He Is Dead (13.10 WIB 27 Januari 2008)

Hari ini Pak RTku beri instruksi kerja bhakti gotong-royong bersihkan kampung.
Setelah sepagian tadi berkutat dengan rumput dan sampah di lingkunganku, giliran berikutnya nonton TV.
Soeharto tutup usia.


16 channel TV di Indonesia yang tersedia melalui satelit semuanya memberikan reportase tentang jalannya peristiwa di Indonesia ini.
Secara khusus aku tidak punya pengalaman apapun dengan Soeharto. Setidaknya cuma ada pernik kecil daam hidup yang mengisi kenangan dalam memori di otakku : berdiri di tepi jalan Basuki Rahmad tahun 70an sambil mengibar-kibarkan bendera merah putih bersama teman-teman SD lainnya ketika Soeharto melintas. Jadi rakyat yang nonton beliau waktu peresmian pameran 50 tahun Indonesia Merdeka. Dan saat Bulan Bhakti LKMD di Tenggarong tahun 90an.
Aku tidak pernah merasa jadi korban Orde Baru, setidaknya begitu menurut ingatan dan perasaanku. Kihidupan sekarang karena tonggak Orde Baru, begitu juga rasanya seluruh penguasa di Bumi Indonesia sekarang ini karena mendapat berkah dari Orde Baru.
Kecuali bagi mereka-mereka yang mati ditembak, dibuang, dipenjara, dianiaya. Dan itu terbukti karena Orde Baru.
Karena tidak ada kenangan khusus, sehingga aku cuma merasa bahwa Suharto adalah pemimpin hebat yang mampu berkuasa 32 tahun dan punya pengikut-pengikut yang luar biasa setianya. Jembatan Mahakam di Kota Samarinda itu salah satu hasil pembangunan dimasanya. Yang tidak seekor manusia Samarindapun yang tidak pernah melewati dan merasakan manfaatnya. Dan Di Kota Balikpapan ada Jalan Hendriawan Sie. Korban peristiwa Trisakti. Kalau aku ke Jakarta maka Bandara Soekarno-Hatta tujuanku. Kalau aku ke kampung istriku dan ketanah leluhurku, Terminal Bungurasih andalanku. Andai saja ada pilihan yang lain....
Nyatanya semua fasilitas yang dinikmati semua orang itu hingga saat ini karena Si Bapak Pembangunan.
Mohon ma'af, aku mengungkapkan apa yang aku rasakan.
Sesungguhnya aku tidak punya pretensi apa-apa. Bahkan saat nonton Siaran Langsung peristiwa wafatnya pun aku cuma mencari wajah putra pertamanya Sigit Harjojudanto.

Sebagai seorang Muslim, toh hanya 3 hal penting yang akan meringankan manusia saat menghadap Sang Khalik :
1. Anak yang shaleh
2. Amalan semasa hidup
3. Ilmu yang bermanfaat

Selamat kembali ke Hadliratnya, Bos.
Nanti kalau sudah waktunya aku susul.