lalu, dengan kapasitas harddisk PICO sebesar 120Gb sebenarnya sudah sangat cukup. Tetapi saya merasa itu hanya untuk keperluan data penting. Sedangkan untuk menyimpan lagu-lagu secara khusus saya tempatkan di SD-Card Class 6 berkapasitas 8Gb dengan merk Optimuz.
Sebenarnya ini adalah salah satu kelebihan PICO. mampu membaca SD Card 8Gb. Sesuatu yang tidak sanggup dilakukan oleh Toshiba A105.
Sehingga, sebuah PICO bisa dijejali dengan berbagai perangkat/gadget seperti gambar berikut :


Selengkapnya.....

Review Capsule Speaker Divoom iTour-10

Hobby kok jalan-jalan ke Harco Mangga Dua.
Akhirnya, ya, malah ketemu sebuah Gadget speaker yang unik yang bisa digunakan untuk UMPC, HP, IPod, MP3/4 Player. Merknya Divoom iTour-10. Dirilis kepasaran disertai dengan manual book.
Kualitas suaranya cukup baik. Cara penggunaannya juga cukup praktis. Tinggal colok ke jack audio perangkat Anda (saya menggunakannya untuk UMPC PICO), kemudian untuk menjaga power, tinggal tancapkan kabel yang tersedia ke USB. Karena mini, tentu saja hanya tersedia untuk mode audio mono dan dengan pengaturan volume model switch geser.
Sangat praktis jika dibawa bersama-sama dengan PICO.
Berikut ini spesifikasi Divoom iTour-10 :
  • Output : 2,4watt
  • Rating Power : 1,8watt
  • Size : 50W x 50L x 35H (mm)
  • Speaker : 36mm micro speaker 4Ohm
  • Frequency Response : 100Hz-20KHz
  • Single-to-noise : >85dB
  • Distortion : <0,5%
  • Battery Voltage : 3,7V
  • Battery Capacity : 300MAH
  • Battery Charging Voltage : 4.2V +/- 0.05V
  • Charge Time : DC (2.5 Hours), USB 4 Hours
  • Accessories : 3 pcs of mobile phone audio adaptors
  • Pocket size speaker, compact but no discount in sound quality
  • Li-ion battery last 7-8 hours
  • LED Power indicator for power on and charging
  • 360 degree sound field integrates a cone design with a custom-bulit speaker to project sound in all directions

Selengkapnya.....

Mini Cooler for UMPC

Dari banyak Cooler yang tersedia untuk perangkat laptop ternyata yang paling sulit dicari adalah Cooler Fan untuk perangkat sejenis UMPC. Di pasaran rata-rata hanya menyediakan untuk jenis laptop standar dan yang paling kecil adalah untuk ukuran 12". Cooler sebesar itu tentu gak bisa portable.
Nah, saya berhasil menemukan Cooler Fan ukuran mini yang praktis dibawa-bawa dan bisa dipakai untuk UMPC.
Bentuknya tipis, bisa dilipat dengan 2 (dua) buah Fan.
Tenaganya diperoleh dari USB, bisa dicolokkan ke UMPC atau pakai adaptor khusus dengan connector USB.
Ukuran dalam keadaan terlipat : 17L x 6.5W x 2H (cm)
Panjang sayap : 8.5cm
Power Consumption : unrecognized (maklum boxnya udah keburu pergi ke TPS)
Harga yang saya peroleh di pasaran Rp.175.000,- Itu harga Glodok.

Kini gadget itu menemani PICO saya

Selengkapnya.....

Menggunakan Modem Sierra Sebagai GPS di UMPC - PICO

Sebuah Review Penggunaan Software GPS Garmin trial Version kedalam UMPC PICO dengan memanfaatkan Modem Sierra USBConnect881.




