Aku dan Blue Bird Taxi : Sebuah Pengalaman Yang Tercecer

Banyak orang menjadi sangat pemilih ketika harus menumpang taxi, khususnya di Ibukota Indonesia, Jakarta. Rekomendasi dan nasehat yang paling umum diberikan orang adalah ajakan untuk memilih taxi Blue Bird (Group) saja. Walaupun sebenarnya pilihan taxi di Jakarta sangat banyak, bahkan tidak sedikit taxi yang merayu calon penumpangnya dengan tulisan "Tarif Lama" atau "Tarif Bawah".

Belakangan ini sangat banyak Taxi Jakarta yang memilih warna cat bodi mirip dengan Blue Bird. Bahkan logonya pun dibuat mirip-mirip dengan logo kelompok Blue Bird. Rupanya Sampai-sampai Taxi dari kelompok perusahaan lainnya harus kehilangan kepercayaan diri. Sebegitu hebatnya Blue Bird saat ini sedang menjadi ikon untuk layanan taxi yang terpercaya. Layanan yang bertanggung jawab, pasti dan nggak bakal ngibuli penumpangnya. Benarkah?
Kali terakhir perjalananku naik taxi biru ini ternyata mendapati pengalaman serupa dari cara menyapa supir taxinya. yaitu pertanyaan : "Lewat mana, Pak?", "Lewat toll, Pak? jalur kearah sana sedang macet", atau "Maaf, Pak, saya baru seminggu...."
Jika Anda mendapati pertanyaaan serupa itu setelah Anda duduk membanting pintu Taxi dan membertahukan tujuan Anda, bersiaplah untuk mengeluarkan ongkos taxi lebih mahal dari seharusnya.... atau bayar saja cancelation fee nya. Terkecuali Anda sudah hapal diluar kepala jalur-jalur yang seharusnya ditempuh. Sehingga mampu beradu argumentasi dengan supir taxi Blue Bird itu. Dan itu melelahkan.

Mungkin ini pengalaman yang sangat subyektif. tetapi tidak seharusnya terjadi dan terulang dalam beberapa kali kunjungan dengan waktu yang berbeda pula. Sampai kadang terpikir sebaiknya pilih saja gunakan Busway lalu teruskan sisa perjalanan ke tujuan dengan Bajaj ! itu lebih pasti. Setidaknya Anda akan mendapatkan sensasi adrenalin yang ikut terpacu sekeras suara Bajaj itu sendiri.....