Cara Menang Tender Pengadaan Barang dan Jasa

Pernah lihat dan baca koran Media Indonesia? Di lembar Info Lelang pada koran tersebut Anda bisa menemukan banyak pengumuman lelang oleh Pemerintah dari berbagai daerah. Nilainya bervariasi, mulai dari yang puluhan juta sampai milyaran rupiah. Proyek yang ditenderkan umumnya adalah pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan lembaga, baik pemerintah dan swasta.
Tender diselenggarakan untuk mencari siapa yang paling layak memegang amanah belanja barang tersebut. Panitia Pengadaan memilih peserta tender yang selanjutnya disebut pemborong atau kontraktor atau konsultan yang dinilai layak memegang uang rakyat tersebut.
Dalam upaya peserta tender untuk memenangi penawaran tender, disinilah biasanya persaingan akan terjadi. Perusahaan peserta tender akan mencari strategi untuk memenangi tender tersebut.
Lantas hal-hal apa saja yang harus diperhatikan agar perusahaan menang tender? Simak tips berikut ini :
  1. Anda harus memiliki perusahaan yang legal (memiliki Akta Perusahaan, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)..) Jika belum punya, segeralah mengurusnya. Tanpa itu, jangan harap Anda bisa ikut tender.
  2. Cari informasi sebanyak mungkin tentang pengadaan barang di media massa, bisa melalui koran seperti Media Indonesia, Koran Nasional lainnya, Koran Daerah yang terbit di satu Provinsi maupun melalui internet pada portal e-procurement milik pemerintah daerah, atau datang ke lembaga/instansi yang bersangkutan.
  3. Ajukan penawaran dengan harga yang pantas untuk barang dan jasa yang diminta secara berkualitas. Perhatikan garansi, layanan purna jual dan item-item pekerjaan yang diminta. Periksa dalam dokumen lelang untuk mengetahui methode penilaian dokumen yang akan dilakukan oleh Panitia Pelelangan. Anda harus memahaminya untuk memenangi tender tersebut.
  4. Telitilah dalam mengisi dokumen penawaran. Periksa instruksi-instruksi yang diberikan dalam dokumen lelang. Jangan merubah setiap deskripsi yang telah ditentukan dalam dokumen tersebut. Atau Anda pasti kalah tender.
  5. Hindari main curang. Apalagi KKN dengan Panitia Pelelangan. Bermainlah secara fair. Jangan paksakan ambil untung banyak, tapi malah buntung. Biar untung sedikit, yang penting halal.
  6. Hindarilah upaya mengintimidasi peserta tender lainnya. Apalagi mengintimidasi Panitia Pelelangan. Bagaimanapun Anda sedang menengadahkan tangan. Berlaku sopan akan lebih banyak menimbulkan simpati.
  7. Jika Anda sudah menang tender, berikan barang dan jasa yang sesuai dengan yang Anda tawarkan. Jangan pernah mengganti dengan barang lain yang berbeda kualitas, type, jenis, jumlah yang tidak sesuai dengan dokumen penawaran maupun dokumen kontrak yang telah Anda buat. Karena itu berarti Anda curang. Blacklist menanti Anda dan jadilah sakit mata..... sakit mata pencaharian.
  8. Carilah pemasok, pabrik pemasok barang sesuai kebutuhan yang dapat dipercaya dan berpengalaman. Kalau punya workshop sendiri itu lebih bagus. Asal bisa dibuktikan.


22 Comments:

henkhei said...

yang saya alami, pengalaman sebagai panitia, karena keterbatasan yang banyak sekali diantaranya kesibukan pekerjaan sehari-hari dan target pengerjaan yang diburu akhir tahun anggaran. Praktek premanisme, curang, mengancam, memediamassakan dll sering dilakukan oleh oknum penyedia barang dan jasa.

Anonymous said...

mau menang tender!

lobi pptk ato panitia nya ato kepala satker nya trus stor..
dijamin menag tender....
hehehehe...

Anonymous said...

Sekarang memenangkan sebuah tender pengadaan barang dan jasa paling kurang kita harus punya uang terlebih dahulu untuk memenangkan. Kerena hampir semua panitia pengadaan memenangkan tender itu dengan uang tidak memikirkan yang benar, kalo ada uang yang salah bisa diperbaiki. Memang udah zamannya begitu.