GPS-PICO di dalam Mobil Antara Samarinda-Balikpapan



GPS-PICO di dalam Kereta Api Antara Yogya-Surabaya

Up Dated



GPS-PICO di dalam Bus Antara Tol Jakarta - Cikampek



GPS-PICO di dalam Angkot Elf Trayek Indramayu - Cirebon


Belom sempat nyoba nih, gimana kejadiannya kalau GPS di becak, di bajaj, di speed boat dan di dokar/delman....

I've Got GPS on My Pico !!
Itu adalah ungkapan spontan setelah saya berhasil mendapati bahwa Axioo Pico saya bisa mengintegrasikan Softwarenya Global Positioning System (GPS)nya Garmin Trial Version kedalam sistem Pico bersama - sama dengan perangkat Modem Sierra USBConnet 881.

GPS adalah ‘Global Positioning System’, yang dimana ia adalah suatu sistem navigasi yang berdasarkan satelit dan dikembangkan oleh DoD (Department of Defense) nya Amerika. GPS dapat memberikan posisi dari suatu lokasi user dimanapun di bumi ini.
Sistem Posisi banyak digunakan dalam aplikasi Sistem Informasi Geographic (Geographic Information System), Penginderaan Jauh (Remote Sensing) dan Navigasi. Setiap aplikasi memiliki protokol dan sub-protokol masing2.
Untuk dapat menerapkan sistem GPS ini maka ianya terbagi kepada 3 segmen, yaitu:

1.User Segment
Yang termasuk kedalam segmen ini adalah user yang menggunakan GPS receiver. GPS Receiver sendiri terdiri atas berbagai teknologi dan aplikasi yang berbeda-beda. GPS receiver inilah yang akan mengkalkulasikan posisi dari sesuatu bend/orang/apapun yang kita cari, dan akurasi ketepatannya sekitar 10m.

2. Space Segment
Nah inilah bagian yang terpenting, yaitu bagian yang terdiri dari 24 satelit. Satelit-satelit tersebut terletak pada ketinggian 20200 km, yaitu pada altitude orbit. Dan kenapa terletak demikian jauh? itu merupakan jarak yang tepat kalau memperhitungkan dari segi matematika, gangguan atmosfer, dan jangkauan wilayah satelit tersebut di bumi.
GPS satelit tadi (24 buah tersebut) adalah milik US, kalau milik Rusia namanya GLONASS (ada 24 satelit), dan ada juga yang bernama GALILEO (satelit milik eropa). Selain daripada GPS, kedua kumpulan satelit lainnya jarang digunakan (atau belum) karena agak sukar untuk mengoperasikan dan menjaganya.

3. Control Segment
Yang dimaksud dengan ‘control segment’ ini adalah stasiun kontrol di bumi. Dan ia berfungsi untuk memantau posisi dari satelit-satelit tersebut.

Untuk mengakses GLOBAL POSITIONING SYSTEM ini maka dibikinlah Device GPS yg berbentuk chipset GPS. Chipset ini terdiri dari sensor, sistem posisi dan datum, dan kalkulasi. Chipset GPS dapat digabungkan dengan chipset lain membentuk Modul. Modul MC8781 adalah modul yg secara official ditaman dalam Sierra Wireless AirCard 880/1U.

Setiap device memiliki tujuan yg berbeda-beda dan target market yang berbeda pula. Untuk itu teknologi yg tertanam dalam Device GPS juga berbeda.
Beberapa kategori device GPS dibagi kedalam 5 kategori antara lain :
  • Aplikasi untuk di darat (Land Applications)
  • Aplikasi untuk di laut (Marine Applications)
  • Aplikasi untuk militer (Military Applications)
  • Aplikasi untuk di udara (Air Applications)
  • Aplikasi ringan (Recreation Application)
sumber dari http://adityawirawan.net

Agar device GPS dapat dibaca oleh piranti lain maka diperlukan protokol keluaran. NMEA (National Marine Electronics Association) adalah salah satu standar protokol keluaran. NMEA sendiri juga memiliki beberapa Format penulisan dapat dilihat di (http://www.kh-gps.de/nmea-faq.htm). Begitu pula dengan Standart Protokol Keluaran GPS (Recievers) yang lain. Pemahaman tentang format tersebut dapat membantu anda dalam membuat web server yang memanfaatkan data GPS dan membuat aplikasi berbasis GPS.

