Samarinda dan Water Park

Kira-kira tiga minggu yang lalu sebelum tulisan ini dibuat, saya bertugas ke samarinda. Kok, ya, pas ada hujan deras. Walhasil, saya kesulitan untuk menuju ke arah Voorfo karena posisi saya dari tempat acara di Hotel JB - jembatan baru. Pilihan rute yang saya hapal adalah bisa lewat Temindung dan itu berarti terhadang banjir di jalan Ruhui Rahayu. Atau lewat Jalan Pahlawan dan berhadapan dengan banjir di Jl.Dr.Soetomo. kalau memutar agak jauhan bisa lewat jalan ke arah Muara Badak terus belok kekiri dan tiba di persimpangan sempaja... tetapi disitu banjir juga. Akhirnya jalan yang tersedia cuma lewat jalan Anggur.

OK. Bagian penting dari moment ini adalah fakta bahwa saya kesulitan mencari wajah-wajah murung disepanjang perjalanan dan wisata banjir yang saya lalui. Nampaknya semua ikut menikmati genangan air ini. Ada yang sibuk mondar mandir pakai sepeda motor - sedikit ngebut - mungkin bisa jadi sengaja. Ada yang rame-rame kesana-kemari jalan kaki berombongan dengan celana dicincing. Ada pula yang malah berenang rame-rame.

Belakangan di sebuah koran lokal - kira-kira itu dua hari yang lalu - ada banyak foto liputan banjir di Samarinda. Dan hebatnya, tidak ada yang berwajah murung !! Tampaknya semua bergembira. mungkin, inilah sebuah perwujudan dari sebuah harapan sebagian besar warga Samarinda untuk bisa memiliki sebuah arena Water Park terbesar dan termurah seperti water Park yang juga tersedia di Balikpapan Regency.

Entahlah....
Tunggu saja rekomendasi dari Walikotamu sepulang dari pabrik Grundfos



1 Comment:

Anonymous said...

nasib mas.....
Samarinda mengembangkan kota tanpa pikir panjang tentang alam sekitarnya...