Hadi Prastiyo said...

ikut dalam tender pemerintah atau swasta jarang ada yang jujur, itu membuat kesulitan

sjr said...

No name Rebellion

Kalau mau Menang Tender harus Lobby dan main Undergroung Gerilya kayak jaman Dahulu Kala, Emang Udah Tradisi Kali yahh....

Anonymous said...

Da jadi lingkaran setan dalam halpemenangan tender /pelelangan terutama dipemerintah.Percuma dengan teori di atas. Kalau mau menang tender setor dulu dong, feeeeeeenya, biar aman, dijamin 1000% kata satkernya.Okey deh, bagus kata pemborongnya. Hasil ,bisa lihat sendiri, Amboeradoel.........,asl jd......, yg penting bagi2 duit.....,markup.......,Setan!!!!

adi said...

ada uang lo menang........
g ada uang,,,loe di tendang.......???
itulah kta tepat untuk perang tender,,,,,,,,,
hahahahahaha

mycreations said...

smua tender bangke , kaga' bakalan menang klo ga punya uang smua udah diatur.
mana mu maju negera kita neh
PARAAAAAAAAAHHHHHHHH!!!!!!!!!!

Anonymous said...

kayanya teori diatas ud basi, sekarang teorinya harus kkn.

Anonymous said...

Pengkondisian telah trjadi di mana mana tanpa itu jangan jadi broker . . . .

Anonymous said...

wah serem bgt yah....

ATK CENTER said...

yo semuanya berubah...berubah jadi yang bener..panitia atau peserta lelangnya juga...kalo semua berprilaku dan berpikir seperti yang lalu-lalu ya gak da perubahan dong..nerake cuy...

Anonymous said...

udah dari jaman baholak sikut menyikut terjadi,,jadi siapa yg byk modal dia lah yg menang...only the strong will survive.

Anonymous said...

Gw maen tender, dan jujur gw benci yg namanya maen sogokan! gw yakin produk gw bagus tp bs kalah dengan produk ecek2 dg harga yg sama, dan udh gitu panitia tendernya menutup mata ga mau denger penjelasan ini itu, bangke!
gw munafik?? terserah loo!! gw benci penjilat pake uang pelicin!! banci!

Anonymous said...

no coment.....

Anonymous said...

yg ptg kudu fight yg ptg bener n sesuai sm brg yg kita tawarin.....

warung murah said...

ikut nyimak gan.... lagi pengen usaha pengadaan barang dan jasa nih....

Anonymous said...

yah namanya bisnis,harus lebih terbuka ama cara maen yg aneh2..
mnurut pnglaman,maen blakang paling efektif buat menang tender

Anonymous said...

kayanya ud rahasia umum ya,, walopun dari segi nilai yg dianut masing2 org pasti akan ga mau maen2 kaya gitu,, tp ya kenyataannya begeetoo,, belom2 ud dimintain ini itu,, barang mewah lah,, dll dll,, drpd kenapa2.. dosa iya,, KPK siap mengintai,, weslahh gausah ikut2an,, bullshit smua! ngabisin tenaga n waktu aja, susah emg idup jaman skarang., mending nyangkul aja deh di kampung,,

Surety Bond Indonesia said...

Untuk penerbitan Surety Bond seperti Jaminan Penawaran (Bid Bond), Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond), Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond) maupun Jaminan Pemeliharaan silahkan hubungi 0818778145 atau info lebih lanjut di http://suretybond10.blogspot.com

Anonymous said...

metode uang memang sudah lumrah.. ASAL pemenang tender memberikan yg sesuai dengan apa yg di harapkan. ada harga yang dibayar. ibarat beli barang "ada harga ada kualitas" itu sudah hukum alam. Nah yg bikin bobrok itu oknum" yg tidak memberikan kualitas dari apa yang telah dijanjikan.. pesan saya kepada panitia bijaklah dalam memilih kontraktor atau penyedia brg/jasa. MAJU INDONESIA

Anonymous said...

Sebenernya bisa teratasi asalkan pada main jujur, toh ya kalo panitia cermat kn bisa diliat kn mana profil kontraktor jujur ama mana yg bisanya maen sogok2kan.. Panitia lebih jeli aja dan 1 jangan krisis moral dong.. Forza Indonesia !