Hampir semua software yang dibangun apalagi yang baru dapat membaca format standar keluaran GPS dan (Open GIS Consortium for GPS Format).

Garmin Mobile PC sendiri merupakan salah satu software pendukung (untuk memanfaatkan) device GPS Merk Garmin (dan gps reciever lainnya). Untuk mengelola Software Garmin Mobile PC ini diperlukan software pendukung lain : misalnya untuk membuat peta, kalibrasi, etc. Format img sendiri merupakan format Tradisional (by nature) dari Garmin GPS Reciever tapi format img tidak selalu bersisi peta garmin by nature. IMG juga merupakan format citra keluaran ERDAS Imagine.

Versi komersil GPS Reciever pun sekarang sudah dapat anda beli hanya seukuran ibu jari dan memiliki akurasi yang sangat tinggi+low power. Secara umum Teknologi terbaru GPS digunakan terlebih dahulu oleh militer kemudian jika sudah ada teknologi yang lebih baru baru dirilis versi komersil, begitu pula citra satelit dan lainya.

Adapun pengguna Peta Indonesia yang terdapat di Garmin itu adalah Peta dengan skala 1:250.000, setiap tingkatan peta ada aspek generalisasi, sehingga peta dalam skala ini memiliki tingkat keakuratan yang masih mengundang pertanyaan. Tidak mirip dengan aslinya, garis lengkung pun bisa digambarkan lurus. Untuk mengurangi tingkat kesalahan dapat menggunakan peta dengan skala 1:25.000.

Pada GPS yang terpasang dalam Modem Sierra USB Connect881U, tingkat kesalahanya mencapai 12-25m atau sekitar 1mm di peta 1:25.000 . Ini tidak nampak secara visual. Akan tetapi pada peta 1:250.000 selisih itu akan nampak jelas karena aspek generalisasi tadi.

Dari pengalaman saya, ada perbedaan atau selisih untuk pembacaan kecepatan gerak kendaraan, pada kecepatan terbaca di speedometer kendaraan 90km/jam, Garmin membaca kecepatan gerak 84km/jam atau selisih 6km/jam. Namun untuk kecepatan dibawah 60km/jam selisih tersebut tidaklah terlalu nampak.

Apabila Anda tertarik untuk menggunakan GPS di Laptop, sekarang bisa memanfaatkan sierra 881U modem sebagai GPS receivernya. Ikuti caranya dibawah ini.
  1. Pertama-tama download Garmin software dari situs Garmin. Alamatnya
  2. Install Main.msi dulu kemudian klik Setup.exe
  3. Reboot computer
  4. Update Garmin Mobile PC nya ke update versi 5.00.50 yang bisa di-download dari situs Garmin langsung. Linknya : http://www8.garmin.com/support/collection.jsp?product=010-00685-00.
  5. Reboot lagi computer setelah process update selesai
  6. Ikuti petunjuk “unlock guide.txt” atau “readme.txt” untuk mengaktifkan Garmin Mobile PC
  7. Peta GPS wilayah Indonesia bisa di-download dari situs navigasi.net Linknya http://www.navigasi.net
  8. Setelah selesai men-download [GMAv0.xx]navigasi.net.zip, gunakan WinZip atau WinRAR untuk meng-extract GMAPSUPP.img file (ini diperuntukan untuk yang tidak memiliki aplikasi Garmin Map Source).
  9. Copy dan paste GMAPSUPP.img file ke dalam GarminMobilePC Installation directory. Contohnya C:\GarminMobilePC atau D:\GarminMobilePC
  10. Selanjutnya download dan upgrade 3G Wacther ke versi GPS. Bisa di-download dari situs Sierra Wireless langsung.
  11. Setelah selesai meng-upgrade 3G Watcher, tancapkan Sierra 881U modem, klik 3G watcher. Tekan Tools > MP Physical Interface. Pilih option USB.
  12. Tekan Tools > Display GPS untuk membuka GPS Monitor
  13. Tekan tanda Play di tengah untuk mulai mencari satellites. Tunggu sebentar. Bila process gagal (Failure), tekan tanda pause kemudian play lagi buat mengulang process pencarian lagi. Kalau udah sukses akan terlihat tulisan “Got position fix at … ( x satellites).
  14. Bila sudah sukses mendapatkan satellites, hidupkan Garmin Mobile PC. Mobile PC bakal otomatis connect ke sierra 881U modem.
  15. Selesai. Silahkan jelajahi kota Anda tanpa pernah lagi tersesat.


Selengkapnya.....

Review Axioo Pico

Karena tertarik dengan bobotnya yang kurang lebih sekilo, dan kelihatannya praktis kalau harus dibawa-bawa, saya lalu memutuskan untuk membeli Axioo Pico. Namanya sebenarnya cukup keren. Dan itulah awal kekecewaan saya terhadap produk Axioo Pico yang spesifikasinya sangat mirip dengan MSI Wind U100 ini.

UMPC (Ultra Mobile PC) dengan spesifikasi OS menggunakan Windows XP Home ini memakai Prosesor Intel Atom N270 1,6GHz; RAM 1GB (max 2GB); HDD 160GB belum di split; Layar 10inch yang lumayan dengan resolusi 1024 x 600, Bobot 1,1 kg; Dimensi 260x180x31,5 mm; Baterai 3-sel=2jam; Kinerja MobileMark 2007 skor 72, 3DMark03 skor 606, booting 34 detik; Perlengkapan 802.11b/g wifi, ethernet, 3 USB 2.0, 4-in-1 card reader (SD, MMC, MS, MS Pro), kamera 1,3 megapixel dan saya tebus seharga Rp 5,2 juta. Sebenarnya memiliki performance yang rata-rata baik.
Sayangnya produk yang kuterima Card Readernya tidak berfungsi. Koneksi WiFinya pun tidak stabil, setelah pemakaian selama kurang lebih setengah jam, koneksi wirelessnya sebentar putus sebentar sambung, walaupun sebenarnya Pico ini punya perangkat WiFi yang kepekaannya cukup bagus, daya tangkap pancaran sinyal WiFi lebih bagus ketimbang Toshiba A105.
Setelah saya tukarkan ke toko tempat pembelian dengan produk sejenis, giliran battery chargernya yang tidak berfungsi. Kayaknya saya sudah patah semangat dengan Axioo Pico. Mungkin seharusnya memang sebaiknya menggunakan MSI Wind saja sesuai dengan pilihan awal saya.

UpDated
Hasil ujicoba yang saya lakukan dengan perangkat tambahan seperti penggunaan modem sierra wireless, tidak ada masalah, install dan koneksi lancar. Bahkan ketika dipakai untuk keperluan GPSnya pun OK.
Penggunaan fungsi ke external monitor seperti ke LCD Projector juga berjalan baik, hanya sayangnya setting resolusi screen harus dirubah ke 800 x 600 pixels supaya tampilan di LCD tidak "hancur". Konsekwensinya dengan settingan seperti ini malah membuat tampilan di layar Pico yang jadi "hancur".
Pico tidak menyediakan HotKey untuk perpindahan mode ke external monitor. Kita harus mengkonfigurasi secara manual.
UpDate software dan instalasi software tambahan termasuk mudah. Karena Pico yang saya beli sudah dijual bundel dengan software Windows original, jadi registrasi, update dan install secara online tidak masalah.
Saya juga install WinAmp dan coba kualitas sound, setting sound dengan software bawaan yaitu Realtek HD Audio Manager, suara yang muncul memang tidak senyaman seperti kita pakai Laptop pada umumnya. tapi lumayanlah buat dengerin musik sambil kerja.

Berikut platform lengkapnya.

PlatformUMPC
Processor TypeIntel Atom Processor
Processor OnboardIntel® Processor N270 (1.6 GHz, FSB 533, Cache 512KB)
ChipsetIntel 945GM
Standard Memory1 GB DDR2 SDRAM PC-5300
Max. Memory2 GB (2 DIMMs)
Video TypeIntel® Graphics Media Accelerator 950 DVMT 64 MB (shared)
Display Size10" WXGA TFT
Display Max. Resolution1024 x 600
Display TechnologyStandard TFT
Audio TypeIntegrated
Speakers TypeIntegrated
Floppy DriveOptional
Hard Drive Type160 GB Serial ATA 5400 RPM
Optical Drive TypeOptional
ModemOptional
NetworkingIntegrated
Network Speed10 / 100 Mbps
Wireless Network TypeIntel PRO/Wireless 2100BG
Wireless Network ProtocolIEEE 802.11b, IEEE 802.11g
Wireless BluetoothOptional
Keyboard TypeQWERTY 86 keys
Input Device TypeTouch Pad
Slot ProvidedOptional
Card Reader ProvidedSD, MMC, Memory Stick
Interface Provided2x USB 2.0, VGA, LAN, Audio
O/S ProvidedMicrosoft Windows XP Home
Battery Type Rechargeable Lithium-ion Battery
Power SupplyExternal AC Adapter
Weight1.1 kg
Standard Warranty1-year Limited Warranty by Authorized Distributor
Bundled PeripheralsCarrying Case



Selengkapnya.....

Modem Sierra Wireless 3G USB Connect 881

Setelah mengganti Handphone ke Nokia N73, Koneksi nirkabel saya lakukan adalah dengan menggunakan fasilitas GPRS. Harus diakui Telkomsel yang saat ini saham terbesarnya dimiliki oleh Temasek (dengan 5 gedung di boulevard yang wah) yang bermarkas di Singapura ini sangat pandai menguras kantong pelanggannya. Lalu saya coba produk Flash. Dengan Kartu Halo saya regristrasi Flash melalui SMS ke 3636. Speednya cukup bagus namun koneksinya sering putus. Entah Karena N73 saya atau.... begitulah Telkomsel.

Akhirnya saya berkenalan dengan Modem Sierra Wireless 3G USB Connect881. Produk yang semestinya diperuntukkan untuk jaringan AT&T ini ternyata ada di Indonesia. Kelihatannya canggih. Instalasinya mudah saja karena disertai panduan dalam bentuk CD Installer dan manual dalam box. Tetapi itu tergantung provider mana yang kita pakai barangkali. Dan saya membenamkan 3G Indosat kedalamnya.
Produk ini dijual seharga Rp.2.000.000,- Boleh coba hubungi saya deh.

Berikut ini data-datanya :

Requires :
  • USB Slot
  • 300MHhz Processor
  • 256MB RAM
  • Microsoft Windows Vista, XP or 2000
  • Internet Explorer 5.5 or higher
  • 40MB availabel hard disk space
Specifications
  • UMTS/HSDPA/HSUPA 850/1900/2100 MHz
  • GPRS/EDGE 850/900/1800/1900 MHz
  • Apple Mac Compatible (OS version 10.4 or later)
Updated
Kini, Modem sierra USB Connect881 bisa digunakan untuk GPS !

Selengkapnya.....

Wireless USB Modem CDMA Venus T10

Koneksi nirkabel yang pertamakali pernah saya lakukan adalah menggunakan Handphone Nokia 6600 sebagai modem melalui bluetooth yang terkoneksi dengan Laptop. Lalu Dial ke Telkomnet.... jelas saja pulsa Kartu Halo saya dikuras habis oleh Operator Telkomsel.
Seorang sales di Toko lantas menawarkan Venus T10.
Jadilah USB CDMA modem Venus T10 ini saya temukan seharga Rp.500.000,- dan hingga kini gadgetnya kadang-kadang masih saya pakai kalau darurat dan itupun jika kebetulan masih tersisa pulsa di Kartu Flexi saya.
Penggunaannya sebenarnya juga sangat mudah. Dijual bundel dengan CD instalasi dan tampilan aplikasinya sangat simple serta mudah dipahami.
Kelebihan gadget ini adalah kita bisa menggunakannya seperti handphone dengan bantuan earphone yang disediakan dan melakukan dial melalui laptop. Begitupula untuk fasilitas SMSnya.
Kekurangannya adalah cepat panas.
Untuk melakukan pengaturan provider adalah sebagai berikut:
- Fren, user id: m8, password: m8
- Flexi, user id: telkomnet@flexi, password: telkom
- Starone, user id: starone, password: indosat
- Esia, user id: esia, password: esia
- Atau dapat menggunakan program provider dari Venus (Start -> Programs -> Venus -> Change Provider)

Updated

Atas permintaan seorang reader, silahkan download driver Wireless USB Modem CDMA Venus T10 disini

Selengkapnya.....

Clip On Torch

Kalau kita pernah naik bis (DAMRI) dari Blok M - sekitar Blok M Mall, tujuan ke Bandara Soekarno-Hatta. Besar kemungkinan di dalam bis ditawari gadget unik oleh pedagang asongan seperti gambar disamping ini. Sebut saja Clip On Torch. Fungsinya kira-kira bisa dipakai untuk menerangi objek dalam ruang yang gelap. Harganya ditawarkan terbilang sangat murah. Cuma Rp.10.000,- dan bonus cell battery sebanyak satu strip berisi 10 buah.
Saya (kadang-kadang) menggunakannya untuk menerangi keyboard laptop kalau harus mengetik dalam keadaan gelap. Yang sering malah saya gunakan untuk mencari genset di rumah dalam keadaan gelap karena mati listrik !!
Usefull gadget.

Selengkapnya.....

Cheapest SD Card 1GB

Berapa sesungguhnya harga sebuah SD Card dengan kapasitas memory 1Gb?
Ternyata rata-rata dipasaran dijual seharga 200.000-400.000 rupiah! Dan aku cukup beruntung bisa beli memory ini hanya dengan harga 100.000 rupiah. Atau penjualnya yang sial? Tetapi begitulah yang kuperoleh tanpa sengaja di Kota Tanah Grogot. Hanya karena lupa bawa memory untuk Tustel Nikon Coolpix L3. Akhirnya malah dapat memory jenis itu di salah satu Toko Alat-alat Fotography Tanah Grogot.


Selengkapnya.....

Emergency Charger For Handphone


Gadget ini sebenarnya sudah pernah aku lihat dan dipakai oleh seorang kawan yang sama - sama satu tugas. Very usefull apalagi saat-saat battery HP sudah drop, tidak ada charger, listrik mati dan jauuuuh dari peradaban. Syaratnya hanya sebuah battery AA 1,3Volt yang masih powerfull dan tentu saja gadget ini sedang dikantongi. Terakhir saat aku ke Plaza Pinangsia Jakarta pada bulan April lalu masih belum ketemu dengan alat ini. Mungkin karena terlalu terburu-buru. Tidak disangka malah saat jalan-jalan di Kampong Bugis Singapore, ada PKL yang menjajakan ini. Ditawarkan seharga 25 dollar. Sempat aku nego seharga 20 dollar, penjajanya nggak mau. Iseng-iseng aku mampir di Japan Shop yang lokasinya berada didekat dengan PKL tersebut. Tidak disangka barang itu ada dan harganya jauh lebih murah, hanya 12,8 dollar.
Fungsinya sebagai charger darurat, setidaknya kita tidak sampai harus kehilangan moment terakhir saat bertelepon. Very usefull. Thanks to technology.


Selengkapnya.....